Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Budaya
icon featured
Budaya

Pawai Endog-Endogan Hancurkan Replika Virus Korona

20 Oktober 2021, 13: 30: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Pawai Endog-Endogan Hancurkan Replika Virus Korona

KREATIF: Anak-anak Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, menghancurkan replika mikroskopis Covid-19 usai pawai endog-endogan. (deddy Jumhardiyanto/RaBa)

Share this      

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Replika mikroskopis virus korona dihancurkan beramai-ramai oleh anak-anak di Dusun Kedungbaru, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari. Replika itu  dihancurkan menggunakan bambu sebagai simbol harapan agar Covid-19 segera sirna.

Kirab endog-endogan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad boleh dibilang cukup unik. Para remaja dan anak-anak membuat replika mikroskopis virus korona dari kertas. Replika berbentuk bulat dengan bintik-bintik mirip rambutan itu berukuran satu meter dengan tinggi dua meter.

Pawai arak-arakan kembang telur dilakukan secara terbatas. Usai keliling kampung, replika virus korona itu kemudian diletakkan di tanah lapang. ”Kita semua baca selawat dengan harapan virus korona ini segera minggat,” ujar Huda, salah seorang warga setempat.

Baca juga: Woow! Sebrangi Selat Bali Cukup 10 Menit

Ukuran replika yang dibuat tersebut cukup besar. Lima anak merusak replika menggunakan kayu dan bambu. Pembuatan replika tak lain sebagai simbol harapan agar virus korona segera lenyap. Pasalnya, pandemi Covid-19 sangat dirasakan dampaknya oleh seluruh masyarakat, tidak terkecuali di Desa Gintangan yang merupakan sentra anyaman bambu.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, kerajinan anyaman bambu mati total. Tidak ada pesanan yang datang. Akibatnya, warga yang sebelumnya menggantungkan mata pencaharian dari menganyam bambu harus mencari peruntungan dan pekerjaan lain. ”Ini tak lain hanya sebuah ungkapan dan simbol saja agar pandemi ini segera berakhir, tak ada lainnya,” jelas Huda.

Pada tiap perayaan Maulid Nabi, warga Banyuwangi berlomba-lomba membuat hiasan endog-endogan atau jodang yakni hiasan kembang endog yang ditancapkan pada pohon pisang. Ada juga hiasan jodang replika masjid, Kakbah, dan replika lainnya yang selanjutnya diarak keliling kampung.

(bw/ddy/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia