alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Ikrar Wakaf Tanah untuk Masjid Cheng Hoo Jadi Kebahagiaan Terbesar

RADAR BANYUWANGI – Dibuka dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Tepat pada 13 Agustus 2021, H Kadapi Kadiso menyatakan ikrar wakaf dua bidang tanah yang berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, kepada Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

Total luas tanah yang diwakafkan mencapai 16.220 meter persegi. Lengkap dengan bangunan masjid beserta isinya, termasuk fasilitas tempat wudu, kamar mandi, dan toilet. Selain itu, bangunan rumah kayu seisinya, asrama putra beserta isinya, asrama putri seisinya, bangunan sekolah beserta isinya, kamar mandi, dan aula, serta seluruh tanaman yang ada di atas tanah tersebut juga menjadi objek yang diwakafkan.

Kadapi menuturkan, ikrar wakaf dilakukan lantaran pihaknya sudah menemukan nazir alias penerima wakaf yang memiliki misi yang sama dengannya. Nazir yang dimaksud adalah Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi yang telah berbadan hukum AHU-0012815.AH.01.04 tahun 2019 berdasar akta notaris Nomor 120 tanggal 31 Agustus 2019. ”Kami memiliki misi yang sama dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi, yakni mengaji gratis, sekolah TK gratis, mondok gratis untuk anak yatim piatu,” ungkapnya sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) pertengahan September tahun 2021 lalu.

Baca Juga :  Dinamai Watubuncul Gara-gara Sering Muncul Batu

Kadapi mengungkapkan, selama hidup, kebahagiaan terbesar dia rasakan saat melakukan ikrar wakaf tanah dan bangunan di kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi tersebut. ”Karena saat itu saya bisa melepas harta saya untuk jalan Allah SWT,” ungkapnya.

Masih menurut Kadapi, sejak diwakafkan, maka sejak saat itu pula kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo bukan lagi miliknya. Harta itu sekarang bukan lagi milik Kadapi Kadiso tetapi milik Allah SWT yang dikelola oleh nazir yaitu Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi untuk digunakan kesejahteraan umat Islam secara umum dan khususnya bagi kesejahteraan anak yatim. ”Insya Allah misi kami sebagai wakif (pemberi wakaf) dan nazir untuk menyelenggarakan sekolah gratis untuk TK, anak yatim piatu gratis mondok, serta mengaji gratis di Masjid Muhammad Cheng Hoo terus berkelanjutan,” kata suami Lina Tjahyani tersebut.

Baca Juga :  Cerita Watudodol Versi Kiai Semar hingga Buyut Jakso

Apalagi, ada sejumlah perusahaan yang berkomitmen sanggup menyokong dana operasional bulanan selama dua tahun. Selain itu, Kadapi juga bersedia terus mem-back up sehingga program pendidikan gratis bisa berkelanjutan. ”Insya Allah selama saya hidup, program pendidikan gratis itu akan terus berlanjut. Bahkan, akan diteruskan sampai anak atau cucu saya,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Dibuka dengan kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Tepat pada 13 Agustus 2021, H Kadapi Kadiso menyatakan ikrar wakaf dua bidang tanah yang berlokasi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi, kepada Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

Total luas tanah yang diwakafkan mencapai 16.220 meter persegi. Lengkap dengan bangunan masjid beserta isinya, termasuk fasilitas tempat wudu, kamar mandi, dan toilet. Selain itu, bangunan rumah kayu seisinya, asrama putra beserta isinya, asrama putri seisinya, bangunan sekolah beserta isinya, kamar mandi, dan aula, serta seluruh tanaman yang ada di atas tanah tersebut juga menjadi objek yang diwakafkan.

Kadapi menuturkan, ikrar wakaf dilakukan lantaran pihaknya sudah menemukan nazir alias penerima wakaf yang memiliki misi yang sama dengannya. Nazir yang dimaksud adalah Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi yang telah berbadan hukum AHU-0012815.AH.01.04 tahun 2019 berdasar akta notaris Nomor 120 tanggal 31 Agustus 2019. ”Kami memiliki misi yang sama dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi, yakni mengaji gratis, sekolah TK gratis, mondok gratis untuk anak yatim piatu,” ungkapnya sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) pertengahan September tahun 2021 lalu.

Baca Juga :  Enjoy Saja Walau Ramai Walau Sepi

Kadapi mengungkapkan, selama hidup, kebahagiaan terbesar dia rasakan saat melakukan ikrar wakaf tanah dan bangunan di kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi tersebut. ”Karena saat itu saya bisa melepas harta saya untuk jalan Allah SWT,” ungkapnya.

Masih menurut Kadapi, sejak diwakafkan, maka sejak saat itu pula kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo bukan lagi miliknya. Harta itu sekarang bukan lagi milik Kadapi Kadiso tetapi milik Allah SWT yang dikelola oleh nazir yaitu Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi untuk digunakan kesejahteraan umat Islam secara umum dan khususnya bagi kesejahteraan anak yatim. ”Insya Allah misi kami sebagai wakif (pemberi wakaf) dan nazir untuk menyelenggarakan sekolah gratis untuk TK, anak yatim piatu gratis mondok, serta mengaji gratis di Masjid Muhammad Cheng Hoo terus berkelanjutan,” kata suami Lina Tjahyani tersebut.

Baca Juga :  Bangunan Masjid Cheng Hoo Dominasi Warna Merah, Kuning, dan Hijau

Apalagi, ada sejumlah perusahaan yang berkomitmen sanggup menyokong dana operasional bulanan selama dua tahun. Selain itu, Kadapi juga bersedia terus mem-back up sehingga program pendidikan gratis bisa berkelanjutan. ”Insya Allah selama saya hidup, program pendidikan gratis itu akan terus berlanjut. Bahkan, akan diteruskan sampai anak atau cucu saya,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Opini Kerinduan

PKB-NU Diminta Tetap Jaga Sinergi

Artikel Terbaru

/