BANYUWANGI – Aparat Polresta Banyuwangi mengamankan bus pengangkut puluhan peziarah yang hendak menyeberang ke Bali, Jumat (4/4). Setelah menjalani pemeriksaan. dari total 44 penumpang, 16 orang kedapatan memakai surat keterangan tes antigen palsu.
Polisi masih mengusut klinik yang mengeluarkan surat tes antigen tersebut. Sesuai kop, surat tersebut dikeluarkan oleh Pos Swab Antigen Dalam surat tersebut juga tertera Klinik Pratama SWT dan Klinik Pratama Calleza. ”Kita memang mengamankan bus rombongan para peziarah asal Jakarta, bus tersebut diamankan karena menggunakan surat rapid test antigen palsu,” ujar Kapolresta Kombespol Nasrun Pasaribu melalui Kapolsek KP3 AKP Ali Masduki.
44 penumpang tersebut diangkut bus Megati Trans nopol B 7747 FGA. Rombongan berziarah ke Jawa, Madura, dan Bali. Mereka berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qudwah Al Muqoddasah, Jakarta Timur. ”Kami mendapati 16 penumpang menggunakan surat tes antigen palsu,’’ kata Ali.
Rombongan peziarah tersebut diamankan pada Jumat (4/3) sekitar pukul 15.00. Rombongan satu bus tersebut berangkat dar Ponpes Al-qudwah dengan tujuan ziarah ke Bali. ”44 penumpang bus beserta sopirnya kita periksa surat-suratnya sebagai syarat untuk menyeberang ke Bali,” ujar Ali.
Ketika petugas melakukan pemeriksaan, jelas Ali, petugas ternyata mendapati ada 16 penumpang yang diduga surat tes antigennya palsu. Ketika barcode di-scan tidak muncul ke sistem. ”Kita dapati ada 16 penumpang yang suratnya palsu. Mereka langsung kita amankan ke Polsek KP3 untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Pemeriksaan yang dilakukan memang cukup lama sehingga perjalanan para peziarah harus tersendat selama sehari. ”Kita masih melengkapi berkas-berkas. Semua saksi sudah dilakukan pemeriksaan,” cetusnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, rombongan peziarah melakukan pemeriksaan tes antigen di klinik sekitar Pelabuhan Ketapang. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan klinik yang berani mengeluarkan surat tes antigen tanpa melalui pemeriksaan medis. ”Sementara ini kita lakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus tersebut,” tegasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan kepada seluruh penumpang, ternyata mereka menjadi korban praktik layanan tes antigen palsu. Rombongan akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan dengan syarat harus dites antigen lagi. ”Karena menjadi korban penipuan, mereka kita sarankan melapor ke Polsek KP3 Banyuwangi. Boleh melanjutkan perjalanan, asalkan harus ada perwakilan rombongan yang bertanggung jawab,’’ tegas Ali.
Editor : Ali Sodiqin