alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Tujuh Tari Tanpa Berhenti, BCE Muncar Boyong Ratusan Duta Seni

MUNCAR, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gelaran Banyuwangi Culture Everyweek (BCE) edisi Kecamatan Muncar benar-benar beda dan berlangsung meriah. Ratusan duta seni pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK dan MA tumplek blek di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Sabtu (13/8).

Kegiatan yang dibuka langsung Camat Muncar, Tri Setya Supriyanto itu benar-benar menjadi tontonan menarik setelah sempat berhenti dua tahun akibat pandemi Covid 19. RTH Tembokrejo dipenuhi penonton yang sebagian besar adalah wali murid siswa-siswi se-Kecamatan Muncar.

“Kegiatan festival BCE ini merupakan aplikasi dari gerakan Banyuwangi Rebound, tangani pandemi dengan vaksinasi, pulihkan ekonomi semua kegiatan UMKM di sekitar mulai bangkit dan merajut harmoni semua bisa kompak menampilkan atraksi yang terbaik,” ujar Tri Setya Supriyanto.

Kegiatan  mendapatkan dukungan penuh dari guru/ kepala sekolah dan wali murid di semua jenjang pendidikan se-Kecamatan Muncar benar-benar memberi warna berbeda dalam gelaran BCE edisi Kecamatan Muncar yang disiarkan live YouTube tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terselenggaranya BCE edisi Kecamatan Muncar dengan panggung megah ini,” kata Tri Setya.

Baca Juga :  Gus Muafiq: Bisa Perkuat Karakter Kebangsaan

Tema BCE kali ini, kata Tri Setya, yakni Pesona Muncar kaya panorama, kaya budaya, multi etnis suku, agama dan RAS. Semua ada di Muncar. “Semoga melalui kegiatan ini anak didik yang memiliki talenta dan kemampuan bisa mendapatkan tepat dan ruang untuk kespresi dan meriah prestasi,” tandasnya.

Pagelaran BCE edisi Kecamatan Muncar ini berbeda, karena tujuh tarian ditampilkan tanpa berhenti dan terus menyambung. Dalam waktu hampir satu jam, penampilan atraksi tari dipadu dengan sinden bernyanyi memberi warna tersendiri. “Penampilannya sangat keren sekali. Semuanya sudah terkonsep dengan sangat baik,” ujar Joko salah seorang penonton.

Kolaburasi SMAN 1 Muncar dan SMK 17 Agustus 1945 Muncar mengawali dengan pertunjukkan pembacaan puisi Banyuwangi dilanjutkan tari gandrung. Belum sampai selesai, siswa dari Gugus Sumberberas bersiap masuk dan menampilkan tari Sorote Lintang.

Baca Juga :  Lukisan Bergambar Bupati Ipuk Laku Rp 16,5 Juta

Begitupun dari gugus Blambangan juga tak mau kalah menampilkan tari Jakripah. Musik tradisional yang mengiringi para penari tanpa berhenti dan melanjutkan dengan tari Panorama Banyuwangi yang dipertunjukkan oleh dutas seni dari SMPN 2 Muncar.

Menariknya, dutas seni dari SMK 17 Agustus 1945 Muncar juga unjuk kebolehan lewat gerak tari berjudul Muncar Menawan yang menjadi ciri khas Muncar sebagai daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Para talenta muda ini turut serta menggambarkan nelayan yang sedang berburu ikan dengan memegang jaring. Kegiatan ditutup dengan penampilan tari Jaranan Buto dan semua duta seni pelajar kompak menari dengan gerakan serempak. “Baru kali ini saya menyaksikan penampilan yang tersusun rapi, meskipun tayangan live streamingnya sempat ada kendala pada sound system,” tandas Aris salah seorang penonton. (ddy/afi)

MUNCAR, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gelaran Banyuwangi Culture Everyweek (BCE) edisi Kecamatan Muncar benar-benar beda dan berlangsung meriah. Ratusan duta seni pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK dan MA tumplek blek di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Sabtu (13/8).

Kegiatan yang dibuka langsung Camat Muncar, Tri Setya Supriyanto itu benar-benar menjadi tontonan menarik setelah sempat berhenti dua tahun akibat pandemi Covid 19. RTH Tembokrejo dipenuhi penonton yang sebagian besar adalah wali murid siswa-siswi se-Kecamatan Muncar.

“Kegiatan festival BCE ini merupakan aplikasi dari gerakan Banyuwangi Rebound, tangani pandemi dengan vaksinasi, pulihkan ekonomi semua kegiatan UMKM di sekitar mulai bangkit dan merajut harmoni semua bisa kompak menampilkan atraksi yang terbaik,” ujar Tri Setya Supriyanto.

Kegiatan  mendapatkan dukungan penuh dari guru/ kepala sekolah dan wali murid di semua jenjang pendidikan se-Kecamatan Muncar benar-benar memberi warna berbeda dalam gelaran BCE edisi Kecamatan Muncar yang disiarkan live YouTube tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terselenggaranya BCE edisi Kecamatan Muncar dengan panggung megah ini,” kata Tri Setya.

Baca Juga :  Lukisan Bergambar Bupati Ipuk Laku Rp 16,5 Juta

Tema BCE kali ini, kata Tri Setya, yakni Pesona Muncar kaya panorama, kaya budaya, multi etnis suku, agama dan RAS. Semua ada di Muncar. “Semoga melalui kegiatan ini anak didik yang memiliki talenta dan kemampuan bisa mendapatkan tepat dan ruang untuk kespresi dan meriah prestasi,” tandasnya.

Pagelaran BCE edisi Kecamatan Muncar ini berbeda, karena tujuh tarian ditampilkan tanpa berhenti dan terus menyambung. Dalam waktu hampir satu jam, penampilan atraksi tari dipadu dengan sinden bernyanyi memberi warna tersendiri. “Penampilannya sangat keren sekali. Semuanya sudah terkonsep dengan sangat baik,” ujar Joko salah seorang penonton.

Kolaburasi SMAN 1 Muncar dan SMK 17 Agustus 1945 Muncar mengawali dengan pertunjukkan pembacaan puisi Banyuwangi dilanjutkan tari gandrung. Belum sampai selesai, siswa dari Gugus Sumberberas bersiap masuk dan menampilkan tari Sorote Lintang.

Baca Juga :  Puisi Tak Harus Gunakan Kata-Kata Indah

Begitupun dari gugus Blambangan juga tak mau kalah menampilkan tari Jakripah. Musik tradisional yang mengiringi para penari tanpa berhenti dan melanjutkan dengan tari Panorama Banyuwangi yang dipertunjukkan oleh dutas seni dari SMPN 2 Muncar.

Menariknya, dutas seni dari SMK 17 Agustus 1945 Muncar juga unjuk kebolehan lewat gerak tari berjudul Muncar Menawan yang menjadi ciri khas Muncar sebagai daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Para talenta muda ini turut serta menggambarkan nelayan yang sedang berburu ikan dengan memegang jaring. Kegiatan ditutup dengan penampilan tari Jaranan Buto dan semua duta seni pelajar kompak menari dengan gerakan serempak. “Baru kali ini saya menyaksikan penampilan yang tersusun rapi, meskipun tayangan live streamingnya sempat ada kendala pada sound system,” tandas Aris salah seorang penonton. (ddy/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/