28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Antisipasi Penurunan Partisipasi Warga Pada Pemilu 2024

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi memperkirakan tingkat partisipasi masyarakat bisa turun saat pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024. Sebab, pesta demokrasi tahun 2019 membuat warga pecah.

Kata dia, kasus pemilu tahun 2019 masyarakat mudah terprovokasi karena informasi bohong. “Ini menjadi tugas kita untuk menangkal informasi bohong dan aksi provokator,” ujarnya, Minggu (27/11).

Edy menjelaskan, aksi provokasi muncul karena orang sudah tidak lagi mengutamakan sikap toleransi dalam event politik. Misalnya, perbedaan pilihan itu menjadi hal yang wajar. Namun, perbedaan itu justru menjadi alat untuk memecah belah masyarakat. “Masalah intoleransi harus bisa atasi sejak dini. Sebelum pemilu 2024 dimulai,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Paowan Situbondo Belajar Budidaya Buah Naga di Banyuwangi

Edi mengatakan, masyarakat harus lebih teliti dalam menerima informasi. Pasalnya, informasi itu kadang kala sengaja diciptakan untuk memprovokasi warga. “Kita harus bijak dalam menerima informasi. Jangan sampai langsung dikonsumsi. Seperti mengecek terlebih dahulu, bukan langsung diterima mentah-mentah,” kata Edy.

Selain itu, Edy menjelaskan,  Kabupaten Situbondo memiliki sejarah kelam terkait kasus intoleransi. Itu terjadi pada tahun 1996. Sehingga mengakibatkan kerugian besar, khususnya pada warga Situbondo. “Sejarah kelam itu masih membekas di masyarakat. Dari peristiwa itu bisa saja membuat masyarakat tidak mau menyalurkan hak suaranya lagi,” ungkapnya.

Edy menilai, ketidak pedulian masyarakat terhadap pesta demokrasi ini justru menjadi persoalan besar. Sebab, pemilu yang berhasil adalah besarnya tingkat partisipasi warga di tempat pemungutan suara (TPS). “Harus secapat mungkin masyarakat diberi bekal untuk mau datang ke TPS. Mumpung ini masih ada waktu sebelum pemilu 2024 dimulai,” ucap pria asal Kecamatan Asembagus.

Baca Juga :  Perbakin Andalkan Kelas Multirange dan Air Pistol

Edy berharap, tahun 2024 tingkat partisipasi masyarakat bisa mencapai 80 persen. Bahkan, jauh lebih baik apabila kehadiran masyarakat di TPS mencapai 100 persen. “Ini menjadi tantangan kita bersama. Agar masyarakat mau hadis ke TPS dan menyalurkan hak suaranya,” harapnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi memperkirakan tingkat partisipasi masyarakat bisa turun saat pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024. Sebab, pesta demokrasi tahun 2019 membuat warga pecah.

Kata dia, kasus pemilu tahun 2019 masyarakat mudah terprovokasi karena informasi bohong. “Ini menjadi tugas kita untuk menangkal informasi bohong dan aksi provokator,” ujarnya, Minggu (27/11).

Edy menjelaskan, aksi provokasi muncul karena orang sudah tidak lagi mengutamakan sikap toleransi dalam event politik. Misalnya, perbedaan pilihan itu menjadi hal yang wajar. Namun, perbedaan itu justru menjadi alat untuk memecah belah masyarakat. “Masalah intoleransi harus bisa atasi sejak dini. Sebelum pemilu 2024 dimulai,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Meroket, Pedagang Berharap Ada Operasi Pasar

Edi mengatakan, masyarakat harus lebih teliti dalam menerima informasi. Pasalnya, informasi itu kadang kala sengaja diciptakan untuk memprovokasi warga. “Kita harus bijak dalam menerima informasi. Jangan sampai langsung dikonsumsi. Seperti mengecek terlebih dahulu, bukan langsung diterima mentah-mentah,” kata Edy.

Selain itu, Edy menjelaskan,  Kabupaten Situbondo memiliki sejarah kelam terkait kasus intoleransi. Itu terjadi pada tahun 1996. Sehingga mengakibatkan kerugian besar, khususnya pada warga Situbondo. “Sejarah kelam itu masih membekas di masyarakat. Dari peristiwa itu bisa saja membuat masyarakat tidak mau menyalurkan hak suaranya lagi,” ungkapnya.

Edy menilai, ketidak pedulian masyarakat terhadap pesta demokrasi ini justru menjadi persoalan besar. Sebab, pemilu yang berhasil adalah besarnya tingkat partisipasi warga di tempat pemungutan suara (TPS). “Harus secapat mungkin masyarakat diberi bekal untuk mau datang ke TPS. Mumpung ini masih ada waktu sebelum pemilu 2024 dimulai,” ucap pria asal Kecamatan Asembagus.

Baca Juga :  Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2019

Edy berharap, tahun 2024 tingkat partisipasi masyarakat bisa mencapai 80 persen. Bahkan, jauh lebih baik apabila kehadiran masyarakat di TPS mencapai 100 persen. “Ini menjadi tantangan kita bersama. Agar masyarakat mau hadis ke TPS dan menyalurkan hak suaranya,” harapnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/