alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Darah Mak Enah Mengalir ke Susi Susanti

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tak sembarang orang bisa menjadi penari Seblang Olehsari. Tidak perlu mendaftar. Juga tak perlu mengurus atau melengkapi persyaratan administrasi dan lain sebagainya. Sebaliknya, penari seblang adalah sosok yang dipilih oleh makhluk tak kasat mata yang diyakini merupakan leluhur warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah.

Bukan itu saja, penari Seblang Olehsari juga harus memiliki garis keturunan dari penari seblang pertama. Masyarakat setempat percaya, ritual seblang kali pertama dilakukan sekitar 200 sampai 300 tahun lalu.

Hal itu diutarakan salah satu masyarakat adat Desa Olehsari, yakni Sunaryo. “Penari seblang harus memiliki garis keturunan dari penari seblang pertama,” ujar pria yang dipercaya mempersiapkan semua kebutuhan ritual tari seblang, mulai pucuk daun pisang dan daun pinang untuk omprok alias mahkota seblang, porobungkil, dan lain-lain tersebut.

Baca Juga :  Wow, Menteri Susi Bagikan Tiga Ton Ikan di Pesantren Blokagung

Tahun ini, tugas menjadi penari seblang diemban oleh Susi Susanti. Bukan kali ini saja perempuan berusia 21 tahun ini didaulat menjadi penari seblang. Dia telah mengemban tugas tersebut sejak masih gadis dan duduk di bangku salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Banyuwangi. Tepatnya di tahun 2018 dan 2019.

Sedianya, Susi kembali bertugas sebagai penari Seblang pada penyelenggaraan tahun 2020 dan 2021 lalu. Namun sayang, kala itu ritual tersebut terpaksa tidak digelar lantaran terbentur pandemi Covid-19 yang tengah mengganas. Namun beruntung, tahun ini, saat tren penularan penyakit yang disebabkan virus korona itu telah melandai dan cakupan vaksinasi Covid-19 sudah relatif tinggi, ritual tersebut kembali dilaksanakan.

Baca Juga :  Sabet Jawara Festival Literasi Nasional 2022

Ditemui wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di kediamannya Kamis malam (5/5) atau tepat sebelum ritual tari seblang digeber Jumat siang (6/5), Susi membenarkan dirinya masih memiliki garis keturunan penari seblang. Tepatnya dari sang ayah, yakni Untung yang merupakan putra dari Mak Enah, penari seblang di zamannya.

Bahkan, selain Susi, salah satu putri Pak Untung yang lain, yakni Wahyuni, juga pernah didaulat menjadi penari seblang, yakni sekitar tahun 2006 sampai 2008. “Kakak saya juga pernah menjadi penari seblang,” ujarnya sembari tersenyum. 

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Tak sembarang orang bisa menjadi penari Seblang Olehsari. Tidak perlu mendaftar. Juga tak perlu mengurus atau melengkapi persyaratan administrasi dan lain sebagainya. Sebaliknya, penari seblang adalah sosok yang dipilih oleh makhluk tak kasat mata yang diyakini merupakan leluhur warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah.

Bukan itu saja, penari Seblang Olehsari juga harus memiliki garis keturunan dari penari seblang pertama. Masyarakat setempat percaya, ritual seblang kali pertama dilakukan sekitar 200 sampai 300 tahun lalu.

Hal itu diutarakan salah satu masyarakat adat Desa Olehsari, yakni Sunaryo. “Penari seblang harus memiliki garis keturunan dari penari seblang pertama,” ujar pria yang dipercaya mempersiapkan semua kebutuhan ritual tari seblang, mulai pucuk daun pisang dan daun pinang untuk omprok alias mahkota seblang, porobungkil, dan lain-lain tersebut.

Baca Juga :  Polresta Gelar Vaksin Door to Door Berhadiah Minyak Goreng

Tahun ini, tugas menjadi penari seblang diemban oleh Susi Susanti. Bukan kali ini saja perempuan berusia 21 tahun ini didaulat menjadi penari seblang. Dia telah mengemban tugas tersebut sejak masih gadis dan duduk di bangku salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Banyuwangi. Tepatnya di tahun 2018 dan 2019.

Sedianya, Susi kembali bertugas sebagai penari Seblang pada penyelenggaraan tahun 2020 dan 2021 lalu. Namun sayang, kala itu ritual tersebut terpaksa tidak digelar lantaran terbentur pandemi Covid-19 yang tengah mengganas. Namun beruntung, tahun ini, saat tren penularan penyakit yang disebabkan virus korona itu telah melandai dan cakupan vaksinasi Covid-19 sudah relatif tinggi, ritual tersebut kembali dilaksanakan.

Baca Juga :  Tabur Bunga Di Monumen Cemetuk

Ditemui wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di kediamannya Kamis malam (5/5) atau tepat sebelum ritual tari seblang digeber Jumat siang (6/5), Susi membenarkan dirinya masih memiliki garis keturunan penari seblang. Tepatnya dari sang ayah, yakni Untung yang merupakan putra dari Mak Enah, penari seblang di zamannya.

Bahkan, selain Susi, salah satu putri Pak Untung yang lain, yakni Wahyuni, juga pernah didaulat menjadi penari seblang, yakni sekitar tahun 2006 sampai 2008. “Kakak saya juga pernah menjadi penari seblang,” ujarnya sembari tersenyum. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/