25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Diguyur Hujan tetap Semarak, BCE Srono Hadirkan Tari Kembang Kemangi

SRONO, Jawa Pos Radar Banyuwangi Kecamatan Srono mendapat giliran dalam event Banyuwangi Culture Everyweek (BCE). Gelaran festival yang mengasah bakat minat pelajar itu dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Srono, Sabtu (1/10).

Kegiatan yang dibuka Camat Srono, Tri Wahyu Angembani itu mendapat sambutan antusias dari para pelajar dan orang tua wali murid. Mereka datang berduyun-duyun di halaman kantor Kecamatan Srono. “Saya berterima kasih kepada seluruh wali murid, siswa, guru dan korwilkersatdik yang telah menyiapkan acara ini dengan baik,” ungkap Tri Wahyu Angembani.

Menurutnya, kegiatan BCE ini merupakan agenda Banyuwangi Festival yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di masing-masing kecamatan di seluruh Banyuwangi. Bahkan, kegiatan BCE ini juga diselenggarakan secara offline, dan online.

“Kami bersyukur, karena BCE ini merupakan kegiatan yang positif untuk anak-anak pelajar. Apalagi Kecamatan Srono dari angka narkoba juga merupakan zona merah. Semoga melalui kegiatan ini akan memberikan wadah untuk melakukan kegiatan positif dan mengindarkan dari hal-hal yang negative khususnya bagi pelajar,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekonomi Banyuwangi Rebound Naik 7,66 Persen

Event BCE ini juga terselenggara dengan baik, atas sinergi dan kolaburasi antara penyelenggara satuan pendidikan mulai dari sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Banyuwangi maupun Kantor Kementerian Agama Banyuwangi. “Kegiatan ini tentu kami support, terima kasih kepada semua talent yang berlatih tari, gamelan untuk penampilan terbaik. Semoga bisa menjadi penerus pelestarian seni budaya yang terus tumbuh di Banyuwangi,” harapnya.

GEMULAI: Tari kembang kemangi ditampilkan duta seni pelajar dari MTs Negeri 3 Banyuwangi, Sabtu (1/10). (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)

Kecamatan Srono menyimpan banyak talenta cilik, salah satunya adalah Farel Prayoga yang sukses bernyanyi dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-77 RI di Istana Negara. Selain itu juga adanya sanggar seni yang berprestasi di tingkat nasional. Hal itu diharapkan akan menambah khaszanh budaya dan kreativitas berkesenian di Banyuwangi khususnya di Kecamatan Srono. “Semoga akan muncul talenta yang memiliki jiwa berkesenian yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, para duta seni pelajar mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMK turut memeriahkan event yang rutin digelar setiap akhir pekan ini. Pagelaran diawali dengan tari Jejer gandrung Jaran Dawuk oleh pelajar SMP PGRI 4 Bagorejo disusul penampilan siswi TK PGRI 2 Srono yang dengan gemulai menampilkan tari capung.

Baca Juga :  BCE Kecamatan Sempu Tampilkan Tari Cunduk Menur

Siswi SMAN 1 Srono tak mau kalah, mereka menampilkan tari berjudul Gandrung Sri Dewi. Para siswi SDN 1 Wonosobo juga tak ketinggalan menampilkan tari Kembang Pesisiran. Atraksi tari Jaranan Buto dari SDN 2 Rejoagung juga menyemarakkan suasana di tengah guyuran hujan yang turun dengan cukup lebat.

Duta seni pelajar dari MTs Negeri 3 Banyuwangi tak mau kalah, mereka tampil dengan kostum serba tertutup berwarna hitam menampilkan tari Kembang kemangi. Disusul tari jaran goyang yang menceritakan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara. Penampilan BCE ditutup dengan tari rodat syi’iran oleh duta seni dari MAN 3 Banyuwangi. (ddy/afi)

SRONO, Jawa Pos Radar Banyuwangi Kecamatan Srono mendapat giliran dalam event Banyuwangi Culture Everyweek (BCE). Gelaran festival yang mengasah bakat minat pelajar itu dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Srono, Sabtu (1/10).

Kegiatan yang dibuka Camat Srono, Tri Wahyu Angembani itu mendapat sambutan antusias dari para pelajar dan orang tua wali murid. Mereka datang berduyun-duyun di halaman kantor Kecamatan Srono. “Saya berterima kasih kepada seluruh wali murid, siswa, guru dan korwilkersatdik yang telah menyiapkan acara ini dengan baik,” ungkap Tri Wahyu Angembani.

Menurutnya, kegiatan BCE ini merupakan agenda Banyuwangi Festival yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di masing-masing kecamatan di seluruh Banyuwangi. Bahkan, kegiatan BCE ini juga diselenggarakan secara offline, dan online.

“Kami bersyukur, karena BCE ini merupakan kegiatan yang positif untuk anak-anak pelajar. Apalagi Kecamatan Srono dari angka narkoba juga merupakan zona merah. Semoga melalui kegiatan ini akan memberikan wadah untuk melakukan kegiatan positif dan mengindarkan dari hal-hal yang negative khususnya bagi pelajar,” jelasnya.

Baca Juga :  Tampilkan Tari Srikandi Blambangan

Event BCE ini juga terselenggara dengan baik, atas sinergi dan kolaburasi antara penyelenggara satuan pendidikan mulai dari sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Banyuwangi maupun Kantor Kementerian Agama Banyuwangi. “Kegiatan ini tentu kami support, terima kasih kepada semua talent yang berlatih tari, gamelan untuk penampilan terbaik. Semoga bisa menjadi penerus pelestarian seni budaya yang terus tumbuh di Banyuwangi,” harapnya.

GEMULAI: Tari kembang kemangi ditampilkan duta seni pelajar dari MTs Negeri 3 Banyuwangi, Sabtu (1/10). (Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)

Kecamatan Srono menyimpan banyak talenta cilik, salah satunya adalah Farel Prayoga yang sukses bernyanyi dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-77 RI di Istana Negara. Selain itu juga adanya sanggar seni yang berprestasi di tingkat nasional. Hal itu diharapkan akan menambah khaszanh budaya dan kreativitas berkesenian di Banyuwangi khususnya di Kecamatan Srono. “Semoga akan muncul talenta yang memiliki jiwa berkesenian yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, para duta seni pelajar mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMK turut memeriahkan event yang rutin digelar setiap akhir pekan ini. Pagelaran diawali dengan tari Jejer gandrung Jaran Dawuk oleh pelajar SMP PGRI 4 Bagorejo disusul penampilan siswi TK PGRI 2 Srono yang dengan gemulai menampilkan tari capung.

Baca Juga :  BFF 2022 Suguhkan Workshop, Talkshow, dan Fashion Show

Siswi SMAN 1 Srono tak mau kalah, mereka menampilkan tari berjudul Gandrung Sri Dewi. Para siswi SDN 1 Wonosobo juga tak ketinggalan menampilkan tari Kembang Pesisiran. Atraksi tari Jaranan Buto dari SDN 2 Rejoagung juga menyemarakkan suasana di tengah guyuran hujan yang turun dengan cukup lebat.

Duta seni pelajar dari MTs Negeri 3 Banyuwangi tak mau kalah, mereka tampil dengan kostum serba tertutup berwarna hitam menampilkan tari Kembang kemangi. Disusul tari jaran goyang yang menceritakan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara. Penampilan BCE ditutup dengan tari rodat syi’iran oleh duta seni dari MAN 3 Banyuwangi. (ddy/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/