alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

DLH Belum Pastikan Sumber Bau Air Sungai

SITUBONDO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo langsung menelusuri informasi adanya bau menyengat di sepanjang sungai lingkungan Dam Paraaman, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, kemarin (29/03). Sayangnya, petugas tidak menemukan sumber bau apek yang disinyalir berasal dari limbah pabrik lumput laut itu.

Kepala DLH, Kholil mengatakan, karena tidak menemukan adanya bau tidak sedap, pihaknya melakukan kroscek langsung ke pabrik rumput laut yang ada di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji itu. “Di sana kita memperoleh fakta, instalasi limbah bocor dan tadi sudah selesai dibetulkan,” terangnya.

Meski ada kebocoran, Kholil mengaku, pihaknya belum memastikan kalau penyebab bau air sungai karena limbah pabrik. “Karena sampai detik ini, kami belum menemukan titik bau yang menyengat itu,” tambahnya.

Makanya, DLH akan terus melakukan pengecekan sumber bau. Kholil menerangkan, pihaknya akan memantau aliran sungai tiga kali dalam sehari. “Yaitu pada pukul 07.30, 15.00, dan pukul 21.00. Kami akan mencari sumber bau sampai ketemu,” terangnya.

Dia meminta kepada masyarakat yang menemukan adanya bau tidak sedap agar segera menghubungi petugas. Kholil memastikan, pihaknya akan langsung turun jika mendapatkan laporan. “Karena harus dipastikan, jam berapa ada bau, dan ada di titik mana,” kata Kholil.

Dia menambahkan, jika DLH sudah menemukan titik bau tersebut, pihaknya akan langsung memanggil pihak perusahaan saat itu juga. “Biar ditunjukkan langsung, dan dicarikan solusi saat itu juga,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, berdasarkan keterangan warga, bau tidak sedap di sepanjang aliran sungai lingkungan Dam Paraaman, muncul sekitar enam bulan yang lalu. Akibat bau tersebut, warga mengaku sangat terganggu. (bib/pri)

SITUBONDO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo langsung menelusuri informasi adanya bau menyengat di sepanjang sungai lingkungan Dam Paraaman, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, kemarin (29/03). Sayangnya, petugas tidak menemukan sumber bau apek yang disinyalir berasal dari limbah pabrik lumput laut itu.

Kepala DLH, Kholil mengatakan, karena tidak menemukan adanya bau tidak sedap, pihaknya melakukan kroscek langsung ke pabrik rumput laut yang ada di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji itu. “Di sana kita memperoleh fakta, instalasi limbah bocor dan tadi sudah selesai dibetulkan,” terangnya.

Meski ada kebocoran, Kholil mengaku, pihaknya belum memastikan kalau penyebab bau air sungai karena limbah pabrik. “Karena sampai detik ini, kami belum menemukan titik bau yang menyengat itu,” tambahnya.

Makanya, DLH akan terus melakukan pengecekan sumber bau. Kholil menerangkan, pihaknya akan memantau aliran sungai tiga kali dalam sehari. “Yaitu pada pukul 07.30, 15.00, dan pukul 21.00. Kami akan mencari sumber bau sampai ketemu,” terangnya.

Dia meminta kepada masyarakat yang menemukan adanya bau tidak sedap agar segera menghubungi petugas. Kholil memastikan, pihaknya akan langsung turun jika mendapatkan laporan. “Karena harus dipastikan, jam berapa ada bau, dan ada di titik mana,” kata Kholil.

Dia menambahkan, jika DLH sudah menemukan titik bau tersebut, pihaknya akan langsung memanggil pihak perusahaan saat itu juga. “Biar ditunjukkan langsung, dan dicarikan solusi saat itu juga,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, berdasarkan keterangan warga, bau tidak sedap di sepanjang aliran sungai lingkungan Dam Paraaman, muncul sekitar enam bulan yang lalu. Akibat bau tersebut, warga mengaku sangat terganggu. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/