25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Gandrung Sewu Libatkan 1.100 Penari, Sebar 3.500 Undangan

RADAR BANYUWANGI – Hari ini pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu digeber di Pantai Marina Boom. Event tahunan ke-12 ini melibatkan 1.100 penari gandrung dari penjuru Banyuwangi. Panitia juga telah menyebar 3.500 undangan.

Sehari menjelang pergelaran Gandrung Sewu, panitia terus  mematangkan persiapan. Ribuan penari mengikuti geladi bersih, Jumat (28/10) sore. Ada 1.200 peserta yang terlibat dalam rangkaian event Banyuwangi Festival (B-Fest) tersebut. Perinciannya, 1.100 penari gandrung, 40 penabuh gamelan, dan 60 pemain teatrikal.

Persiapan Gandrung Sewu dimulai sejak pagi, yaitu pukul 08.00 sampai 10.00 di Stadion Diponegoro. Kemudian, dilanjutkan di Pantai Marina Boom hingga pukul 17.00 kemarin (28/10).

Pelatih tari gandrung, Suko Prayitno, 56, mengatakan, para penari siap tampil hari ini di depan para tamu undangan dan masyarakat Banyuwangi. ”Teman-teman sudah siap untuk tampil besok (hari ini),” ujarnya.

Dalam geladi bersih kemarin pihaknya hanya mengoreksi beberapa hal kecil agar penampilan para penari menjadi lebih sempurna. ”Sebenarnya mereka (peserta Gandrung Sewu) telah siap, tetapi ada sedikit koreksi seperti kurang geser, dan terlalu lebar sedikit. Secara keseluruhan mereka sudah sangat mantap,” tegas Suko.

Pergelaran Gandrung Sewu tahun ini mengangkat tema ”Sumunare Tlatah Blambanganyang bermakna Kilau Bumi Blambangan. Tahun ini, Gandrung Sewu lebih mengusung suasana bahagia atau gembira. Maknanya lebih pada penggambaran berkurangnya kasus Covid-19 di Banyuwangi. ”Sebelumnya kita susah karena adanya Covid-19. Gandrung Sewu tahun ini mewakili situasi di masyarakat yang berbahagia karena Covid-19 mulai mereda,” imbuh Suko.

Baca Juga :  Belajar Sejak 1950, Setahun Baru Bisa Belajar Cengkok

Suko tidak dapat memungkiri adanya kendala yang harus dialami sejak awal persiapan Gandrung Sewu. ”Gandrung Sewu telah absen selama dua tahun. Tahun ini kami harus berpikir keras tentang tema, konsep, dan koreografi yang akan ditampilkan,” tambah dia.

Pergelaran Gandrung Sewu hari ini bakal disaksikan ribuan penonton. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi telah menyebar 3.500 undangan. ”Tamu yang kita undang sebanyak 3.500 orang, terdiri tamu VVIP, VIP, dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda.

Semarak menyambut Gandrung Sewu darasakan oleh orang tua salah satu penari. Hafid Juliardi, 47, mengaku sangat menantikan pergelaran Gandrung Sewu. Sebab, dia ingin melihat hasil kerja keras anaknya dalam berlatih. ”Tidak sabar melihat Gandrung Sewu, mengingat usaha anak saya dan para penari lain tidak kenal lelah menyiapkan Gandrung Sewu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Masjid Cheng Hoo Jadi Simbol Kemajemukan dan Kerukunan

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didampingi Kadisbudpar Yanuarto Bramuda kemarin menyempatkan hadir dalam geladi bersih. Ipuk didaulat menyerahkan santunan kepada sepuluh penari gandrung tua dari seluruh penjuru Banyuwangi. ”Mereka kita santuni karena belum tersentuh bantuan,” kata Bramuda.

Nama-nama penari gandrung senior yang mendapatkan bantuan dari Pemkab Banyuwangi adalah Liswati, Inik, Sapenik, Ramelah, Sananti, Sapinah, Rajuri, Lilik, Sugiati, dan Astani. Mereka merupakan penari gandrung terop. Usianya rata-rata 70 tahun ke atas.

Event kolosal tari gandrung merupakan salah satu rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest). Seribu lebih calon penampil, mulai penari, panjak, hingga ”lakon” fragmen terus berlatih untuk menyuguhkan penampilan terbaik. Terlebih, event Gandrung Sewu masuk dalam agenda pariwisata nasional dari Kementerian Pariwisata RI.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, event yang digelar sejak 2012 itu, bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali pariwisata Banyuwangi. ”Sebagaimana instruksi Bapak Presiden, semuanya diminta untuk berwisata di dalam negeri demi menjaga perekonomian bangsa. Untuk itu, kita perlu juga menyambut instruksi tersebut dengan baik. Salah satunya dengan menggelar event wisata yang terbaik,” ujarnya. (cw4/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Hari ini pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu digeber di Pantai Marina Boom. Event tahunan ke-12 ini melibatkan 1.100 penari gandrung dari penjuru Banyuwangi. Panitia juga telah menyebar 3.500 undangan.

Sehari menjelang pergelaran Gandrung Sewu, panitia terus  mematangkan persiapan. Ribuan penari mengikuti geladi bersih, Jumat (28/10) sore. Ada 1.200 peserta yang terlibat dalam rangkaian event Banyuwangi Festival (B-Fest) tersebut. Perinciannya, 1.100 penari gandrung, 40 penabuh gamelan, dan 60 pemain teatrikal.

Persiapan Gandrung Sewu dimulai sejak pagi, yaitu pukul 08.00 sampai 10.00 di Stadion Diponegoro. Kemudian, dilanjutkan di Pantai Marina Boom hingga pukul 17.00 kemarin (28/10).

Pelatih tari gandrung, Suko Prayitno, 56, mengatakan, para penari siap tampil hari ini di depan para tamu undangan dan masyarakat Banyuwangi. ”Teman-teman sudah siap untuk tampil besok (hari ini),” ujarnya.

Dalam geladi bersih kemarin pihaknya hanya mengoreksi beberapa hal kecil agar penampilan para penari menjadi lebih sempurna. ”Sebenarnya mereka (peserta Gandrung Sewu) telah siap, tetapi ada sedikit koreksi seperti kurang geser, dan terlalu lebar sedikit. Secara keseluruhan mereka sudah sangat mantap,” tegas Suko.

Pergelaran Gandrung Sewu tahun ini mengangkat tema ”Sumunare Tlatah Blambanganyang bermakna Kilau Bumi Blambangan. Tahun ini, Gandrung Sewu lebih mengusung suasana bahagia atau gembira. Maknanya lebih pada penggambaran berkurangnya kasus Covid-19 di Banyuwangi. ”Sebelumnya kita susah karena adanya Covid-19. Gandrung Sewu tahun ini mewakili situasi di masyarakat yang berbahagia karena Covid-19 mulai mereda,” imbuh Suko.

Baca Juga :  Gagas Selapanan Sastra Muncar, Lahirkan Karya Bersama

Suko tidak dapat memungkiri adanya kendala yang harus dialami sejak awal persiapan Gandrung Sewu. ”Gandrung Sewu telah absen selama dua tahun. Tahun ini kami harus berpikir keras tentang tema, konsep, dan koreografi yang akan ditampilkan,” tambah dia.

Pergelaran Gandrung Sewu hari ini bakal disaksikan ribuan penonton. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi telah menyebar 3.500 undangan. ”Tamu yang kita undang sebanyak 3.500 orang, terdiri tamu VVIP, VIP, dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda.

Semarak menyambut Gandrung Sewu darasakan oleh orang tua salah satu penari. Hafid Juliardi, 47, mengaku sangat menantikan pergelaran Gandrung Sewu. Sebab, dia ingin melihat hasil kerja keras anaknya dalam berlatih. ”Tidak sabar melihat Gandrung Sewu, mengingat usaha anak saya dan para penari lain tidak kenal lelah menyiapkan Gandrung Sewu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Watu Gedhek Jadi Tempat Wisata, Air Mengalir Deras dari Tebing

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didampingi Kadisbudpar Yanuarto Bramuda kemarin menyempatkan hadir dalam geladi bersih. Ipuk didaulat menyerahkan santunan kepada sepuluh penari gandrung tua dari seluruh penjuru Banyuwangi. ”Mereka kita santuni karena belum tersentuh bantuan,” kata Bramuda.

Nama-nama penari gandrung senior yang mendapatkan bantuan dari Pemkab Banyuwangi adalah Liswati, Inik, Sapenik, Ramelah, Sananti, Sapinah, Rajuri, Lilik, Sugiati, dan Astani. Mereka merupakan penari gandrung terop. Usianya rata-rata 70 tahun ke atas.

Event kolosal tari gandrung merupakan salah satu rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest). Seribu lebih calon penampil, mulai penari, panjak, hingga ”lakon” fragmen terus berlatih untuk menyuguhkan penampilan terbaik. Terlebih, event Gandrung Sewu masuk dalam agenda pariwisata nasional dari Kementerian Pariwisata RI.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, event yang digelar sejak 2012 itu, bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali pariwisata Banyuwangi. ”Sebagaimana instruksi Bapak Presiden, semuanya diminta untuk berwisata di dalam negeri demi menjaga perekonomian bangsa. Untuk itu, kita perlu juga menyambut instruksi tersebut dengan baik. Salah satunya dengan menggelar event wisata yang terbaik,” ujarnya. (cw4/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/