alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Setiap Hari Omprog Harus Baru

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Yang jadi pusat perhatian penari Seblang adalah omprog alias mahkota di kepalanya. Omprog ini terbuat dari bahan-bahan alami, dari harus bikin baru setiap hari.

 

Selain menampilkan keindahan gerak tari, juga didukung dengan tata rias dan busana yang dikenakan oleh sang penari. Busana dan tata rias penari Seblang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh tari genre lainnya.

Ciri khas dan keunikan tata busana Seblang ini dapat diketahui dari beberapa bahan yang digunakan, bentuknya maupun tata cara berbusana. Bahan-bahan yang digunakan dalam tata busana.

Salah satu ciri khas keunikan pada adat Seblang terletak pada omprog atau mahkota yang dipakai oleh sang penari. Omprog penari Seblang terbuat dari bahan-bahan alami yang dengan mudah diperoleh di sekitar lingkungan.

Bahan-bahan pembuatan omprog itu di antaranya kerangka omprog yang terbuat dari anyaman bambu yang dibuat disesuaikan dengan ukuran kepala sang penari. Kemudian daun pisang muda (pupus), jenis pisangnya juga adalah pisang Sobo (kepok) berukuran 30 centimeter, kemudian dipotong-potong zig-zag berukuran dua centimeter.

Baca Juga :  Sambut Mudik, Siapkan Dua Kapal Perintis Tujuan Sapeken

Cara membuatnya, daun pisang muda yang telah dipotong zig-zag ditata melingkar pada kerangka omprog yang disusun dari bawah ke atas sampai penuh hingga kerangka tertutup pupus pisang. Setelah itu pada bagian depan dipotong setinggi mata selebar wajah agar muka penari terlihat penonton. “Satu omprog biasanya menghabiskan tiga pelepah daun pisang muda,” ujar Sunaryo, keluarga pembuat omprog Seblang Olehsari.

Pada bagian atas pupus pisang diberi berbagai jenis bunga-bunga segar yang diperoleh dari kebun atau area sekitar pemakaman seperti bunga sepatu, Bougenville, dan berbagai jenis bunga segar lainnya yang memiliki aroma wangi dan warna-warni. Bunga-bunga itu sebagian diikat menggunakan benang, sebagian diuntai dengan lidi dan ditancapkan pada bagian omprog agar hiasannya terlihat menarik dan indah. Tidak lupa, pada bagian tengah omprog diberi aksesoris berupa kaca kecil.

Baca Juga :  Gagas Selapanan Sastra Muncar, Lahirkan Karya Bersama

Menurut Sunaryo, pembuat omprog Seblang adalah ibu kandungnya, Asiyah dan yang mencari bahan baku pembuat omprog Sahwan, ayahnya. Kedua orang tuanya kini telah tiada, dan yang mewarisi ilmu pembuatan omprog itu adalah putri kandungnya, Sintiya Amelia. “Lia (panggilan akrab Sintiya Amelia) saat masih kecil sering menunggui dan membantu neneknya saat membuat omprog, jadi sangat paham betul bagaimana teknis membuat omprog,” jelas Sunaryo.

Sunaryo mengaku, setiap hari selama sepekan, dia harus mencari pupus daun pisang dan bunga-bunga untuk membuat omprog. Karena selama pelaksanaan pertunjukan adat tradisi Seblang itu berlangsung, setiap hari omprog yang dikenakan harus baru agar kelihatan segar. “Pupus adalah warna yang masih hijau muda, jadi dipandang penonton akan tampak segar. Makna lainnya, bisa diartikan omprog yang selalu baru dan segar itu tak lain agar masyarakat Desa Olehsari tetap terlihat segar bugar, tidak loyo. Sehingga selalu bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tandasnya

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Yang jadi pusat perhatian penari Seblang adalah omprog alias mahkota di kepalanya. Omprog ini terbuat dari bahan-bahan alami, dari harus bikin baru setiap hari.

 

Selain menampilkan keindahan gerak tari, juga didukung dengan tata rias dan busana yang dikenakan oleh sang penari. Busana dan tata rias penari Seblang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh tari genre lainnya.

Ciri khas dan keunikan tata busana Seblang ini dapat diketahui dari beberapa bahan yang digunakan, bentuknya maupun tata cara berbusana. Bahan-bahan yang digunakan dalam tata busana.

Salah satu ciri khas keunikan pada adat Seblang terletak pada omprog atau mahkota yang dipakai oleh sang penari. Omprog penari Seblang terbuat dari bahan-bahan alami yang dengan mudah diperoleh di sekitar lingkungan.

Bahan-bahan pembuatan omprog itu di antaranya kerangka omprog yang terbuat dari anyaman bambu yang dibuat disesuaikan dengan ukuran kepala sang penari. Kemudian daun pisang muda (pupus), jenis pisangnya juga adalah pisang Sobo (kepok) berukuran 30 centimeter, kemudian dipotong-potong zig-zag berukuran dua centimeter.

Baca Juga :  Maulid Nabi Barengi Kegiatan Assembly Brindo School

Cara membuatnya, daun pisang muda yang telah dipotong zig-zag ditata melingkar pada kerangka omprog yang disusun dari bawah ke atas sampai penuh hingga kerangka tertutup pupus pisang. Setelah itu pada bagian depan dipotong setinggi mata selebar wajah agar muka penari terlihat penonton. “Satu omprog biasanya menghabiskan tiga pelepah daun pisang muda,” ujar Sunaryo, keluarga pembuat omprog Seblang Olehsari.

Pada bagian atas pupus pisang diberi berbagai jenis bunga-bunga segar yang diperoleh dari kebun atau area sekitar pemakaman seperti bunga sepatu, Bougenville, dan berbagai jenis bunga segar lainnya yang memiliki aroma wangi dan warna-warni. Bunga-bunga itu sebagian diikat menggunakan benang, sebagian diuntai dengan lidi dan ditancapkan pada bagian omprog agar hiasannya terlihat menarik dan indah. Tidak lupa, pada bagian tengah omprog diberi aksesoris berupa kaca kecil.

Baca Juga :  Pawai Endog-Endogan Hancurkan Replika Virus Korona

Menurut Sunaryo, pembuat omprog Seblang adalah ibu kandungnya, Asiyah dan yang mencari bahan baku pembuat omprog Sahwan, ayahnya. Kedua orang tuanya kini telah tiada, dan yang mewarisi ilmu pembuatan omprog itu adalah putri kandungnya, Sintiya Amelia. “Lia (panggilan akrab Sintiya Amelia) saat masih kecil sering menunggui dan membantu neneknya saat membuat omprog, jadi sangat paham betul bagaimana teknis membuat omprog,” jelas Sunaryo.

Sunaryo mengaku, setiap hari selama sepekan, dia harus mencari pupus daun pisang dan bunga-bunga untuk membuat omprog. Karena selama pelaksanaan pertunjukan adat tradisi Seblang itu berlangsung, setiap hari omprog yang dikenakan harus baru agar kelihatan segar. “Pupus adalah warna yang masih hijau muda, jadi dipandang penonton akan tampak segar. Makna lainnya, bisa diartikan omprog yang selalu baru dan segar itu tak lain agar masyarakat Desa Olehsari tetap terlihat segar bugar, tidak loyo. Sehingga selalu bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tandasnya

Artikel Terkait

Most Read

Putus Siklus DBD melalui Gertak PSN

Anggota PPK Dipangkas Jadi Tiga

Artikel Terbaru

/