JawaPos.com – Rencana Pemprov Jatim meningkatkan status Terminal Brawijaya menjadi terminal pariwisata mengundang perhatian DPRD Jawa Timur. Kemarin (19/1) rombongan Komisi D DPRD Jatim melakukan sidak ke terminal yang familier disebut Terminal Karangente tersebut.
Mereka melihat langsung kesiapan terminal Tipe B yang berada di Jalan Brawijaya tersebut. Secara bertahap, rencananya Terminal Brawijaya akan digerojok anggaran Rp 40 miliar. Tahap awal akan dikucurkan Rp 2,4 miliar pada tahun ini.
Sidak yang diikuti sepuluh anggota DPRD kemarin dipimpin Ketua Komisi D Kusmanto. ”Kedatangan kami dalam rangka pembangunan terminal Tipe B, yaitu Terminal Brawijaya yang rencananya akan menjadi terminal pariwisata,” jelas anggota komisi D DPRD Jatim Hermanto.
Menurut Hermanto, pada tahun ini terminal lain di Jawa Timur hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta. Pemberian anggaran yang begitu besar di Banyuwangi sempat menjadi perdebatan di rapat internal komisi D DPRD Jawa Timur. ”Disesuaikan dengan peruntukan dan kebutuhan karena menjadi pintu masuk pariwisata Jawa Timur, termasuk menjadi penunjang. Itu grand design-nya,” tegasnya.
Diungkapkan Hermanto, Dinas Perhubungan Jawa Timur menjelaskan, grand design pembangunan Terminal Brawijaya akan dijadikan terminal pariwisata. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 40 miliar. ”Bentuk desain sudah ada. Untuk tahun ini dialokasikan anggaran ini sebesar 2,4 miliar,” kata politisi asal Banyuwangi itu.
Sidak kemarin dilakukan untuk mengetahui peruntukan anggaran dan bentuk kegiatannya. Terminal pariwisata itu akan memiliki tiga lantai dengan pengelolaan pihak ketiga. Sejak tahun 2017 pengelolaan Terminal Brawijaya telah diserahkan kepada Dinas Perhubungan Jatim.
Terminal pariwisata ini diharapkan bisa efektif saat tol Probowangi sudah beroperasi. Dikatakan Hermanto, tol Probowangi tidak hanya melewati Situbondo, tapi juga melewati Jember. Nantinya, kendaraan yang lewat Jember bisa transit di Terminal Brawijaya.
Selain itu, kendaraan pariwisata yang akan ke Pulau Merah, Ijen, dan tempat wisata lainnya bisa transit di terminal tersebut. ”Kita baru melihat pada tahun ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,4 miliar. Kita ingin tahu bentuk kegiatannya seperti apa,” tegas Hermanto. (fre/aif/c1)