alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Suguhkan Seni Ludruk, Resepsi Pernikahan Tak Berizin Dibubarkan

BESUKI – Acara resepsi pernikahan yang dilakukan Kepala Desa Bloro, Edy Susyanto dibubarkan Polsek Besuki. Sebab, acara tersebut tidak mengantongi izin. Apalagi, juga menyuguhkan hiburan kesenian tradisional, ludruk.

Polsek Besuki, AKP Muhammad Sulaiman mengatakan, hiburan ludruk berpotensi menimbulkan kerumunan. Sehingga, anggota Polsek Besuki memutuskan untuk membubarkan resepsi pernikahan tersebut. “Pembubarannya kita lakukan sekitar tiga hari kemarin, tepatnya Jumat (26/11) dini hari,” terangnya, Minggu (28/11).

Dia menyebutkan, sebelumnya satgas Covid-19 Besuki sudah melarang dan tidak mengizinkan resepsi itu disertai dengan hiburan. Sebab, dihawatirkan akan menyebabkan kerumunan apalagi di masa pandemi seperti saat ini. “Entah kenapa himbauan tersebut tidak dihiraukan. Sehingga dengan tegas kami melakukan tindakan dan membubarkan acara tersebut,” imbuh Sulaiman.

Kapolsek menghimbau, agar seluruh warga Kecamatan Besuki selalu berhati-hati dan waspada. Sebab, pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. Masyarakat diminta tidak gampang mengadakan kegiatan yang sifatnya kerumunan apalagi tidak mengantongi izin dan tidak mentaati anjuran pemerintah seperti menjauhi kerumunan. “Soalnya, pandemi ini bukan main-mainan, jika aparat sampai lengah, tidak bisa dipungkiri kerumunan bisa terjadi di setiap tempat,” imbuhnya.

Kapolsek berharap, ke depan tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya kerumunan. Tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jika ditanya saya kasihan atau tidak melakukan pembubaran, tentu saya juga sama dengan mereka. Saya tahu bagaimana perasaan mereka dan saya kasihan. Akan tetapi, jika tidak sesuai prosedur yang sudah ditentukan, apalagi melanggar, maka kewajiban kami hanya menjalankan amanah dan menindak tegas jika benar hal tersebut melanggar,” pungkas Sulaiman. (mg1/pri)

BESUKI – Acara resepsi pernikahan yang dilakukan Kepala Desa Bloro, Edy Susyanto dibubarkan Polsek Besuki. Sebab, acara tersebut tidak mengantongi izin. Apalagi, juga menyuguhkan hiburan kesenian tradisional, ludruk.

Polsek Besuki, AKP Muhammad Sulaiman mengatakan, hiburan ludruk berpotensi menimbulkan kerumunan. Sehingga, anggota Polsek Besuki memutuskan untuk membubarkan resepsi pernikahan tersebut. “Pembubarannya kita lakukan sekitar tiga hari kemarin, tepatnya Jumat (26/11) dini hari,” terangnya, Minggu (28/11).

Dia menyebutkan, sebelumnya satgas Covid-19 Besuki sudah melarang dan tidak mengizinkan resepsi itu disertai dengan hiburan. Sebab, dihawatirkan akan menyebabkan kerumunan apalagi di masa pandemi seperti saat ini. “Entah kenapa himbauan tersebut tidak dihiraukan. Sehingga dengan tegas kami melakukan tindakan dan membubarkan acara tersebut,” imbuh Sulaiman.

Kapolsek menghimbau, agar seluruh warga Kecamatan Besuki selalu berhati-hati dan waspada. Sebab, pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. Masyarakat diminta tidak gampang mengadakan kegiatan yang sifatnya kerumunan apalagi tidak mengantongi izin dan tidak mentaati anjuran pemerintah seperti menjauhi kerumunan. “Soalnya, pandemi ini bukan main-mainan, jika aparat sampai lengah, tidak bisa dipungkiri kerumunan bisa terjadi di setiap tempat,” imbuhnya.

Kapolsek berharap, ke depan tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya kerumunan. Tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jika ditanya saya kasihan atau tidak melakukan pembubaran, tentu saya juga sama dengan mereka. Saya tahu bagaimana perasaan mereka dan saya kasihan. Akan tetapi, jika tidak sesuai prosedur yang sudah ditentukan, apalagi melanggar, maka kewajiban kami hanya menjalankan amanah dan menindak tegas jika benar hal tersebut melanggar,” pungkas Sulaiman. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/