Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Budaya
icon featured
Budaya
Pameran Lukisan ArtOs Kembang Langit

Lukisan Bergambar Bupati Ipuk Laku Rp 16,5 Juta

25 Desember 2021, 13: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Lukisan Bergambar Bupati Ipuk Laku Rp 16,5 Juta

DEAL: Kepala Bank Jatim Cabang Banyuwangi Agus Sastriono (pakai udeng) berhak mengoleksi lukisan bergambar Bupati Ipuk Fiestiandani dalam lelang lukisan di Gedung Juang 45, Rabu malam (22/12). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Pameran Artistik Oseng (ArtOs) Kembang Langit resmi ditutup oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, Rabu (22/12). Pameran hari terakhir ditandai dengan lelang lukisan. Sebagai penutup, panitia juga mengundang pengurus Veteran untuk memotong tumpeng.

Sedikitnya ada 40 karya lukisan yang dilelang oleh panitia. Lelang paling heboh terjadi saat lukisan bergambar Bupati Ipuk Fiestiandani ditawar kolektor.

Lukisan yang digambar di atas kertas menggunakan cat air itu dibuka pertama dengan harga Rp 10 juta. Begitu dibuka, lukisan karya Nur Ilham itu langsung ditawar oleh Pimpinan Cabang Bank Jatim Banyuwangi Agus Sastriono dengan harga Rp 10 juta.

Baca juga: 10 Desember Ditetapkan Sebagai Hari Seni Rupa Banyuwangi

Lukisan Bergambar Bupati Ipuk Laku Rp 16,5 Juta

LAKU RP 50 JUTA: Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu (pegang bendera) memenangkan lelang lukisan berjudul ”Dondom” karya Ahmad Dimyati. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Tidak berselang lama, Kabag Protokol Pemkab Banyuwangi, Yusdi Irawan, ikut menawar lukisan tersebut dengan harga Rp 10,2 juta. Tak ingin kalah, Agus Sastriono kembali menawar dengan harga di atasnya, yakni Rp 15 juta.

Perebutan lukisan istri Abdullah Azwar Anas itu makin seru, Yusdi Irawan tak ingin gambar pimpinannya dimiliki orang lain. Dia kembali menawar dengan harga Rp 15,5 juta.

Lukisan bergambar Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas itu akhirnya resmi menjadi koleksi Kepala Bank Jatim Cabang Banyuwangi setelah penawaran ditutup dengan harga Rp 16,5 juta.

Penyerahan lukisan ditekel Bupati Ipuk yang malam itu hadir menutup acara pameran dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi ke-250 tersebut. ”Terima kasih, ternyata lukisan bergambar saya juga laku di pameran lelang,” ujar Ipuk.

Ipuk merasa bersyukur penyelenggaraan pameran tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak. Tidak hanya kolektor dan pengusaha, tetapi juga diapresiasi oleh seniman nasional yang datang langsung ke Banyuwangi. Apalagi kegiatan pameran tersebut juga dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19. ”Semoga ini menjadi penyemangat tumbuhnya ekonomi dari sisi seniman dan bisa menjadi penyemangat baru. Harapan kami tahun depan bisa dilaksanakan lebih meriah dan baik lagi,” pintanya.  

Pameran tersebut, kata Ipuk, juga sebagai media promosi hasil karya seni perupa Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi terus mendukung semua kegiatan tidak hanya mengembangkan seni dan kebudayaan, tetapi juga sektor-sektor lainnya.

Pameran ArtOs Kembang Langit tersebut, lanjut Ipuk, menjadi salah satu bagian promosi Banyuwangi tidak hanya kekayaan potensi alam, tapi juga dari seni lukis. ”Momentum ini juga sebagai berkumpulnya seniman Banyuwangi yang rela pulang kampung demi pameran. Ini menjadi kado terindah Hari Jadi ke-250 Banyuwangi,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga menutup pameran dengan memotong tumpeng yang diserahkan kepada para pejuang Veteran. Selamatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan, bertepatan dengan Harjaba ke-250.

Yang menarik dari lelang lukisan tersebut, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu ikut lelang. Lukisan berbahan rambut karya Ahmad Dimyati dibuka dengan harga Rp 30 juta. Orang nomor satu di Polresta  Banyuwangi itu langsung menawar Rp 32,5 juta. Salah seorang kolektor dari Denpasar Bali kemudian menawar dengan harga Rp 35 juta. Tak mau kalah, salah seorang pengusaha asal Banyuwangi menawar dengan Rp 42 juta.

Lukisan ukuran 120 x 200 cm dengan judul ”Dondom” tersebut akhirnya laku Rp 50 juta oleh Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu. ”Saya melihat lukisan ini sangat unik, antik, dan memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa. Saya ikut menawar untuk koleksi di Mapolresta Banyuwangi,” jelas Nasrun

Imam Maskun, ketua panitia pameran lukisan mengatakan, hasil lelang lukisan di hari terakhir tersebut juga akan disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang. ”Berapa nominal yang akan kita sumbangkan, kami masih menunggu sampai selesai lelang, termasuk berkomunikasi dengan para pelukis,” kata Imam.

Imam sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu pelaksanaan pameran tersebut dari awal hingga akhir. ”Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan lebih sempurna di tahun mendatang,” ujar sarjana Seni Rupa IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang) tersebut. 

(bw/ddy/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia