Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Budaya
icon featured
Budaya

Parade Maulid Naik Hand Tractor

21 Oktober 2021, 14: 10: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Parade Maulid Naik Hand Tractor

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Beragam cara dilakukan oleh warga Banyuwangi untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Ada yang mengarak jodang kembang endog menggunakan mesin pembajak sawah. Ada pula yang membuat gunungan kembang endog yang dipikul beramai-ramai.

Beragam kegiatan digelar oleh warga Banyuwangi untuk memeriahkan momen Maulid Nabi. Seperti dilakukan warga Nahdlatul Ulama di Lingkungan Rowo, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (19/10). Usai pembacaan Maulid Barjanzi di Masjid Al-Huda Pakis Lingkungan Rowo, warga berbondong-bondong menuju halaman masjid untuk menyiapkan parade ”Jodang Singkal”. Singkal adalah kata yang digunakan oleh masyarakat Oseng untuk menyebut alat atau mesin pembajak sawah.

Panitia yang digawangi oleh Remaja Masjid Al-Huda Kelurahan Pakis Lingkungan Rowo telah menyiapkan 17 mesin singkal atau hand tractor, lima mobil pikap yang semuanya dipenuhi dengan hiasan kembang endog atau jodang yang kemudian diarak keliling kampung.

Baca juga: Anggota TNI dari Papua Diajari Menyangrai Kopi

Panitia kegiatan Nurul Hakim mengatakan, parade ”Jodang Singkal” ini merupakan bentuk syukur warga Pakis atas kelahiran Nabi Muhammad. Mesin singkal adalah alat utama yang digunakan oleh masyarakat Pakis Rowo dalam mengais rezeki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, yang mayoritas masyarakatnya adalah petani.

”Semoga perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan singkal mesin ini, seluruh aktivitas warga tani di Lingkungan Pakis Rowo ini juga mendapatkan keberkahan,” ujar Hakim.

Para peternak bebek yang dikoordinasi oleh Muhlasin menyumbangkan 3.000 telur untuk keperluan hiasan jodang. Selain bertani, warga pakis juga banyak yang beternak bebek. ”Alhamdulillah, kami semua kompak untuk menyumbangkan telur bebek sebagai rasa syukur kami untuk perayaan Maulid Nabi ini,” jelas Muhlasin.

Kemeriahanperingatan Maulid Nabi juga berlangsung di di Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh. Karang taruna bersama remaja masjid di sana menggelar pawai kirab jodang kembang endog. Mereka  membuat gunungan kembang telur yang diarak keliling kampung. Meski sempat diguyur hujan, para remaja dan pemuda masih bersemangat mengarak jodang berisi telur yang menjadi rebutan warga selama perjalanan kirab. ”Kami lakukan dengan terbatas dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandas Yoga, pemuda setempat. 

(bw/ddy/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia