alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Bupati Dadang Ajak Siswa Gemar Menabung

SITUBONDO – Bupati H. Dadang Wigiarto SH menghadiri sosialisasi gerakan siswa gemar menabung dan Launching Produk Simpanan Tabungan Siswa dan Tabungan Peduli Siswa (TPS) di aula KPRI Raung, Talkandang, Selasa (30/01). Kegiatan itu diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan PT. BPR Syariah Situbondo.

Dalam acara tersebut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Fathor Rahman, Dirut PT BPR Syariah Situbondo, H. Basrawi Yudhi Nugroho dan  Ketua Panitia Drs. Yondirianto. Kegiatan tersebut dihadiri 182 kepala sekolah dasar (SD) dari wilayah tengah Situbondo.

Ketua Panitia, Drs. Yondirianto menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan bank BPR Syariah. 

Bupati H. Dadang  menyampaikan, peradaban masyarakat ditentukan oleh pendidikan yang diterima anak sejak dini. Kepala sekolah memegang peranan penting dan strategis melalui kebijakan yang mengatur guru dalam membentuk karakter anak didik.

Salah satu cara membentuk karakter anak yang positif, kata Bupati, dengan mengajarkan untuk hemat dan gemar menabung. Bupati meminta para kepala sekolah menjadi agen perubahan dan contoh gemar menabung bagi guru dan anak didik. Sehingga, anak-anak memiliki pengetahuan bagaimana cara mengelola uang sakunya dengan benar dan tidak boros.

Tidak lupa, Bupati Dadang juga menyampaikan rencana tahun kunjungan wisata Situbondo 2019 dan meminta kepala kepala sekolah untuk turut berpartisipasi mewujudkan tahun kunjungan wisata 2019.

Kepala Dispendikbud, Dr fathor Rakhman menerangkan, kegiatan sosialisasi gerakan siswa gemar menabung dan Launching Produk STS  dan TPS memiliki tujuan agar bidang pendidikan juga memiliki peran membantu membesarkan PT. Bank Syariah.

“Saham BPR Syariah, sebagian besar milik Pemerintah Kabupaten Situbondo. Karenanya, bidang pendidikan mengambil peran, pertama  lewat kegiatan sosial pendidikan asuransi siswa kepada seluruh siswa di Kabupaten Situbondo,” terangnya.

Yang kedua adalah memberikan pembelajaran edukasi menabung bagi siswa yang tertib, bermanfaat bagi siswa, bagi pendidikan secara umum. Polanya bagaimana seluruh siswa yang menabung difasilitasi oleh PT. Bank Syariah. “Selain itu, bagaimana tabungan itu benar-benar bisa sesuai dengan peruntukan dan kembali kepada siswa suatu saat yang diperlukan,” terangnya.

Jika ada keluhan-keluhan, tentu Bank Syariah akan memfasilitasi. Contoh pola yang selama ini terjadi adalah saat BOS mengalami keterlambatan, biasanya pihak sekolah memanfaatkan tabungan siswa. Maka, saat ini dengan kerjasama dengan Bank Syariah tidak perlu memanfaatkan tabungan siswa.

“Bank Syariah tanpa bunga dan Bank Syariah pro aktif datang ke sekolah-sekolah untuk jemput bola mencatat di masing-masing sekolah dan  siswa. kita mempunyai sistem informasi pendidikan yang semua terdata terhubung juga dengan berbagai SKPD,” ungkapnya.

Fathor Rakhman berharap, persoalan-persoalan tentang pemanfaatan keuangan di lingkungan sekolah khususnya di sekolah dasar, di TK dan PAUD, semua menjadi tertib dan tidak ada persoalan di masyarakat. “Kita harapkan menjadi budaya bagi anak-anak kita untuk menjadi anak gemar menabung di Kabupaten Situbondo,” ungkapnya. (bib/adv/pri)

SITUBONDO – Bupati H. Dadang Wigiarto SH menghadiri sosialisasi gerakan siswa gemar menabung dan Launching Produk Simpanan Tabungan Siswa dan Tabungan Peduli Siswa (TPS) di aula KPRI Raung, Talkandang, Selasa (30/01). Kegiatan itu diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan PT. BPR Syariah Situbondo.

Dalam acara tersebut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Fathor Rahman, Dirut PT BPR Syariah Situbondo, H. Basrawi Yudhi Nugroho dan  Ketua Panitia Drs. Yondirianto. Kegiatan tersebut dihadiri 182 kepala sekolah dasar (SD) dari wilayah tengah Situbondo.

Ketua Panitia, Drs. Yondirianto menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan bank BPR Syariah. 

Bupati H. Dadang  menyampaikan, peradaban masyarakat ditentukan oleh pendidikan yang diterima anak sejak dini. Kepala sekolah memegang peranan penting dan strategis melalui kebijakan yang mengatur guru dalam membentuk karakter anak didik.

Salah satu cara membentuk karakter anak yang positif, kata Bupati, dengan mengajarkan untuk hemat dan gemar menabung. Bupati meminta para kepala sekolah menjadi agen perubahan dan contoh gemar menabung bagi guru dan anak didik. Sehingga, anak-anak memiliki pengetahuan bagaimana cara mengelola uang sakunya dengan benar dan tidak boros.

Tidak lupa, Bupati Dadang juga menyampaikan rencana tahun kunjungan wisata Situbondo 2019 dan meminta kepala kepala sekolah untuk turut berpartisipasi mewujudkan tahun kunjungan wisata 2019.

Kepala Dispendikbud, Dr fathor Rakhman menerangkan, kegiatan sosialisasi gerakan siswa gemar menabung dan Launching Produk STS  dan TPS memiliki tujuan agar bidang pendidikan juga memiliki peran membantu membesarkan PT. Bank Syariah.

“Saham BPR Syariah, sebagian besar milik Pemerintah Kabupaten Situbondo. Karenanya, bidang pendidikan mengambil peran, pertama  lewat kegiatan sosial pendidikan asuransi siswa kepada seluruh siswa di Kabupaten Situbondo,” terangnya.

Yang kedua adalah memberikan pembelajaran edukasi menabung bagi siswa yang tertib, bermanfaat bagi siswa, bagi pendidikan secara umum. Polanya bagaimana seluruh siswa yang menabung difasilitasi oleh PT. Bank Syariah. “Selain itu, bagaimana tabungan itu benar-benar bisa sesuai dengan peruntukan dan kembali kepada siswa suatu saat yang diperlukan,” terangnya.

Jika ada keluhan-keluhan, tentu Bank Syariah akan memfasilitasi. Contoh pola yang selama ini terjadi adalah saat BOS mengalami keterlambatan, biasanya pihak sekolah memanfaatkan tabungan siswa. Maka, saat ini dengan kerjasama dengan Bank Syariah tidak perlu memanfaatkan tabungan siswa.

“Bank Syariah tanpa bunga dan Bank Syariah pro aktif datang ke sekolah-sekolah untuk jemput bola mencatat di masing-masing sekolah dan  siswa. kita mempunyai sistem informasi pendidikan yang semua terdata terhubung juga dengan berbagai SKPD,” ungkapnya.

Fathor Rakhman berharap, persoalan-persoalan tentang pemanfaatan keuangan di lingkungan sekolah khususnya di sekolah dasar, di TK dan PAUD, semua menjadi tertib dan tidak ada persoalan di masyarakat. “Kita harapkan menjadi budaya bagi anak-anak kita untuk menjadi anak gemar menabung di Kabupaten Situbondo,” ungkapnya. (bib/adv/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/