Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ulah pengemudi nakal yang menyerobot antrean hingga memicu kemacetan panjang di jalan raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, masih terjadi.
Meski calo ngeblong sempat diciduk polisi, aksinya sulit dihentikan. Sebagian dari mereka tetap ”mengawal” kendaraan yang menyerobot antrean.
Seperti diketahui, kendaraan yang menyerobot antrean menggunakan jalur berlawanan arah dipandu oleh beberapa warga setempat.
Mereka menyediakan jasa bagi pengendara yang enggan mengantre. Kendaraan dipandu melewati antrean dengan menggunakan jalur arah berlawanan. Pengendara memberikan uang kepada calo ngeblong agar bisa melewati antrean.
Camat Wongsorejo Nuril Falah mengatakan, pihaknya bersama aparat kepolisian sudah melakukan imbauan kepada warga agar tidak menjadi makelar ngeblong.
Bahkan beberapa waktu lalu, dua warga sempat diamankan polisi karena tertangkap mengawal kendaraan.
"Semoga kejadian itu menjadi pelajaran kepada warga agar tidak mengambil keuntungan pribadi," pesan Nuril.
Dikatakan Nuril, aparat kepolisian maupun kecamatan tidak mungkin terus-menerus mengawasi jalanan yang macet.
Karena itu masih ada saja beberapa kendaraan yang ngeblong antrean karena mendapat pengawalan dari warga.
Mantan Kasatpol PP Banyuwangi itu mengatakan, biasanya aktivitas ngeblong dilakukan di jam-jam titik macet. Biasanya beroperasi pukul 15.00 sampai 21.00.
Bahkan ada yang sampai pagi hari. Titik kemacetan terparah berada di jalur mendekati jembatan Alasbuluh I dan Alasbuluh II.
"Kalau jam 3 sore sampai jam 9 malam biasanya kendaraan melaju dari selatan. Setelah itu sampai pagi kepadatan kendaraan terjadi dari arah utara," bebernya.
Menurut Nuril, pekerja proyek perbaikan jembatan sudah berupaya mengingatkan makelar ngeblong agar menghentikan aktivitasnya.
Caranya dengan mempekerjakan warga dalam kegiatan proyek perbaikan jembatan. Mereka ditugasi membantu mengatur lalu lintas sekaligus mencegah adanya pengeblong jalan.
“Ada yang dipekerjakan dan diberi honor bulanan, tapi tetap saja ada kendaraan yang menerobos,” tegasnya.
Sementara itu, kemacetan panjang kemarin (26/10) mengular sampai Jembatan Alasbuluh hingga Pasar Wongsorejo. Meski kendaraana tetap berjalan, namun kepadatan arus lalu lintas sulit teratasi.
"Hampir setiap hari ada kemacetan, terutama di jam-jam sibuk orang beraktivitas," ujar Nurhadi, salah seorang warga setempat. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin