27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Rabu Pungkasan jadi Ajang Pemberdayaan Ekonomi

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Pepatah tersebut cocok menggambarkan kegiatan Rebo Pungkasan yang digelar warga Dusun Sengon, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Minggu (25/9).

Selain melestarikan tradisi yang rutin digelar setiap tahun, ajang tersebut juga menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Selain diwarnai pembagian jenang sapar secara gratis kepada setiap pengunjung, kegiatan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk menjajakan hasil panen mereka, seperti buah-buahan, sayur. Bahkan, ada juga warga yang menjual batik karya warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Sukojati Untung Suripno mengatakan, acara dengan konsep tersebut dibuat bukan tanpa alasan. Dia menuturkan, Pemerintah Desa (Pemdes) tidak memiliki anggaran sama sekali untuk acara Rabu Pungkasan. Untuk itu, kegiatan dikemas sedemikian rupa agar masyarakat mendapat pemasukan dari hasil penjualan hasil panen maupun hasil kreasi mereka. “Dana dari kegiatan ini murni dari sumbangan warga Dusun Sengon. Sedangkan pengunjung yang datang bukan hanya warga lokal. Jadi, warga kami dapat penghasilan dari penjualan hasil panen dari kebun mereka masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyuwangi Dipilih jadi Lokasi Beasiswa Seni Budaya Indonesia

Ikatan Pemuda Pemudi Dusun Sengon (IPPDS) Erwin menjelaskan, Acara berlangsung sangat ramai, pengunjung yang datang pun sangat banyak. Melebihi ekspektasi pihak panitia. “Hampir seluruh stand yang membagikan jenang gratis di sepanjang Dusun Sengon habis. Stand yang berjumlah 16 pun dibanjiri pengunjung,” pungkasnya. (cw5/sgt)

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Pepatah tersebut cocok menggambarkan kegiatan Rebo Pungkasan yang digelar warga Dusun Sengon, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Minggu (25/9).

Selain melestarikan tradisi yang rutin digelar setiap tahun, ajang tersebut juga menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Selain diwarnai pembagian jenang sapar secara gratis kepada setiap pengunjung, kegiatan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk menjajakan hasil panen mereka, seperti buah-buahan, sayur. Bahkan, ada juga warga yang menjual batik karya warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Sukojati Untung Suripno mengatakan, acara dengan konsep tersebut dibuat bukan tanpa alasan. Dia menuturkan, Pemerintah Desa (Pemdes) tidak memiliki anggaran sama sekali untuk acara Rabu Pungkasan. Untuk itu, kegiatan dikemas sedemikian rupa agar masyarakat mendapat pemasukan dari hasil penjualan hasil panen maupun hasil kreasi mereka. “Dana dari kegiatan ini murni dari sumbangan warga Dusun Sengon. Sedangkan pengunjung yang datang bukan hanya warga lokal. Jadi, warga kami dapat penghasilan dari penjualan hasil panen dari kebun mereka masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Festival Sastra, Momentum Mengembangkan Literasi Budaya

Ikatan Pemuda Pemudi Dusun Sengon (IPPDS) Erwin menjelaskan, Acara berlangsung sangat ramai, pengunjung yang datang pun sangat banyak. Melebihi ekspektasi pihak panitia. “Hampir seluruh stand yang membagikan jenang gratis di sepanjang Dusun Sengon habis. Stand yang berjumlah 16 pun dibanjiri pengunjung,” pungkasnya. (cw5/sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/