alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Pelanggar Lalu Lintas Ditempel Janur Kuning

SITUBONDO  – Sejumlah pemudik ketahuan melanggar aturan lalu lintas saat melintas di jalan Pantura Situbondo, Kamis (29/4). Mereka yang melanggar mendapatkan teguran dan kendaraannya ditempel janur kuning.

Kasatlantas Polres Situbondo AKP Anindita menyebutkan, langkah itu sebagai bentuk teguran bagi pengendara yang surat jalannya tidak lengkap. Bagi yang bermuatan berlebihan pada saat mudik juga mendapatkan teguran dan diberikan janur kuning.

“Yang paling banyak mendapatkan janur kuning, adalah mereka yang terlalu banyak membawa barang. Masak satu kendaraan boncengan dua, dan kanan kirinya penuh dengan barang bawaan. Bahkan masih ada tas yang mereka gendong. Hal itu sangat membahayakan,” ungkap Kasatlantas Anindita.

Dia menambahkan, bagi mereka yang sudah mendapatkan janur kuning, tidak mungkin mendapatkan pemeriksaan dari polisi di daerah lain. Karena janur kuning itu merupakan tanda bahwa pengemudi melanggar dan sudah mendapatkan peringatan dan arahan.

“Janur ini bisa dikatakan janur sakti. Soalnya kalau sudah punya ini bebas dari operasian polisi di daerah mana pun. Masa berlakunya sampai operasi ketupat semeru selesai. selesainya usai lebaran Idul Fitri,” imbuh Kasatlantas.

Disebutkan, janur kuning hanya bagi mereka yang melakukan pelanggaran ringan. Bagi yang melakukan pelangaran berat seprti bonceng tiga, tidak menggunakan helm tetap disanksi tilang. “Kita juga kasihan ingin memberikan sanksi tilang kepada pengemudi, soalnya mereka dari luar kota semua dan dari perjalanan jauh semua. Ada yang dari Bali naik sepeda motor mau ke Surabaya, ada juga dari Banyuwangi mau ke Madura naik sepeda motor,” terang Kasat.

Faidil, warga Surabaya menyebutkan, dirinya harus membawa barang-barang miliknya ke rumahnya. Sebab, sudah mau berhenti bekerja dan tidak mau kembali lagi ke tempat dia bekerja di Bali. Sehingga semua peralatan yang sangat dibutuhkan haru dibawa pulang.

“Saya kerja sudah tiga tahun mas, dan sudah tiga tahun tidak pulang ke rumah. Makanya saya bawa banyak barang ini. isinya ya baju dan hiasan hiasan rumah,” jelas Faidil sembari menarik gas sepeda motornya. (hum/pri)

SITUBONDO  – Sejumlah pemudik ketahuan melanggar aturan lalu lintas saat melintas di jalan Pantura Situbondo, Kamis (29/4). Mereka yang melanggar mendapatkan teguran dan kendaraannya ditempel janur kuning.

Kasatlantas Polres Situbondo AKP Anindita menyebutkan, langkah itu sebagai bentuk teguran bagi pengendara yang surat jalannya tidak lengkap. Bagi yang bermuatan berlebihan pada saat mudik juga mendapatkan teguran dan diberikan janur kuning.

“Yang paling banyak mendapatkan janur kuning, adalah mereka yang terlalu banyak membawa barang. Masak satu kendaraan boncengan dua, dan kanan kirinya penuh dengan barang bawaan. Bahkan masih ada tas yang mereka gendong. Hal itu sangat membahayakan,” ungkap Kasatlantas Anindita.

Dia menambahkan, bagi mereka yang sudah mendapatkan janur kuning, tidak mungkin mendapatkan pemeriksaan dari polisi di daerah lain. Karena janur kuning itu merupakan tanda bahwa pengemudi melanggar dan sudah mendapatkan peringatan dan arahan.

“Janur ini bisa dikatakan janur sakti. Soalnya kalau sudah punya ini bebas dari operasian polisi di daerah mana pun. Masa berlakunya sampai operasi ketupat semeru selesai. selesainya usai lebaran Idul Fitri,” imbuh Kasatlantas.

Disebutkan, janur kuning hanya bagi mereka yang melakukan pelanggaran ringan. Bagi yang melakukan pelangaran berat seprti bonceng tiga, tidak menggunakan helm tetap disanksi tilang. “Kita juga kasihan ingin memberikan sanksi tilang kepada pengemudi, soalnya mereka dari luar kota semua dan dari perjalanan jauh semua. Ada yang dari Bali naik sepeda motor mau ke Surabaya, ada juga dari Banyuwangi mau ke Madura naik sepeda motor,” terang Kasat.

Faidil, warga Surabaya menyebutkan, dirinya harus membawa barang-barang miliknya ke rumahnya. Sebab, sudah mau berhenti bekerja dan tidak mau kembali lagi ke tempat dia bekerja di Bali. Sehingga semua peralatan yang sangat dibutuhkan haru dibawa pulang.

“Saya kerja sudah tiga tahun mas, dan sudah tiga tahun tidak pulang ke rumah. Makanya saya bawa banyak barang ini. isinya ya baju dan hiasan hiasan rumah,” jelas Faidil sembari menarik gas sepeda motornya. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/