alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Varietas Padi BK Situbondo, Umur 77 Hari Sudah Bisa Dipanen

SITUBONDO – Bupati Situbondo Drs. Karna Suswandi, M.M melakukan panen perdana terhadap varietas bibit baru BK Situbondo di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kapongan, Selasa (29/3/2022). Bibit tersebut merupakan hasil inovasi Pemkab Situbondo yang dapat dipanen hanya dalam waktu 77 hari. 

Bupati yang akrab disapa Bung Karna itu mengatakan, bibit BK Situbondo masa tanamannya lebih singkat. Sehingga, bisa dilakukan proses panen raya selama empat kali dalam satu tahun. “Dengan tambahan panen, itu bisa memberikan keuntungan tambahan untuk para petani. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Bung Karna mengatakan, dengan bibit unggulan yang dimiliki Situbondo, bisa menghasilkan gabah sebanyak sembilan  ton dalam satu hektar. Sehingga dapat menjadi potensi agar untung petani bisa lebih besar. “Untuk bisa menghasilkan gabah seberat sembilan ton, kami berharap agar petani mematuhi ketentuan yang telah dibuat oleh Dinas Pertanian Situbondo. Apa yang menjadi harapan kita bersama nantinya bisa benar-benar tercapai ke depan,” ungkapnya.

Disebutkan, jika hasil panen bagus, maka bibit padi BK Situbondo akan diberikan pada masyarakat. “Hasil panen saat ini bagus. Namun nanti masih perlu dievaluasi ulang agar hasil yang didapatkan bisa menguntungkan,” ucapnya.

Varietas bibit BK tersebut juga akan diuji coba ke empat provinsi. Yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. “Bibit ini bukan hanya untuk masyarakat Situbondo. Akan tetapi nantinya bisa mejadi produk unggulan Situbondo yang banyak dikenal oleh seluruh masyarakat di tanah air ini,” imbuh Bupati. (mg1/pri)

SITUBONDO – Bupati Situbondo Drs. Karna Suswandi, M.M melakukan panen perdana terhadap varietas bibit baru BK Situbondo di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kapongan, Selasa (29/3/2022). Bibit tersebut merupakan hasil inovasi Pemkab Situbondo yang dapat dipanen hanya dalam waktu 77 hari. 

Bupati yang akrab disapa Bung Karna itu mengatakan, bibit BK Situbondo masa tanamannya lebih singkat. Sehingga, bisa dilakukan proses panen raya selama empat kali dalam satu tahun. “Dengan tambahan panen, itu bisa memberikan keuntungan tambahan untuk para petani. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Bung Karna mengatakan, dengan bibit unggulan yang dimiliki Situbondo, bisa menghasilkan gabah sebanyak sembilan  ton dalam satu hektar. Sehingga dapat menjadi potensi agar untung petani bisa lebih besar. “Untuk bisa menghasilkan gabah seberat sembilan ton, kami berharap agar petani mematuhi ketentuan yang telah dibuat oleh Dinas Pertanian Situbondo. Apa yang menjadi harapan kita bersama nantinya bisa benar-benar tercapai ke depan,” ungkapnya.

Disebutkan, jika hasil panen bagus, maka bibit padi BK Situbondo akan diberikan pada masyarakat. “Hasil panen saat ini bagus. Namun nanti masih perlu dievaluasi ulang agar hasil yang didapatkan bisa menguntungkan,” ucapnya.

Varietas bibit BK tersebut juga akan diuji coba ke empat provinsi. Yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. “Bibit ini bukan hanya untuk masyarakat Situbondo. Akan tetapi nantinya bisa mejadi produk unggulan Situbondo yang banyak dikenal oleh seluruh masyarakat di tanah air ini,” imbuh Bupati. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/