alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Diguyur Hujan Deras, Padi Gagal Panen, Terpaksa Tanam Ulang

KENDIT – Banjir yang terjadi Desa/Kecamatan Kendit, Situbondo, menyebabkan sejumlah lahan pertanian warga setempat tergenang air. Produksi tanaman padi pun menjadi rusak. Tak jarang, petani harus kembali melakukan penanaman ulang.

Asnawi, salah satu warga Desa/Kecamatan Kendit mengatakan, tingginya intensitas curah hujan yang turun mengakibatkan lahan pertanian miliknya terendam air. Sehingga, penanaman bibit padi yang dilakukan rusak. “Kalau hujan sekarang ini sering terjadi. Mengakibatkan banjir, dan salah satu dampaknya, sawah saya tergenang air dan rusak juga,” ucap Asnawi, Kamis (27/1).

Dia mengaku, penanaman padi pada musim kali ini, tidak cukup hanya dilakukan sekali saja. Sebab, curah hujan ekstrem berdampak buruk terhadap produksi tanaman padinya. “Bibit padi yang baru ditanam kalau pasokan air berlebihan, bisa rusak. Sedangkan yang terjadi sekarang, air menggenang dari hujan yang turun. Kemudian ditambah lagi dari saluran irigasi air,” jelasnya.

Baca Juga :  Lima Jam Angin Kencang; Pohon Tumbang, Listrik Padam, Jalanan Macet

Secara terpisah, salah satu karyawan toko pertanian, Zaki mengatakan, petani yang datang membeli bibit padi cukup banyak. Sebab, musim penghujan yang terjadi menyebabkan tanaman padi rusak. “Banyak memang pembeli yang datang, bukan dari orang yang baru datang, tapi pelanggan tetap,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hampir sebagian besar pelanggan tetapnya datang membeli bibit padi. Itu dilakukan karena penanaman padi sebelumnya gagal. “Kalau kata mereka, padi yang ditanam sebelumnya gagal. Alasannya karena sering hujan,” ucapnya.

Meskipun pelanggan yang datang setiap hari intens, Zaki mengaku, tidak ada perubahan harga yang dilakukan. Sebab, harga yang dikeluarkan mengikuti harga pabrik. “Setiap satu kantong plastik itu beratnya sekitar 10 kilogram bibit padi. Harganya satu kantong Rp.115.000. jadi masih tetap, harga jualnya sama masih,” jelasnya.

Baca Juga :  Material Bukit Longsor Nyaris Menimpa Rumah Warga

Zaki menambahkan, bibit padi yang terjual saat ini, sudah laku sebanyak puluhan kilogram. “Setiap orang berbeda-beda belinya. Ada yang 60 kilogram, ada juga yang 50 kilogram dan juga 100 kilogram. Mereka ngangkutnya ada yang pakai mobil dan sepeda motor,” imbuhnya. (mg1/pri)

KENDIT – Banjir yang terjadi Desa/Kecamatan Kendit, Situbondo, menyebabkan sejumlah lahan pertanian warga setempat tergenang air. Produksi tanaman padi pun menjadi rusak. Tak jarang, petani harus kembali melakukan penanaman ulang.

Asnawi, salah satu warga Desa/Kecamatan Kendit mengatakan, tingginya intensitas curah hujan yang turun mengakibatkan lahan pertanian miliknya terendam air. Sehingga, penanaman bibit padi yang dilakukan rusak. “Kalau hujan sekarang ini sering terjadi. Mengakibatkan banjir, dan salah satu dampaknya, sawah saya tergenang air dan rusak juga,” ucap Asnawi, Kamis (27/1).

Dia mengaku, penanaman padi pada musim kali ini, tidak cukup hanya dilakukan sekali saja. Sebab, curah hujan ekstrem berdampak buruk terhadap produksi tanaman padinya. “Bibit padi yang baru ditanam kalau pasokan air berlebihan, bisa rusak. Sedangkan yang terjadi sekarang, air menggenang dari hujan yang turun. Kemudian ditambah lagi dari saluran irigasi air,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemilik Rumah Ambruk Ternyata Orang Sumbawa

Secara terpisah, salah satu karyawan toko pertanian, Zaki mengatakan, petani yang datang membeli bibit padi cukup banyak. Sebab, musim penghujan yang terjadi menyebabkan tanaman padi rusak. “Banyak memang pembeli yang datang, bukan dari orang yang baru datang, tapi pelanggan tetap,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hampir sebagian besar pelanggan tetapnya datang membeli bibit padi. Itu dilakukan karena penanaman padi sebelumnya gagal. “Kalau kata mereka, padi yang ditanam sebelumnya gagal. Alasannya karena sering hujan,” ucapnya.

Meskipun pelanggan yang datang setiap hari intens, Zaki mengaku, tidak ada perubahan harga yang dilakukan. Sebab, harga yang dikeluarkan mengikuti harga pabrik. “Setiap satu kantong plastik itu beratnya sekitar 10 kilogram bibit padi. Harganya satu kantong Rp.115.000. jadi masih tetap, harga jualnya sama masih,” jelasnya.

Baca Juga :  Dapur Rumah Hancur Tertimpa Pohon

Zaki menambahkan, bibit padi yang terjual saat ini, sudah laku sebanyak puluhan kilogram. “Setiap orang berbeda-beda belinya. Ada yang 60 kilogram, ada juga yang 50 kilogram dan juga 100 kilogram. Mereka ngangkutnya ada yang pakai mobil dan sepeda motor,” imbuhnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Sampah Menumpuk di Pantai

Dapat Buku Menggandrungi Banyuwangi

Bawaslu Gandeng BP Jamsostek

Artikel Terbaru

/