alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Tim Ahli Cagar Budaya Serahkan Gelas Peninggalan Dinasti Qing

KABAT, Radar Banyuwangi – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi memindahkan benda cagar budaya yang kurang terawat kepada pemerintah Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Senin (20/6). Benda bersejarah itu sebelumnya tersimpan di etalase luar ruangan, yakni di sebelah selatan kantor Desa Macanputih.

Sayangnya, kondisi etalase kurang terawat sehingga benda-benda yang berada di dalam etalase juga tidak terlihat jelas. Melihat kondisi tersebut, TACB kemudian memberikan saran agar benda-benda yang berada di dalam etalase paten tersebut dipindahkan ke balai desa dengan dimasukkan ke dalam etalase yang lebih bagus dan terawat.

”Maksud dan tujuannya sudah baik, tetapi ini sudah tak lagi terlihat. Lagipula kalau diletakkan di tepi sawah siapa yang mau melihat benda-benda ini,” ujar salah satu anggota TACB, Ilham Triadi.

Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam etalase permanen itu, diketahui ada dua piring kuno yakni piring Maastricth Holland dengan diameter 25 cm (dua warna ) dan piring Maastricht dengan diameter 21 cm.

Selain itu juga ada barang yang cukup langka dan berusia cukup tua, yakni lima gelas untuk minum teh. Lima gelas cucing itu diduga merupakan peninggalan era klasik Dinasti Qing Cina. ”Dinasti Qing yang berkuasa terakhir dan terlama yakni kisaran tahun 1636–1912 M juga dikenal sebagai Dinasti Manchu atau Kekaisaran Qing,” jelas Ilham.

Ada juga mangkok siam dengan tiga paku di bagian pantat dengan diameter 15 cm dan mangkuk sup berwarna putih yang diduga peninggalan Jepang. Mangkuk sup itu memiliki diameter 11 cm. ”Semua benda kita identifikasi terlebih dahulu, kita foto kemudian kami serahkan kembali kepada Pemerintah Desa Macanputih,” jelasnya.

Benda bersejarah itu diterima langsung oleh Sekretaris Desa Macanputih Yogi Yanto Raharjo, 50, untuk disimpan dan menjadi koleksi museum di Desa Macanputih. ”Tolong dibuatkan etalase yang bagus, sudah kita berikan nama sekaligus deskripsinya. Sehingga, orang yang datang ke Balai Desa Macanputih ini juga bisa melihat koleksi benda peninggalan bersejarah yang ditemukan di Desa Macanputih,” tandas Ilham. (ddy/aif/c1)

KABAT, Radar Banyuwangi – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi memindahkan benda cagar budaya yang kurang terawat kepada pemerintah Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Senin (20/6). Benda bersejarah itu sebelumnya tersimpan di etalase luar ruangan, yakni di sebelah selatan kantor Desa Macanputih.

Sayangnya, kondisi etalase kurang terawat sehingga benda-benda yang berada di dalam etalase juga tidak terlihat jelas. Melihat kondisi tersebut, TACB kemudian memberikan saran agar benda-benda yang berada di dalam etalase paten tersebut dipindahkan ke balai desa dengan dimasukkan ke dalam etalase yang lebih bagus dan terawat.

”Maksud dan tujuannya sudah baik, tetapi ini sudah tak lagi terlihat. Lagipula kalau diletakkan di tepi sawah siapa yang mau melihat benda-benda ini,” ujar salah satu anggota TACB, Ilham Triadi.

Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam etalase permanen itu, diketahui ada dua piring kuno yakni piring Maastricth Holland dengan diameter 25 cm (dua warna ) dan piring Maastricht dengan diameter 21 cm.

Selain itu juga ada barang yang cukup langka dan berusia cukup tua, yakni lima gelas untuk minum teh. Lima gelas cucing itu diduga merupakan peninggalan era klasik Dinasti Qing Cina. ”Dinasti Qing yang berkuasa terakhir dan terlama yakni kisaran tahun 1636–1912 M juga dikenal sebagai Dinasti Manchu atau Kekaisaran Qing,” jelas Ilham.

Ada juga mangkok siam dengan tiga paku di bagian pantat dengan diameter 15 cm dan mangkuk sup berwarna putih yang diduga peninggalan Jepang. Mangkuk sup itu memiliki diameter 11 cm. ”Semua benda kita identifikasi terlebih dahulu, kita foto kemudian kami serahkan kembali kepada Pemerintah Desa Macanputih,” jelasnya.

Benda bersejarah itu diterima langsung oleh Sekretaris Desa Macanputih Yogi Yanto Raharjo, 50, untuk disimpan dan menjadi koleksi museum di Desa Macanputih. ”Tolong dibuatkan etalase yang bagus, sudah kita berikan nama sekaligus deskripsinya. Sehingga, orang yang datang ke Balai Desa Macanputih ini juga bisa melihat koleksi benda peninggalan bersejarah yang ditemukan di Desa Macanputih,” tandas Ilham. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/