alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Penonton Karnaval Membeludak, Pedagang Semringah

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rajutan harmoni seluruh elemen bangsa yang ada di Banyuwangi tergambar jelas Sabtu lalu (13/8). Kala itu, ribuan pelajar memeragakan busana dari berbagai daerah di Indonesia dalam event bertajuk “Karnaval Kebangsaan”.

Bukan sekadar tampil dengan busana asal berbagai daerah di tanah air, para peserta juga menampilkan beragam kesenian Indonesia. Ada yang membawakan tari Lilin dari Minangkabau Sumatera Barat, tari Kecak dari Bali, hingga kesenian asli Bumi Blambangan. Seperti jaranan buto, kebo-keboan, pitik-pitikan, Barong Oseng, dan lain sebagainya.

Karnaval Kebangsaan merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun di Banyuwangi. Setelah sempat 2 tahun vakum karena pandemi, acara yang konsisten menampilkan beragam adat dan budaya Nusantara ini kembali dihelat untuk mengingatkan seluruh warga akan kebhinekaan Indonesia.

Baca Juga :  Muludan Habiskan 13.850 Telur

Pelepasan peserta karnaval dilakukan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Estu Handono, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno. “Karnaval Kebangsaan menjadi ajang merajut harmoni seluruh elemen bangsa, khususnya yang ada di Banyuwangi,” ujar Kapolresta.

Karnaval diikuti sebanyak 1.650 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi. Mereka terbagi dalam 33 kontingen.

Bupati Ipuk Fiestiandani merasa sangat bangga para pelajar antusias menyambut acara ini. Karnaval Kebangsaan menampilkan ragam budaya, etnis, adat-istiadat, dan agama, yang ada di Indonesia. “Lewat kegiatan ini diharapkan semangat menjaga kebhinekaan bisa dirasakan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda sehingga tumbuh toleransi,” tuturnya.

Ipuk mengaku pemkab sengaja menggelar banyak event dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI. Mulai lomba-lomba untuk generasi muda yang sifatnya kreatif, hingga perayaan yang dikemas dalam aneka kegiatan yang menarik, seperti Karnaval Kebangsaan tersebut

Baca Juga :  Larung Sesaji Di Plawangan Muncar

Dikatakan, selain sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar khususnya, juga bisa menjadi ajang memulihkan ekonomi warga karena banyaknya event yang digelar.

Sekadar diketahui, ratusan penjual menjajakan dagangannya di sepanjang rute karnaval, yakni mulai depan kantor Pemkab Banyuwangi hingga finish di Taman Blambangan. “Alhamdulillah, karnavalnya ramai penonton, jualan saya juga ikut ramai. Semoga Banyuwangi terus banyak event, biar kita dapat rezekinya terus,” kata Imam, salah satu warga yang menjajakan dagangan di rute karnaval tersebut. (sgt/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rajutan harmoni seluruh elemen bangsa yang ada di Banyuwangi tergambar jelas Sabtu lalu (13/8). Kala itu, ribuan pelajar memeragakan busana dari berbagai daerah di Indonesia dalam event bertajuk “Karnaval Kebangsaan”.

Bukan sekadar tampil dengan busana asal berbagai daerah di tanah air, para peserta juga menampilkan beragam kesenian Indonesia. Ada yang membawakan tari Lilin dari Minangkabau Sumatera Barat, tari Kecak dari Bali, hingga kesenian asli Bumi Blambangan. Seperti jaranan buto, kebo-keboan, pitik-pitikan, Barong Oseng, dan lain sebagainya.

Karnaval Kebangsaan merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun di Banyuwangi. Setelah sempat 2 tahun vakum karena pandemi, acara yang konsisten menampilkan beragam adat dan budaya Nusantara ini kembali dihelat untuk mengingatkan seluruh warga akan kebhinekaan Indonesia.

Baca Juga :  TK Pertiwi 35 Ramaikan Pawai Budaya Banyuwangi

Pelepasan peserta karnaval dilakukan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Estu Handono, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno. “Karnaval Kebangsaan menjadi ajang merajut harmoni seluruh elemen bangsa, khususnya yang ada di Banyuwangi,” ujar Kapolresta.

Karnaval diikuti sebanyak 1.650 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi. Mereka terbagi dalam 33 kontingen.

Bupati Ipuk Fiestiandani merasa sangat bangga para pelajar antusias menyambut acara ini. Karnaval Kebangsaan menampilkan ragam budaya, etnis, adat-istiadat, dan agama, yang ada di Indonesia. “Lewat kegiatan ini diharapkan semangat menjaga kebhinekaan bisa dirasakan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda sehingga tumbuh toleransi,” tuturnya.

Ipuk mengaku pemkab sengaja menggelar banyak event dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI. Mulai lomba-lomba untuk generasi muda yang sifatnya kreatif, hingga perayaan yang dikemas dalam aneka kegiatan yang menarik, seperti Karnaval Kebangsaan tersebut

Baca Juga :  Larung Sesaji Di Plawangan Muncar

Dikatakan, selain sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar khususnya, juga bisa menjadi ajang memulihkan ekonomi warga karena banyaknya event yang digelar.

Sekadar diketahui, ratusan penjual menjajakan dagangannya di sepanjang rute karnaval, yakni mulai depan kantor Pemkab Banyuwangi hingga finish di Taman Blambangan. “Alhamdulillah, karnavalnya ramai penonton, jualan saya juga ikut ramai. Semoga Banyuwangi terus banyak event, biar kita dapat rezekinya terus,” kata Imam, salah satu warga yang menjajakan dagangan di rute karnaval tersebut. (sgt/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/