alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Terus Kebut Vaksin Anak Usia 6-12 Tahun

SITUBONDO – Vaksinasi anak usia 6 – 12 Tahun terus dilakukan. kali ini vaksinasi digelar di sekolah-sekolah. Ini sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid 19. Apalagi, saat ini Varian Omicron masih menjadi ancaman hampir sebagian penjuru nusantara.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, Dadang Aris Bintoro menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi anak, bertujuan untuk memberikan perlindungan lebih menyeluruh kepada masyarakat. Langkah ini diambil, atas dasar Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021, tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun.

Sesuai Keputusan Menkes, vaksinasi diberikan sebanyak dua kali dengan interval minimal 28 hari. Dadang mengatakan, sebelum pelaksanaan vaksinasi, anak harus dilakukan skrining terlebih dahulu dengan format yang sudah diatur. “Jadi, apakah anak tersebut akan lanjut vaksin atau tidak, tentu harus sesuai dengan hasil skrining sebelum pelaksanaan vaksin,” ujarnya, Kemarin (26/1).

Dadang berharap kepada orang tua untuk ikut mendukung program vaksinasi anak. Sebab, vaksin yang diberikan kepada anak-anak dijamin aman dan halal. Selain itu, agar terjadi herd immunity. Agar nantinya, anak-anak dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman. “Semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi ini, siswa dapat terhindar dari penularan virus Covid 19. Sehingga, dalam waktu dekat, siswa bisa beraktivitas seperti sediakala,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemuda Gema Bersih-Bersih Sisa Banjir

Nurhasanah, Kepala SDN 2 Mimbaan Panji mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pada anak usia 6-16 tahun kali ini. Di sekolahnya, siswa yang mengikuti vaksinasi tersebut, mulai dari kelas 1 -6. “Bulan kemarin ada 12 siswa kelas 6 yang usianya 12 tahun sudah divaksin. Bahkan, sudah ada yang vaksin kali kedua. Alhamdulillah, semuanya tidak ada keluhan apa-apa,” ucapnya.

Selanjutnya, ada sekitar 142 siswa, dari kelas 1-6 yang akan divaksin. Mereka akan divaksin setelah dilakukan screaning terlebih dahulu oleh tim dari Dinas Kesehatan. Kata Nurhasanah, Jika kondisi kesehatan anak memungkinkan, maka langsung di dilakukan vaksinasi. Namun, jika kondisi anak tersebut tidak memungkinkan, maka vaksinasi untuk sementara ditunda, dan akan diikut sertakan pada vaksinasi berikutnya. “Ini semua, atas dasar antusias dan kesadaran wali murid tentang pentingnya vaksin,” bebernya.

Baca Juga :  Antusias Vaksin Booster, Pemudik Kapal Laut Meningkat

Sementara itu, salah satu wali murid, Dwi Wahyu mengatakan, vaksinasi merupakan suatu kebutuhan bagi semua masyarakat. Meski sudah divaksin, diharapkan masyarakat harus tetap waspada dan senantisan mematuhi protokol kesehatan. Dengan melakukan 3 M yaitu, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Agar terhindar dari penularan Covid 19.

“Ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Sebab, selain dapat mencegah penularan Covid, juga merupakan anjuran pemerintah yang harus kita patuhi bersama. Semoga saja vaksinasi di sekolah ini lancar dan tidak terjadi sesuatu,” pungkasnya. (jon/pri)

SITUBONDO – Vaksinasi anak usia 6 – 12 Tahun terus dilakukan. kali ini vaksinasi digelar di sekolah-sekolah. Ini sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid 19. Apalagi, saat ini Varian Omicron masih menjadi ancaman hampir sebagian penjuru nusantara.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, Dadang Aris Bintoro menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi anak, bertujuan untuk memberikan perlindungan lebih menyeluruh kepada masyarakat. Langkah ini diambil, atas dasar Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021, tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun.

Sesuai Keputusan Menkes, vaksinasi diberikan sebanyak dua kali dengan interval minimal 28 hari. Dadang mengatakan, sebelum pelaksanaan vaksinasi, anak harus dilakukan skrining terlebih dahulu dengan format yang sudah diatur. “Jadi, apakah anak tersebut akan lanjut vaksin atau tidak, tentu harus sesuai dengan hasil skrining sebelum pelaksanaan vaksin,” ujarnya, Kemarin (26/1).

Dadang berharap kepada orang tua untuk ikut mendukung program vaksinasi anak. Sebab, vaksin yang diberikan kepada anak-anak dijamin aman dan halal. Selain itu, agar terjadi herd immunity. Agar nantinya, anak-anak dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman. “Semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi ini, siswa dapat terhindar dari penularan virus Covid 19. Sehingga, dalam waktu dekat, siswa bisa beraktivitas seperti sediakala,” imbuhnya.

Baca Juga :  Diterjang Banjir Rob dan Angin Kencang, Empat Rumah Rusak

Nurhasanah, Kepala SDN 2 Mimbaan Panji mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pada anak usia 6-16 tahun kali ini. Di sekolahnya, siswa yang mengikuti vaksinasi tersebut, mulai dari kelas 1 -6. “Bulan kemarin ada 12 siswa kelas 6 yang usianya 12 tahun sudah divaksin. Bahkan, sudah ada yang vaksin kali kedua. Alhamdulillah, semuanya tidak ada keluhan apa-apa,” ucapnya.

Selanjutnya, ada sekitar 142 siswa, dari kelas 1-6 yang akan divaksin. Mereka akan divaksin setelah dilakukan screaning terlebih dahulu oleh tim dari Dinas Kesehatan. Kata Nurhasanah, Jika kondisi kesehatan anak memungkinkan, maka langsung di dilakukan vaksinasi. Namun, jika kondisi anak tersebut tidak memungkinkan, maka vaksinasi untuk sementara ditunda, dan akan diikut sertakan pada vaksinasi berikutnya. “Ini semua, atas dasar antusias dan kesadaran wali murid tentang pentingnya vaksin,” bebernya.

Baca Juga :  Naas, Sedang Cari Rumput, Sika Tewas Disambar Petir

Sementara itu, salah satu wali murid, Dwi Wahyu mengatakan, vaksinasi merupakan suatu kebutuhan bagi semua masyarakat. Meski sudah divaksin, diharapkan masyarakat harus tetap waspada dan senantisan mematuhi protokol kesehatan. Dengan melakukan 3 M yaitu, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Agar terhindar dari penularan Covid 19.

“Ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Sebab, selain dapat mencegah penularan Covid, juga merupakan anjuran pemerintah yang harus kita patuhi bersama. Semoga saja vaksinasi di sekolah ini lancar dan tidak terjadi sesuatu,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/