alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Masjid Cheng Hoo Jadi Simbol Kemajemukan dan Kerukunan

RADAR BANYUWANGI – Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi bukan hanya sekadar tempat ibadah. Masjid yang berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, ini juga menjadi simbol harmoni antarmasyarakat Banyuwangi yang multietnis.

Dilihat sekilas, masjid yang didirikan untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Hoo yang menyebarkan Islam di Indonesia itu menyerupai kelenteng. Namun demikian, pembangunan masjid ini tetap memperhatikan kaidah-kaidah pembangunan masjid.

CIRI KHAS: Pola segi delapan juga bisa dijumpai pada pagar masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Selain itu, perpaduan budaya yang dapat terlihat dari arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah bagian atapnya. Atap masjid ini terdiri dari lima susun dengan luas berbeda di setiap tingkat. Semakin ke atas semakin kecil, mirip bangunan pagoda.

Bukan itu saja, arsitektur tiang masjid ini bergaya perpaduan Tiongkok dan Arab. Ornamen pada bangunan dan aksesori masjid ini terdiri dari kaligrafi huruf Arab dan aksara Tiongkok. Ini menjadi simbol kemajemukan dan kerukunan masyarakat Banyuwangi.

Baca Juga :  Seblang Bakungan Dimulai Dengan Selametan Kampung

Sementara itu, sudut langit-langit masjid ini berbentuk persegi delapan menyerupai sarang laba-laba. Unsur delapan ini mengandung filosofi sebagai angka keberuntungan karena tidak memiliki sudut mati. Sedangkan sarang laba-laba merupakan lambang dari hewan yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran kaum Quraisy. (sgt/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi bukan hanya sekadar tempat ibadah. Masjid yang berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, ini juga menjadi simbol harmoni antarmasyarakat Banyuwangi yang multietnis.

Dilihat sekilas, masjid yang didirikan untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Hoo yang menyebarkan Islam di Indonesia itu menyerupai kelenteng. Namun demikian, pembangunan masjid ini tetap memperhatikan kaidah-kaidah pembangunan masjid.

CIRI KHAS: Pola segi delapan juga bisa dijumpai pada pagar masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Selain itu, perpaduan budaya yang dapat terlihat dari arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah bagian atapnya. Atap masjid ini terdiri dari lima susun dengan luas berbeda di setiap tingkat. Semakin ke atas semakin kecil, mirip bangunan pagoda.

Bukan itu saja, arsitektur tiang masjid ini bergaya perpaduan Tiongkok dan Arab. Ornamen pada bangunan dan aksesori masjid ini terdiri dari kaligrafi huruf Arab dan aksara Tiongkok. Ini menjadi simbol kemajemukan dan kerukunan masyarakat Banyuwangi.

Baca Juga :  Perkuat Literasi, Peka terhadap Perubahan

Sementara itu, sudut langit-langit masjid ini berbentuk persegi delapan menyerupai sarang laba-laba. Unsur delapan ini mengandung filosofi sebagai angka keberuntungan karena tidak memiliki sudut mati. Sedangkan sarang laba-laba merupakan lambang dari hewan yang menyelamatkan Nabi Muhammad dari kejaran kaum Quraisy. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/