alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Warga Aliyan Kesurupan, Minta Tradisi Keboan Digelar Lagi

ROGOJAMPI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Andem, 60, warga Dusun Sukodono, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, mendadak menggelepar kemarin. Tingkahnya aneh, suaranya mengerang. Tatapan matanya kosong. Kedua lengannya ditekuk di depan dadanya.

Tingkahnya mirip seperti kerbau. Kepalanya digosok-gosokkan ke tanah dan mencari kubangan lumpur. Andem sedang kerasukan roh leluhur Desa Aliyan. Bagi warga setempat peristiwa ini bukan hal aneh, apalagi menjelang memasuki bulan Sura (Muharam).

Kakek berusia 60 tahun ini meminta agar upacara adat tradisi Keboan dan selamatan kampung digelar tahun ini. ”Kalau yang kesurupan sudah mulai beberapa orang. Ini pertanda agar tradisi Keboan segera digelar,” ujar Kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo.

Baca Juga :  Setiap Hari Omprog Harus Baru

Mendengar ada warganya yang mulai kesurupan, Anton akan menggelar tradisi Keboan secara meriah. Apalagi, sudah dua tahun terakhir tradisi tersebut hanya diselenggarakan secara sederhana. ”Sebagian gapura dari bambu mulai dipasang di beberapa titik untuk menyambut datangnya bulan Muharam. Tidak lama lagi kita gelar tradisi Keboan,” jelas Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi itu.

Menurut Anton, upacara adat Keboan di Desa Aliyan rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu (31/7). Rangkaian acaranya tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan setiap tahunnya. ”Warga menyambut  tradisi Keboan dengan gegap gempita,” kata kepala desa yang mahir bermain musik ini. (ddy/aif/c1)

ROGOJAMPI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Andem, 60, warga Dusun Sukodono, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, mendadak menggelepar kemarin. Tingkahnya aneh, suaranya mengerang. Tatapan matanya kosong. Kedua lengannya ditekuk di depan dadanya.

Tingkahnya mirip seperti kerbau. Kepalanya digosok-gosokkan ke tanah dan mencari kubangan lumpur. Andem sedang kerasukan roh leluhur Desa Aliyan. Bagi warga setempat peristiwa ini bukan hal aneh, apalagi menjelang memasuki bulan Sura (Muharam).

Kakek berusia 60 tahun ini meminta agar upacara adat tradisi Keboan dan selamatan kampung digelar tahun ini. ”Kalau yang kesurupan sudah mulai beberapa orang. Ini pertanda agar tradisi Keboan segera digelar,” ujar Kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo.

Baca Juga :  Harus Punya Garis Keturunan dari Penari Seblang Pertama

Mendengar ada warganya yang mulai kesurupan, Anton akan menggelar tradisi Keboan secara meriah. Apalagi, sudah dua tahun terakhir tradisi tersebut hanya diselenggarakan secara sederhana. ”Sebagian gapura dari bambu mulai dipasang di beberapa titik untuk menyambut datangnya bulan Muharam. Tidak lama lagi kita gelar tradisi Keboan,” jelas Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi itu.

Menurut Anton, upacara adat Keboan di Desa Aliyan rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu (31/7). Rangkaian acaranya tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan setiap tahunnya. ”Warga menyambut  tradisi Keboan dengan gegap gempita,” kata kepala desa yang mahir bermain musik ini. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/