alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Ciptakan Lagu Kolaborasi Tiga Seniman

SITUBONDO – Kehadiran Lomba Cipta Lagu Situbondo (LCLS) ternyata banyak dinantikan para seniman khususnya para musisi. Sebab, lewat kegiatan ini mereka bisa kembali berkarya. Pernyataan ini disampaikan Juliano Sasra Ananta, salah satu musisi di Kota Santri.

Kata dia, dirinya kini tengah menyelesaikan lagu yang akan diikutkan dalam LCLS. “LCLS ini merupakan momen spesial bagi kita. Karena kita bisa mengisi kekosongan lagu-lagu Madura Situbondoan. Sebab, sejak era keemasan VCD Situbondo memudar, sudah jarang lagi seniman musik kita yang aktif berkarya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, kemarin.

Kata pria yang akrab disapa Aank tersebut, setelah vakum bermusik, banyak di antara seniman yang banting setir kembali ke sawah, menjadi tukang ojek hingga kuli bangunan. “Terus terang seniman kita butuh panggung yang bisa membuat mereka bisa terus berkarya dan tentu saja bisa memenuhi tuntutan ekonomi mereka,” terangnya.

Kegiatan LCLS, kata Aank, bagi musisi Situbondo tak ibahnya sebuah kran air yang bisa membuka kran untuk kembali berkarya. “Teman-teman kami sangat berharap momen semacam ini, dengan begitu peluang untuk berkarya dan kembali eksis sudah ada wadahnya,” imbuhnya.

Diakui Aank, hadiah memang menjadi salah satu motivasi untuk mengikuti LCLS. Namun, yang paling utama adalah, LCLS mampu menjadi tempat menyalurkan karya para seniman.

Tentang lagu yang sedang digarap, Aank sedikit membocorkan. Judulnya “Emak-Emak Jaman Now”. Lagu ini karya kolaborasi tiga orang. “Saya kebetulan sebagai pencipta, membuat notasi lagunya, lirik-liriknya dibantu Dewi, isteri saya yang membuat. Untuk pengisi suara saya pilih mas Johan Fero sedangkan aransemen musiknya digarap mas Feby Trinada,” ungkap bapak tiga anak itu.

Dia berharap, ke depan karya-karya seniman situbondo akan dipublikasikan. Mulai radio, tv lokal, bahkan media internet semisal youtube. Sehingga, seniman Situbondo bisa turut mengenalkan “musik situbondo” ke dunia yang lebih luas.

Sekedar tahu, LCLS digelar oleh Dewan Kesenian Situbondo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Situbondo. Kegiatan ini didukung oleh RS Mitra Sehat serta DPC GRANAT Situbondo.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 10 juta. Terbaik pertama Rp 3 juta. Kedua Rp 2 juta, Ketiga Rp 1,5 juta dan keempat hingga sepuluh @ 500 ribu. Selain itu juga ada piala dari Bupati dan Wabup Situbondo. (zul/pri)

SITUBONDO – Kehadiran Lomba Cipta Lagu Situbondo (LCLS) ternyata banyak dinantikan para seniman khususnya para musisi. Sebab, lewat kegiatan ini mereka bisa kembali berkarya. Pernyataan ini disampaikan Juliano Sasra Ananta, salah satu musisi di Kota Santri.

Kata dia, dirinya kini tengah menyelesaikan lagu yang akan diikutkan dalam LCLS. “LCLS ini merupakan momen spesial bagi kita. Karena kita bisa mengisi kekosongan lagu-lagu Madura Situbondoan. Sebab, sejak era keemasan VCD Situbondo memudar, sudah jarang lagi seniman musik kita yang aktif berkarya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, kemarin.

Kata pria yang akrab disapa Aank tersebut, setelah vakum bermusik, banyak di antara seniman yang banting setir kembali ke sawah, menjadi tukang ojek hingga kuli bangunan. “Terus terang seniman kita butuh panggung yang bisa membuat mereka bisa terus berkarya dan tentu saja bisa memenuhi tuntutan ekonomi mereka,” terangnya.

Kegiatan LCLS, kata Aank, bagi musisi Situbondo tak ibahnya sebuah kran air yang bisa membuka kran untuk kembali berkarya. “Teman-teman kami sangat berharap momen semacam ini, dengan begitu peluang untuk berkarya dan kembali eksis sudah ada wadahnya,” imbuhnya.

Diakui Aank, hadiah memang menjadi salah satu motivasi untuk mengikuti LCLS. Namun, yang paling utama adalah, LCLS mampu menjadi tempat menyalurkan karya para seniman.

Tentang lagu yang sedang digarap, Aank sedikit membocorkan. Judulnya “Emak-Emak Jaman Now”. Lagu ini karya kolaborasi tiga orang. “Saya kebetulan sebagai pencipta, membuat notasi lagunya, lirik-liriknya dibantu Dewi, isteri saya yang membuat. Untuk pengisi suara saya pilih mas Johan Fero sedangkan aransemen musiknya digarap mas Feby Trinada,” ungkap bapak tiga anak itu.

Dia berharap, ke depan karya-karya seniman situbondo akan dipublikasikan. Mulai radio, tv lokal, bahkan media internet semisal youtube. Sehingga, seniman Situbondo bisa turut mengenalkan “musik situbondo” ke dunia yang lebih luas.

Sekedar tahu, LCLS digelar oleh Dewan Kesenian Situbondo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Situbondo. Kegiatan ini didukung oleh RS Mitra Sehat serta DPC GRANAT Situbondo.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 10 juta. Terbaik pertama Rp 3 juta. Kedua Rp 2 juta, Ketiga Rp 1,5 juta dan keempat hingga sepuluh @ 500 ribu. Selain itu juga ada piala dari Bupati dan Wabup Situbondo. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/