alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya terus digeber kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini. Yang terbaru, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menggelar workshop Teater Tradisional dan Pantomim bagi guru SD/SMP se-Banyuwangi.

Kegiatan workshop yang dipusatkan di Gedung Juang 45 Banyuwangi ini digelar selama tiga hari mulai kemarin (11/8) hingga Sabtu (13/8) mendatang. Workshop teater diikuti oleh guru Bahasa Indonesia, guru Seni Budaya, atau pembina ekstrakurikuler SMP se-Banyuwangi. Sementara untuk pantomim diikuti oleh guru-guru SD.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi Hasan Basri mengatakan, secara umum pelaksanaan workshop ini dalam rangka untuk meningkatkan prestasi siswa dalam bidang teater dan pantomim di Banyuwangi. Selain itu, juga untuk menyiapkan pelaku-pelaku teater di Banyuwangi agar tampilan dari sisi kualitas bisa lebih meningkat.

”Dari sisi kualitas drama diharapkan ada peningkatan yang baru. Sebab, kalau stagnan tidak berubah dan tidak melakukan inovasi, khawatir teater tradisional akan ditinggalkan masyarakat dan pendukungnya seiring dengan cepatnya perkembangan zaman saat ini,” ujar Hasan.

Baca Juga :  28 Manekin Karya Nasirun Diboyong ke Banyuwangi

Maka dari itu, imbuh Hasan, salah satu cara yang paling strategis untuk mengenalkan daya tarik berkesenian yakni melalui kegiatan di sekolah. Hal itu guna menjamin keberlangsungan seni yang berkualitas dan dinamis ke depannya. ”Jangka panjangnya, ke depan menyiapkan pelaku teater tradisional agar bisa menghadapi tantangan zaman, pendekatannya melalui pendidikan sejak dini,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, Hasan mengatakan bahwa akan digelar lomba pantomim dan teater tradisional di tingkat pelajar. ”Harapannya ke depan teater tradisional di Banyuwangi bisa berkembang, sesuai potensi masing-masing wilayah. Maka ekstrakurikuler sekolah di Kecamatan Cluring yang kental dengan seni umarmoyo juga didorong untuk melestarikan kesenian tersebut. Begitupun di Kecamatan Blimbingsari dengan potensi aljinan pacul gowang, juga bisa dikembangkan, tentu dengan kreasi anak-anak milenial dan sentuhan-sentuhan berbeda agar bisa tetap eksis,” tegasnya.

Baca Juga :  Gelar Lomba Pakaian Daur Ulang

Di sisi lain, imbuh Hasan, di Banyuwangi saat ini juga rutin digelar lomba teater tingkat SMP pada event pekan cipta seni. ”Workshop ini sebagai upaya untuk menyiapkan kontingen Banyuwangi agar lebih siap dan meningkat prestasinya di tingkat provinsi,” tandas Hasan.

Selama tiga hari ini, para peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dedy Mordeaniel dan Ingkan Prio Manunggal sebagai pemateri pantomim. Sedangkan materi teater tradisional akan dibawakan oleh Saiful dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP dan Ali Kentus.

Pada saat penutupan workshop juga akan dilaksanakan pentas seni teater dan pantomim dari para peserta. Selain itu, juga akan ada pementasan teater keliling dari Jakarta yang berkolaborasi dengan teater Banyuwangi yang dipimpin Pramu Sukarno. (ddy/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya terus digeber kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini. Yang terbaru, Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menggelar workshop Teater Tradisional dan Pantomim bagi guru SD/SMP se-Banyuwangi.

Kegiatan workshop yang dipusatkan di Gedung Juang 45 Banyuwangi ini digelar selama tiga hari mulai kemarin (11/8) hingga Sabtu (13/8) mendatang. Workshop teater diikuti oleh guru Bahasa Indonesia, guru Seni Budaya, atau pembina ekstrakurikuler SMP se-Banyuwangi. Sementara untuk pantomim diikuti oleh guru-guru SD.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi Hasan Basri mengatakan, secara umum pelaksanaan workshop ini dalam rangka untuk meningkatkan prestasi siswa dalam bidang teater dan pantomim di Banyuwangi. Selain itu, juga untuk menyiapkan pelaku-pelaku teater di Banyuwangi agar tampilan dari sisi kualitas bisa lebih meningkat.

”Dari sisi kualitas drama diharapkan ada peningkatan yang baru. Sebab, kalau stagnan tidak berubah dan tidak melakukan inovasi, khawatir teater tradisional akan ditinggalkan masyarakat dan pendukungnya seiring dengan cepatnya perkembangan zaman saat ini,” ujar Hasan.

Baca Juga :  Mengapresiasi Samsudin Adlawi

Maka dari itu, imbuh Hasan, salah satu cara yang paling strategis untuk mengenalkan daya tarik berkesenian yakni melalui kegiatan di sekolah. Hal itu guna menjamin keberlangsungan seni yang berkualitas dan dinamis ke depannya. ”Jangka panjangnya, ke depan menyiapkan pelaku teater tradisional agar bisa menghadapi tantangan zaman, pendekatannya melalui pendidikan sejak dini,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, Hasan mengatakan bahwa akan digelar lomba pantomim dan teater tradisional di tingkat pelajar. ”Harapannya ke depan teater tradisional di Banyuwangi bisa berkembang, sesuai potensi masing-masing wilayah. Maka ekstrakurikuler sekolah di Kecamatan Cluring yang kental dengan seni umarmoyo juga didorong untuk melestarikan kesenian tersebut. Begitupun di Kecamatan Blimbingsari dengan potensi aljinan pacul gowang, juga bisa dikembangkan, tentu dengan kreasi anak-anak milenial dan sentuhan-sentuhan berbeda agar bisa tetap eksis,” tegasnya.

Baca Juga :  Tampilkan Jejer Gandrung Perwakilan Sekolah

Di sisi lain, imbuh Hasan, di Banyuwangi saat ini juga rutin digelar lomba teater tingkat SMP pada event pekan cipta seni. ”Workshop ini sebagai upaya untuk menyiapkan kontingen Banyuwangi agar lebih siap dan meningkat prestasinya di tingkat provinsi,” tandas Hasan.

Selama tiga hari ini, para peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dedy Mordeaniel dan Ingkan Prio Manunggal sebagai pemateri pantomim. Sedangkan materi teater tradisional akan dibawakan oleh Saiful dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMP dan Ali Kentus.

Pada saat penutupan workshop juga akan dilaksanakan pentas seni teater dan pantomim dari para peserta. Selain itu, juga akan ada pementasan teater keliling dari Jakarta yang berkolaborasi dengan teater Banyuwangi yang dipimpin Pramu Sukarno. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/