Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi, menyebabkan warga di tiga Rukun Tetangga (RT) Lingkungan Pakis Rowo, Kelurahan Pakis, resah dan galau. Betapa tidak, kawasan permukiman tersebut rawan banjir jika hujan turun dalam waktu lama.
Jika hujan turun terus-menerus, air drainase akan meluber naik dan merendam rumah warga setinggi betis kaki orang dewasa. Air masuk ke rumah warga di RT 02 RW 01, RT 01 RW 02, dan RT 02/RW 02. ”Setiap hujan lebih dari lima jam, kami selalu waswas. Apalagi, kalau hujan malam hari, kami tak bisa tidur,” ungkap Nurul Hakim, salah seorang warga setempat.
Lokasi rumah warga jaraknya tak jauh dari pantai. Daerah tersebut memang langganan banjir. Air yang kerap menggenangi rumah warga di Lingkungan Pakis Rowo bukan tanpa sebab. Kawasan itu menjadi salah satu daerah langganan banjir karena beberapa hal.
Salah satunya lantaran plengsengan di sebelah selatan perkampungan warga jebol. Akibatnya, air sungai langsung meluber, termasuk ke tempat yang lebih rendah. Ada dua lingkungan dengan kondisi sama, yakni Lingkungan Pantai Rejo dan Pantai Sari. Semuanya masih masuk wilayah Kelurahan Pakis. ”Butuh pembangunan plengsengan agar air dari drainase tidak naik dan meluber ke perkampungan,” katanya
Selain itu, juga dibutuhkan sodetan. Tanah permukiman warga lebih rendah dibanding jalan raya. Praktis, jika terjadi banjir surutnya juga lumayan lama karena air tertahan, tidak ada pembuangan atau sodetan. ”Permukaan jalan lebih tinggi dibanding tanah perkampungan warga, sehingga kalau banjir surutnya lama. Karena tidak ada sodetan pembuangannya,” terang Hakim.
Sejauh ini, sebetulnya segala upaya juga terus dilakukan untuk mengatasi agar perkampungan tersebut tak lagi banjir. Di antaranya yakni dengan melakukan pengerukan sedimen atau normalisasi pada saluran sungai pembuangan menuju pantai.
Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil yang maksimal. Meskipun debit genangan air agak berkurang, masih saja terjadi banjir dan genangan air hingga masuk ke rumah warga jika turun hujan dengan intensitas deras dalam waktu lama. ”Semoga ada solusi. Dari informasi yang kami terima akan ada pembangunan sodetan di jalan raya. Sehingga genangan air bisa mengalir ke sungai,” pungkas Hakim. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono