alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Milad Masjid Cheng Hoo Banyuwangi Diperingati Tiap Tanggal 16 September

RADAR BANYUWANGI – Bulan September menjadi bulan lahirnya Masjid Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. Milad diperingati setiap tanggal 16 September.

Penetapan tanggal milad itu didasarkan pada tanggal 16 September 2021, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi selaku nazir yang bertindak sebagai manajemen baru melakukan renovasi total seluruh fasilitas bangunan. ”Selama setahun ini, nazir Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi bertekad mengelola wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel. Agar harta wakaf dan seluruh fasilitasnya dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi H Kadapi Kadiso.

Masjid yang berlokasi di Jalan Sutawijaya No 31-A, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi ini, resmi telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkum HAM RI), dengan Nomor AHU – 0012815.AH.01.04 Tahun 2019. Nazir badan hukum yang diberi amanah sejak hari Jumat, 13 Agustus 2021 ini mengelola dua bidang tanah wakaf  SHM Nomor 104 luas 3.120 meter persegi dan tanah SHM Nomor 251 luas 13.100 meter persegi di Kelurahan Sumberrejo.

Baca Juga :  Tularkan Ilmu Gandrung pada Sinden-Sinden Muda

Total bangunan di atas tanah tersebut meliputi masjid dan seluruh fasilitasnya, gedung lounge area, gedung Taman Kanak-kanak (TK)/ Kelompok Bermain (KB). Selain itu juga terdapat aula dan gedung asrama santri putra dan putri.

Sebelum diwakafkan, kata Kadapi, aset tersebut sempat dikelola oleh Yayasan Adz Dzikra Mohammad Cheng Hoo Banyuwangi. Namun, karena ada dinamika internal yayasan yang berkepanjangan, akhirnya ada putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 3620 K/P.dt/2019 tanggal 16 Desember 2020 yang memutuskan bahwa Akta Pendirian Yayasan Adz-Dzikra Mohammad Cheng Hoo Nomor 5 tanggal 03 Mei 2016 yang dibuat oleh dan di hadapan Ifan Suhendi SH MH, notaris di Banyuwangi dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum dengan segala akibat hukumnya.

Baca Juga :  Gagas Selapanan Sastra Muncar, Lahirkan Karya Bersama

Dengan dikeluarkannya putusan MA tersebut, maka pengurus yayasan sepakat pada September setiap tahunnya diperingati sebagai lahirnya semangat baru Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. ”Pelaksanaan tablig akbar yang akan diselenggarakan ini, merupakan rangkaian dari milad atau hari lahir semangat baru Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi,” tandas Kadapi. (ddy/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Bulan September menjadi bulan lahirnya Masjid Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. Milad diperingati setiap tanggal 16 September.

Penetapan tanggal milad itu didasarkan pada tanggal 16 September 2021, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi selaku nazir yang bertindak sebagai manajemen baru melakukan renovasi total seluruh fasilitas bangunan. ”Selama setahun ini, nazir Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi bertekad mengelola wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel. Agar harta wakaf dan seluruh fasilitasnya dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi H Kadapi Kadiso.

Masjid yang berlokasi di Jalan Sutawijaya No 31-A, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi ini, resmi telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkum HAM RI), dengan Nomor AHU – 0012815.AH.01.04 Tahun 2019. Nazir badan hukum yang diberi amanah sejak hari Jumat, 13 Agustus 2021 ini mengelola dua bidang tanah wakaf  SHM Nomor 104 luas 3.120 meter persegi dan tanah SHM Nomor 251 luas 13.100 meter persegi di Kelurahan Sumberrejo.

Baca Juga :  Ini Patut Ditiru, Generasi Milenial Banyuwangi Kesengsem Mocoan Lontar

Total bangunan di atas tanah tersebut meliputi masjid dan seluruh fasilitasnya, gedung lounge area, gedung Taman Kanak-kanak (TK)/ Kelompok Bermain (KB). Selain itu juga terdapat aula dan gedung asrama santri putra dan putri.

Sebelum diwakafkan, kata Kadapi, aset tersebut sempat dikelola oleh Yayasan Adz Dzikra Mohammad Cheng Hoo Banyuwangi. Namun, karena ada dinamika internal yayasan yang berkepanjangan, akhirnya ada putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 3620 K/P.dt/2019 tanggal 16 Desember 2020 yang memutuskan bahwa Akta Pendirian Yayasan Adz-Dzikra Mohammad Cheng Hoo Nomor 5 tanggal 03 Mei 2016 yang dibuat oleh dan di hadapan Ifan Suhendi SH MH, notaris di Banyuwangi dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum dengan segala akibat hukumnya.

Baca Juga :  Desy Education Gandeng Yangzhou Polytechnic Tiongkok

Dengan dikeluarkannya putusan MA tersebut, maka pengurus yayasan sepakat pada September setiap tahunnya diperingati sebagai lahirnya semangat baru Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. ”Pelaksanaan tablig akbar yang akan diselenggarakan ini, merupakan rangkaian dari milad atau hari lahir semangat baru Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi,” tandas Kadapi. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/