Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Anak Yatim Bermain Perosotan di Rumah Teletubbies

Ali Sodiqin • Sabtu, 14 September 2019 | 03:50 WIB
ribuan-anak-yatim-bermain-perosotan-di-rumah-teletubbies
ribuan-anak-yatim-bermain-perosotan-di-rumah-teletubbies

JawaPos.com - Pendapa Sabha Swagata Blambangan riuh dengan anak-anak yatim, kemarin. Sedikitnya ada 1.100 anak yatim yang diundang Bupati Abdullah Azwar Anas ke pendapa. Mereka dihibur dengan aneka permainan. Suasana gembira benar-benar terasa di rumah dinas Bupati tersebut. Wajah anak-anak yatim terlihat semringah. Di sela mengikuti Festival Anak Yatim, mereka terlihat asyik bermain perosotan di taman guest house atau yang lebih familiar disebut Rumah Teletubbies. 

Ribuan anak yatim datang sejak pagi. Begitu masuk di rumah dinas bupati itu, mereka langsung dibagikan kupon yang bisa digunakan untuk bermain dan makan sepuasnya. Berbagai macam jenis permainan dan aneka makanan disuguhkan gratis.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kegiatan festival tidak hanya berisi agenda pariwisata. Melainkan juga ada beragam event untuk membangkitkan rasa kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama. ”Festival Anak Yatim ini menjadi cara kami untuk membahagiakan dan menyenangkan anak-anak yatim,” ungkap Anas saat membuka acara.

Anak-anak Yatim selalu memiliki tempat yang istimewa dalam derap pembangunan daerah. Sebab, doa dari anak-anak yatim diyakini juga ikut menjaga daerah hingga proses kemajuan Banyuwangi berjalan dengan lancar. Tak heran, jika di setiap rangkaian acara Pemkab Banyuwangi selalu menghadirkan anak-anak yatim. ”Karena doa anak-anak ini tidak tertolak,” katanya.

Pada kesempatan itu, Anas juga turut memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar terus semangat dan optimistis dalam mengejar masa depan. Karena mereka juga memiliki kesempatan yang sama sebagaimana anak-anak lainnya untuk berprestasi dan mengejar impiannya.  ”Anak-anak tidak perlu khawatir, pemerintah daerah akan terus mendukung pendidikan bagi Ananda yang benar-benar serius untuk menggapai cita-cita,” jelas Anas.

Sebagai wujud kepedulian Pemkab Banyuwangi, lanjut Anas, berbagai program beasiswa pendidikan disediakan oleh pemerintah daerah, mulai tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pemkab Banyuwangi juga memiliki berbagai program pendidikan untuk membantu pelajar tidak mampu, seperti Siswa Asuh Sebaya (SAS), uang saku dan transport sekolah, hingga Beasiswa Banyuwangi Cerdas (BCC) yang membiayai kuliah sampai selesai plus uang saku. ”Maka, jika ada anak yatim yang tidak bersekolah, mohon laporkan pada kami. Akan kami tindak lanjuti,” terangnya.

Festival Anak Yatim 2019 ini juga dirangkai dengan aneka lomba literasi yang diikuti ratusan pelajar SD–SMP yatim se-Kabupaten Banyuwangi. Seperti lomba baca puisi, lomba pidato bahasa Inggris, dan lomba menulis surat untuk Bupati Banyuwangi.

Salah satu anak yatim peserta lomba menulis surat untuk Bupati sekaligus pemenang juara pertama lomba tersebut adalah Tantri Vatikasari, siswa Kelas 9 SMPN 3 Banyuwangi. Tantri mengaku bersyukur bisa menang dan  bangga bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di kabupaten ini. ”Alhamdulillah saya menang. Dalam lomba menulis surat pada Bupati, saya menceritakan kehidupan saya dan cita-cita saya di masa depan,” kata Tantri.

Tantri menuturkan, dalam suratnya dia menceritakan kisah hidupnya yang telah ditinggal oleh sang ayah sejak usia delapan bulan. Sejak itu, ia tinggal hanya berdua dengan ibunya di wilayah Kelurahan Temenggungan Kecamatan Banyuwangi. 

”Saya ingin sekolah sampai kuliah, tadi kata Pak Bupati bisa dipakai beasiswa Banyuwangi Cerdas. Supaya saya bisa kerja kantoran seperti orang-orang agar bisa bahagiakan ibu,” pungkas Tantri dengan senyum erkembang.

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi