alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Tempat Pemindangan Ikan Ambruk

SITUBONDO –Tempat pemindangan ikan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Banyuputih, ambruk, kemarin (20/03). penyebabnya diduga karena bangunan tersebut jarang dimanfaatkan. Sehingga, tempat itu tidak terawat dengan baik.

Informasi yang diterima koran ini, hampir tidak ada aktifitas produksi sama sekali di tempat pemindangan selama ini.  Padahal, bangunan dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah. “Namun tidak pernah dilakukan produksi. Lantas untuk apa dibangun,”  ucap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Hal senada disampaikan Nanang, warga setempat. Menurutnya, pemerintah hanya membangun tanpa adanya tindakan lebih lanjut. “Pemindangan itu cuma dibangun dan dibiarkan begitu saja. Tidak dikelola dengan benar dan diabaikan. Sudah sekitar 15 tahun tidak ada aktifitas sama sekali. Maka wajar kalau sekarang ini ambruk,” terangnya.

Selain itu, kata Nanang, barang-barang yang ada di tempat pemindangan itu sudah banyak yang lenyap dan tidak jelas keberadaannya. “Dulunya barang-barang di sana cukup banyak. Namun sekarang sudah tidak ada. Entah kemana. Yang tau orang-orang yang ada di sana,” ucapnya.

Ketua BPD Sumberanyar,  Junaidi Salat, mengatakan, penyebab tidak adanya aktifitas di  lokasi tersebut dikarenakan status hak milik tanah yang simpang siur.

 “Tanah tersebut bermasalah. Ada yang mengatakan milik pemerintah karena berdekatan dengan bibir pantai. Namun, tiba-tiba mantan salah satu kepala desa juga mengakuinya. Bahkan memiliki sertifikat untuk tanah itu,” paparnya.

Namun, menurut mantan aktifis mahasiswa itu, jika memang tanah tersebut adalah milik perseorangan, maka tidak mungkin pemerintah akan membangun fasilitas negara di tanah orang. “Kalau memang bukan milik negara, kenapa kok pemerintah berani membangun fasilitas negara di tanah orang. Ini yang perlu dikaji dan didalami,” pungkasnya. (cw1/pri)

SITUBONDO –Tempat pemindangan ikan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Banyuputih, ambruk, kemarin (20/03). penyebabnya diduga karena bangunan tersebut jarang dimanfaatkan. Sehingga, tempat itu tidak terawat dengan baik.

Informasi yang diterima koran ini, hampir tidak ada aktifitas produksi sama sekali di tempat pemindangan selama ini.  Padahal, bangunan dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah. “Namun tidak pernah dilakukan produksi. Lantas untuk apa dibangun,”  ucap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Hal senada disampaikan Nanang, warga setempat. Menurutnya, pemerintah hanya membangun tanpa adanya tindakan lebih lanjut. “Pemindangan itu cuma dibangun dan dibiarkan begitu saja. Tidak dikelola dengan benar dan diabaikan. Sudah sekitar 15 tahun tidak ada aktifitas sama sekali. Maka wajar kalau sekarang ini ambruk,” terangnya.

Selain itu, kata Nanang, barang-barang yang ada di tempat pemindangan itu sudah banyak yang lenyap dan tidak jelas keberadaannya. “Dulunya barang-barang di sana cukup banyak. Namun sekarang sudah tidak ada. Entah kemana. Yang tau orang-orang yang ada di sana,” ucapnya.

Ketua BPD Sumberanyar,  Junaidi Salat, mengatakan, penyebab tidak adanya aktifitas di  lokasi tersebut dikarenakan status hak milik tanah yang simpang siur.

 “Tanah tersebut bermasalah. Ada yang mengatakan milik pemerintah karena berdekatan dengan bibir pantai. Namun, tiba-tiba mantan salah satu kepala desa juga mengakuinya. Bahkan memiliki sertifikat untuk tanah itu,” paparnya.

Namun, menurut mantan aktifis mahasiswa itu, jika memang tanah tersebut adalah milik perseorangan, maka tidak mungkin pemerintah akan membangun fasilitas negara di tanah orang. “Kalau memang bukan milik negara, kenapa kok pemerintah berani membangun fasilitas negara di tanah orang. Ini yang perlu dikaji dan didalami,” pungkasnya. (cw1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/