alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Ada Make Up Modern, Kosmetik Tradisional Dipertahankan

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Agar tampil menarik. penari Seblang wajib dirias. Riasan yang digunakan penari seblang tergolong bahan make up sederhana. Meski sudah terpengaruh sejumlah bahan kosmetika modern, namun ada beberapa bahan tradisional masih dipertahankan.

Bahan kosmetika tradisional itu dibuat sendiri oleh sang perias seblang adalah wedak pupur atau lulur, yang digunakan untuk melulur wajah sang penari agar terlihat kuning.  Bahan rias lainnya yang digunakan adalah batu alis. Dahulu yang digunakan adalah langes atau asap hitam lampu yang menggumpal dan lipstick. Semua bahan riasan sederhana. “Kalau riasnya cepet tidak sampai satu jam” ungkap Malenah istri Sunaryo perias penari Seblang.

Malenah mengaku jika sebetulnya yang diwarisi merias Seblang adalah putrinya yang bernama Sintiya Amelia. Karena saat ini putrinya memiliki bayi, maka dia didapuk untuk menggantikan. Namun, semua pekerjaan itu dijalani dengan didampingi putri kandungnya, Sintiya.

Tata rias sederhana penari Seblang, kata Malenah, agar sang penari tampil bersih, cantik dan menarik. Selain merias wajah, dia juga yang mengenakan pakaian penari Seblang. Bentuk tata busana penari Seblang adalah kemben.

Yakni mengenakan kain sewek pada tubuh bagian bawah, sedangkan pada bagian atas menggunakan kemben yang dipasang hingga menutupi bagian dada, dan pada bagian atas dada dibiarkan terbuka saat berangkat ditutupi menggunakan kerudung sampai menuju lokasi pertunjukan.

Karena tarian Seblang ini cukup lincah, maka pada bagian sewek juga diberikan ikat pinggang dan dihiasi dengan sampur dan selendang. Tidak lupa pada bagian kaki menggunakan kaus kaki menutupi maka kaki dan pada kaki kiri dipasangkan tali kerincing.

Dalam berbusana itu, setiap harinya penari Seblang harus berganti sewek. Sehingga selama sepekan harus disiapkan sebanyak tujuh lembar kain sewek. Kain sewek harus dalam kondisi bersih dan suci, karena tarian Seblang ini adalah tarian sakral. Sehingga pakaian yang dikenakan penari juga harus dalam kondisi bersih dan suci.

Yang menarik, bedak pupur atau lulur sisa merias wajah penari Seblang oleh beberapa warga setempat sengaja mendatangi kediaman perias seblang untuk meminta sisa riasan. “Biasanya hanya mereka yang meyakini yang datang ke mari, dilulurkan bedak bekas riasan agar tidak sawan,” tandas Malenah. 

GLAGAH, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Agar tampil menarik. penari Seblang wajib dirias. Riasan yang digunakan penari seblang tergolong bahan make up sederhana. Meski sudah terpengaruh sejumlah bahan kosmetika modern, namun ada beberapa bahan tradisional masih dipertahankan.

Bahan kosmetika tradisional itu dibuat sendiri oleh sang perias seblang adalah wedak pupur atau lulur, yang digunakan untuk melulur wajah sang penari agar terlihat kuning.  Bahan rias lainnya yang digunakan adalah batu alis. Dahulu yang digunakan adalah langes atau asap hitam lampu yang menggumpal dan lipstick. Semua bahan riasan sederhana. “Kalau riasnya cepet tidak sampai satu jam” ungkap Malenah istri Sunaryo perias penari Seblang.

Malenah mengaku jika sebetulnya yang diwarisi merias Seblang adalah putrinya yang bernama Sintiya Amelia. Karena saat ini putrinya memiliki bayi, maka dia didapuk untuk menggantikan. Namun, semua pekerjaan itu dijalani dengan didampingi putri kandungnya, Sintiya.

Tata rias sederhana penari Seblang, kata Malenah, agar sang penari tampil bersih, cantik dan menarik. Selain merias wajah, dia juga yang mengenakan pakaian penari Seblang. Bentuk tata busana penari Seblang adalah kemben.

Yakni mengenakan kain sewek pada tubuh bagian bawah, sedangkan pada bagian atas menggunakan kemben yang dipasang hingga menutupi bagian dada, dan pada bagian atas dada dibiarkan terbuka saat berangkat ditutupi menggunakan kerudung sampai menuju lokasi pertunjukan.

Karena tarian Seblang ini cukup lincah, maka pada bagian sewek juga diberikan ikat pinggang dan dihiasi dengan sampur dan selendang. Tidak lupa pada bagian kaki menggunakan kaus kaki menutupi maka kaki dan pada kaki kiri dipasangkan tali kerincing.

Dalam berbusana itu, setiap harinya penari Seblang harus berganti sewek. Sehingga selama sepekan harus disiapkan sebanyak tujuh lembar kain sewek. Kain sewek harus dalam kondisi bersih dan suci, karena tarian Seblang ini adalah tarian sakral. Sehingga pakaian yang dikenakan penari juga harus dalam kondisi bersih dan suci.

Yang menarik, bedak pupur atau lulur sisa merias wajah penari Seblang oleh beberapa warga setempat sengaja mendatangi kediaman perias seblang untuk meminta sisa riasan. “Biasanya hanya mereka yang meyakini yang datang ke mari, dilulurkan bedak bekas riasan agar tidak sawan,” tandas Malenah. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/