alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Stop Sementara Layanan Wifi, Tower Yang Dibangun Belum Kantongi Izin

RADAR SITUBONDO – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Situbondo menghentikan sementara penggunaan layanan Wifi yang memakai tower di  Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Keberadaan tower setinggi  20 meter itu dikeluhkan warga karena diduga tidak memiliki izin.

Staf Tramtibmas Satpol PP Kecamatan Situbondo Lukman Habsi mengatakan, akses layanan Wifi yang tidak memiliki izin diminta untuk tidak beroperasi. Pengelola diminta mengurus  ke pemerintah daerah.  “Kami akan memantau akses penggunaan Wifi. Apabila masih dioperasikan, akan kami tutup,” tegas Lukman Habsi.

Kata dia, pihak kecamatan akan  melakukan koordinasi dengan Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Situbondo.  ”Pemilik tower berjanji untuk tidak mengaktifkan layanan Wifi sementara waktu,” kata Habsi.

Baca Juga :  Tertipu Kenalan di FB Rp 5 Juta

Pemilik tower Dewa Putu Sujana mengatakan, pendirian tower Wifi sudah berdiri sejak empat tahun lalu. Dia menyayangkan persoalan izin baru dipermasalahkan warga sekarang. “Saya mengakui memang tidak memiliki izin. Sesuai masukan bapak-bapak dari kecamatan dan TNI-Polri, kami akan melengkapi izinnya,” janjinya.

Sujana mengungkapkan, berdasar  pengalaman dia di Bali, jika pendirian tower  tidak dipersoalkan masyarakat, prosesnya terus dilaksanakan hingga selesai. “Awalnya saya bangun  tower tidak ada yang komplain.  Selama empat tahun tidak ada masyarakat yang mempersoalkan dan baru sekarang  diprotes,” jelasnya.

Sujana membantah tower miliknya merupakan titipan warga Desa Pinang. “Di sana (Desa Pinang) tidak ada jaringan GSM. Karena di sini ada, mereka minta menitipkan tower di rumah saya. Sinyalnya disalurkan ke desa tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :  60 Persen Kerangka Tim PSSS Sudah Jadi

Diberitakan sebelumnya, Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo mengadukan pembangunan tower Wifi

ke  Komisi III DPRD Situbondo, Senin kemarin (27/6). Tower tersebut berdiri di atas rumah milik DW, yang tak lain warganya sendiri. Keberadaan tower setinggi  20 meter itu dikeluhkan warga karena diduga tidak memiliki izin.

Ketua RT 02/RW 01 M. Hasan mengatakan,  warga yang berada di dekat bangunan tower tersebut ketakutan akibat radiasi yang dipancarkan. Selain itu, kalau ada angin kencang, tower tersebut dikhawatirkan roboh menimpa rumah warga.

“Warga takut tower itu disambar petir. Warga sendiri tidak tahu tower itu berbahaya atau tidak,” kata Husen.  (wan/aif)

RADAR SITUBONDO – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Situbondo menghentikan sementara penggunaan layanan Wifi yang memakai tower di  Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Keberadaan tower setinggi  20 meter itu dikeluhkan warga karena diduga tidak memiliki izin.

Staf Tramtibmas Satpol PP Kecamatan Situbondo Lukman Habsi mengatakan, akses layanan Wifi yang tidak memiliki izin diminta untuk tidak beroperasi. Pengelola diminta mengurus  ke pemerintah daerah.  “Kami akan memantau akses penggunaan Wifi. Apabila masih dioperasikan, akan kami tutup,” tegas Lukman Habsi.

Kata dia, pihak kecamatan akan  melakukan koordinasi dengan Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Situbondo.  ”Pemilik tower berjanji untuk tidak mengaktifkan layanan Wifi sementara waktu,” kata Habsi.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Nyaris Tembus 50 Persen

Pemilik tower Dewa Putu Sujana mengatakan, pendirian tower Wifi sudah berdiri sejak empat tahun lalu. Dia menyayangkan persoalan izin baru dipermasalahkan warga sekarang. “Saya mengakui memang tidak memiliki izin. Sesuai masukan bapak-bapak dari kecamatan dan TNI-Polri, kami akan melengkapi izinnya,” janjinya.

Sujana mengungkapkan, berdasar  pengalaman dia di Bali, jika pendirian tower  tidak dipersoalkan masyarakat, prosesnya terus dilaksanakan hingga selesai. “Awalnya saya bangun  tower tidak ada yang komplain.  Selama empat tahun tidak ada masyarakat yang mempersoalkan dan baru sekarang  diprotes,” jelasnya.

Sujana membantah tower miliknya merupakan titipan warga Desa Pinang. “Di sana (Desa Pinang) tidak ada jaringan GSM. Karena di sini ada, mereka minta menitipkan tower di rumah saya. Sinyalnya disalurkan ke desa tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tugu Eks Portugis Menunggu Kejelasan Status

Diberitakan sebelumnya, Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo mengadukan pembangunan tower Wifi

ke  Komisi III DPRD Situbondo, Senin kemarin (27/6). Tower tersebut berdiri di atas rumah milik DW, yang tak lain warganya sendiri. Keberadaan tower setinggi  20 meter itu dikeluhkan warga karena diduga tidak memiliki izin.

Ketua RT 02/RW 01 M. Hasan mengatakan,  warga yang berada di dekat bangunan tower tersebut ketakutan akibat radiasi yang dipancarkan. Selain itu, kalau ada angin kencang, tower tersebut dikhawatirkan roboh menimpa rumah warga.

“Warga takut tower itu disambar petir. Warga sendiri tidak tahu tower itu berbahaya atau tidak,” kata Husen.  (wan/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/