alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Jubah Kongco Berganti Merah

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ritual pergantian jubah Kongco Tan Hu Cin Jin kemarin (23/1) dilakukan oleh umat di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio. Setahun sekali jubah rupang Kongco diganti menjelang pergantian Tahun Baru Imlek.

       Sebelum ritual pergantian jubah dilakukan, umat terlebih dahulu melakukan sembahyang. Mereka meminta petunjuk kepada Kongco Tan Hu Cin Jin. Ada beberapa hal yang diminta dalam sembahyang tersebut. Mulai dari pergantian warna jubah Kongco yang akan digunakan tahun ini hingga lakon dalam pergelaran wayang kulit yang akan ditampilkan dalam perayaan Imlek nanti.

“Kita lakukan sembahyang dan Pwapewe (Pak Pui) untuk menentukan warna jubah yang Mulia Kongco. Yang dipilih warna merah, warna kebahagiaan,” ujar pembina TITD Hoo Tong Bio, Soegianto, 70.

       Pemilihan warna jubah Kongco, punya  makna yang cukup luas. Umat menyediakan tiga warna jubah untuk Kongco. Satu berwarna hitam, satu berwarna merah, dan satu lagi berwarna kuning. Jubah berwarna hitam seringkali dihindari karena berkaitan dengan hal-hal yang memberikan pertanda kurang baik. “Setelah kita melakukan Pak Pui, yang dipilih warna merah. Semoga memunculkan kebahagiaan untuk kita selama setahun ke depan,” ujar pria yang memiliki nama Tionghoa Oei Penggi tersebut.

Baca Juga :  Layanan Cuci Darah RSUD Blambangan Semakin Baik

Salah satu umat TITD Hoo Tong Bio, Bambang Witarsa menambahkan, selama ini hanya dua warna yang biasanya dipilih oleh Kongco untuk digunakan sebagai jubah. Kalau tidak merah, ya kuning. Warna merah berhubungan dengan kebahagiaan dan kemakmuran. Sedangkan warna kuning melambangkan kekuasaan dan kekuatan. Sama seperti warna jubah-jubah Kaisar China.

“Selama puluhan tahun beribadah di sini,  warna hitam tidak pernah digunakan. Sampai sekarang jubah hitam bercorak putih itu masih rapi tersimpan. Jubah ini hanya digunakan dalam kondisi negara genting, tapi bersyukur sampai saat ini tidak digunakan. Indonesia aman,” kata mantan Ketua TITD Hoo Tong Bio itu.

       Sementara itu, ritual pergantian jubah Kongco juga diikuti dengan kegiatan bersih-bersih. Baskom berisi air dan bunga mawar berjejer di dekat rupang (arca) para dewa di dalam kompleks Klenteng Hoo Tong Bio. Tidak sembarangan umat diperbolehkan membersihkan rupang. Hanya  yang vegetarian yang diizinkan membersihkan rupang-rupang Kongco dan para dewa.

Baca Juga :  Stage Pertama Jadi Ajang Pertarungan Benjamin Dyball dan Thomas Lebas

       Soegianto mengatakan, tradisi ini sudah berjalan turun-temurun. Mereka yang boleh membersihkan rupang adalah para Ciak Jai (vegetarian). Sebelum bersih-bersih, umat terlebih dulu meminta para dewa untuk meninggalkan rupang melalui proses sembahyang. “Saat dibersihkan dipercaya kondisi rupang sudah kosong. Para dewa sudah meninggalkan rupangnya sehingga bisa dibersihkan dengan tenang,’’ kata Soegianto. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ritual pergantian jubah Kongco Tan Hu Cin Jin kemarin (23/1) dilakukan oleh umat di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio. Setahun sekali jubah rupang Kongco diganti menjelang pergantian Tahun Baru Imlek.

       Sebelum ritual pergantian jubah dilakukan, umat terlebih dahulu melakukan sembahyang. Mereka meminta petunjuk kepada Kongco Tan Hu Cin Jin. Ada beberapa hal yang diminta dalam sembahyang tersebut. Mulai dari pergantian warna jubah Kongco yang akan digunakan tahun ini hingga lakon dalam pergelaran wayang kulit yang akan ditampilkan dalam perayaan Imlek nanti.

“Kita lakukan sembahyang dan Pwapewe (Pak Pui) untuk menentukan warna jubah yang Mulia Kongco. Yang dipilih warna merah, warna kebahagiaan,” ujar pembina TITD Hoo Tong Bio, Soegianto, 70.

       Pemilihan warna jubah Kongco, punya  makna yang cukup luas. Umat menyediakan tiga warna jubah untuk Kongco. Satu berwarna hitam, satu berwarna merah, dan satu lagi berwarna kuning. Jubah berwarna hitam seringkali dihindari karena berkaitan dengan hal-hal yang memberikan pertanda kurang baik. “Setelah kita melakukan Pak Pui, yang dipilih warna merah. Semoga memunculkan kebahagiaan untuk kita selama setahun ke depan,” ujar pria yang memiliki nama Tionghoa Oei Penggi tersebut.

Baca Juga :  Stage Pertama Jadi Ajang Pertarungan Benjamin Dyball dan Thomas Lebas

Salah satu umat TITD Hoo Tong Bio, Bambang Witarsa menambahkan, selama ini hanya dua warna yang biasanya dipilih oleh Kongco untuk digunakan sebagai jubah. Kalau tidak merah, ya kuning. Warna merah berhubungan dengan kebahagiaan dan kemakmuran. Sedangkan warna kuning melambangkan kekuasaan dan kekuatan. Sama seperti warna jubah-jubah Kaisar China.

“Selama puluhan tahun beribadah di sini,  warna hitam tidak pernah digunakan. Sampai sekarang jubah hitam bercorak putih itu masih rapi tersimpan. Jubah ini hanya digunakan dalam kondisi negara genting, tapi bersyukur sampai saat ini tidak digunakan. Indonesia aman,” kata mantan Ketua TITD Hoo Tong Bio itu.

       Sementara itu, ritual pergantian jubah Kongco juga diikuti dengan kegiatan bersih-bersih. Baskom berisi air dan bunga mawar berjejer di dekat rupang (arca) para dewa di dalam kompleks Klenteng Hoo Tong Bio. Tidak sembarangan umat diperbolehkan membersihkan rupang. Hanya  yang vegetarian yang diizinkan membersihkan rupang-rupang Kongco dan para dewa.

Baca Juga :  Ikawangi Bungo Bagi Zakat MalIkawangi Bungo Bagi Zakat Mal

       Soegianto mengatakan, tradisi ini sudah berjalan turun-temurun. Mereka yang boleh membersihkan rupang adalah para Ciak Jai (vegetarian). Sebelum bersih-bersih, umat terlebih dulu meminta para dewa untuk meninggalkan rupang melalui proses sembahyang. “Saat dibersihkan dipercaya kondisi rupang sudah kosong. Para dewa sudah meninggalkan rupangnya sehingga bisa dibersihkan dengan tenang,’’ kata Soegianto. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/