Gelaran BCE dilaksanakan di Kecamatan Cluring ini dibuka langsung Camat Cluring Henry Suhartono. Acara mempertontonkan atraksi kesenian para pelajar ini dibanjiri penonton. Seolah menjadi pelipur lara setelah lama tidak adanya hiburan pentas seni akibat pandemi. Para pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP/MTs hingga SMA/MA turut memeriahkan acara disiarkan live channel Youtube ini.

Festival BCE tersebut menggunakan sistem offline dan online  bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan tidak menutup kemungkinan hingga mancanegara. Sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah dan berkerumun di tempat acara. “Acara ini sangat spesial, karena dapat menghadirkan tampilan seni budaya berbasis digital,” ujar Suratno, Plt  Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi.

Ada belasan jenis tarian yang disuguhkan para pelajar mulai dari tari Gadrung, Tari Punjari Ciblungan, Jejer Jaran Dawuk Sorote Lintang, Tari Patung-patungan dan Tari Bajidor. Selain itu, juga ada penampilan lagu-lagu khas Banyuwangi dari para pelajar.

Kegiatan Banyuwangi Culture Every Week ini, kata Suratno, juga digelar dalam rangka untuk memberikan wadah pelajar untuk mengekspresikan kemampuan di bidang seni budaya khas Banyuwangi.

Sementara itu, Camat Cluring Henry Suhartono mengapresiasi tampilan kesenian kesenian di Kecamatan Cluring yang merupakan gudang seni budaya khas Banyuwangi. “Cluring ini semua kesenian ada, bahkan yang terbaru juga ada sanggar seni dalang tidak dimiliki daerah kecamatan lain di Banyuwangi,” ujarnya.

Oleh karena, dia juga sangat berterima kasih kepada semua talent, orang tua didik, jajaran coordinator wilayah kerja satuan pendidikan (Korwilkersatdik), dan anak didik yang menunjukkan kebolehannya dalam olah asah bakat menyanyi dan menari. “Apa yang menjadi kebanggan dan prestasi ini juga harus diimbangi dengan indeks pembangunan manusia (IPM) dengan mengenyam pendidikan anak-anak minimal lulus sekolah SMA,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Henry juga berpesan agar masyarakat turut menyukseskan pembangunan daerah seperti di antaranya bebas stunting. “Saya minta guru pendidik dan masyarakat Kecamatan Cluring agar tengok kanan tengok kiri, jika ada warga miskin yang rumahnya reot, segera laporkan harus mulai peduli terhadap sesama warga miskin. Jangan hanya dilihat dan diam, segera laporkan,” tegasnya.

Pelaksanaan event budaya BCE ke depan akan terus dilaksanakan dengan tampilan yang lebih baik dan digelar di ruang terbuka hijau (RTH) agar bisa disaksikan seluruh lapisan masyarakat. (ddy/afi)