alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Pemkot Pasuruan Study Tiru Pengelolaan DBHCHT di Bappeda

SITUBONDO – Pemerintah Kota Pasuruan kemarin (26/10) melakukan studi tiru kepada Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Situbondo. Mereka ingin belajar tentang pengelolaan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBH CHT). Sebab, Kabupaten Situbondo sebelumnya telah menyabet predikat ‘terbaik’ dalam pengelolaan DBHCHT se wilayah Bea Cukai Jember. 

Rombongan Pemkot Pasuruan berjumlah belasan orang. Mereka dipimpin langsung oleh Asisten perekomian dan Kabag Pembangunan. “Kami dari tim pengelolaan DBHCHT Pemkot Pasuruan melakukan studi tiru sehubungan dengan adanya pelaksanaan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi atas pelaksanaan ketentuan perundang- undangan di bidang cukai (DBHCHT) di Bagian perekenomian dan sumber daya alam,” terang salah satu peserta studi tiru.

Rombongan Pemkot Pasuruan diterima di Aula Bappeda. Dalam pertemuan tersebut, Bappeda mendiskiripsikan bagaimana pengalokasikan DBHCHT di Kabupaten Situbondo. Sehingga, dalam perjalanannya kemudian bisa konsisten sebagaimana yang menjadi amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no 226 tahun 2021.  “Kita kemudian dipandang berhasil karena perencanaan yang proporsional yang kita susun,” terang Kepala Bappeda Situbondo, Sugiono.

Kata dia, perencanan yang benar maka akan sangat memiliki dampak besar terhadap sukses tidaknya sebuah program. “Misalnya perencanaan DBHCHT ini kita lakukan sebaik-baiknya, sehingga efek terhadap masyarakat benar-benar bisa memenuhi apa yang tujuan diberikannya DBHCHT oleh pemerintah,” imbuh Sugiono.

Mantan kepala Dinas Koperasi dan UKM itu menyebutkan, di Bappeda dana DBHCHT digunakan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai. Misalnya sosialisasi ketentuan di bidang cukai pedagang eceran dengan peserta masyarakat dan OPD. Ada juga sosialisasi melalui sharing study tentang tembakau di UPT PSMB Jember. Yang menjadi sasaran adalah petani/pelaku usaha tembakau. Kemudian sosialisasi penggunaan DBHCHT kepada OPD. (jon/pri/adv)

SITUBONDO – Pemerintah Kota Pasuruan kemarin (26/10) melakukan studi tiru kepada Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Situbondo. Mereka ingin belajar tentang pengelolaan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBH CHT). Sebab, Kabupaten Situbondo sebelumnya telah menyabet predikat ‘terbaik’ dalam pengelolaan DBHCHT se wilayah Bea Cukai Jember. 

Rombongan Pemkot Pasuruan berjumlah belasan orang. Mereka dipimpin langsung oleh Asisten perekomian dan Kabag Pembangunan. “Kami dari tim pengelolaan DBHCHT Pemkot Pasuruan melakukan studi tiru sehubungan dengan adanya pelaksanaan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi atas pelaksanaan ketentuan perundang- undangan di bidang cukai (DBHCHT) di Bagian perekenomian dan sumber daya alam,” terang salah satu peserta studi tiru.

Rombongan Pemkot Pasuruan diterima di Aula Bappeda. Dalam pertemuan tersebut, Bappeda mendiskiripsikan bagaimana pengalokasikan DBHCHT di Kabupaten Situbondo. Sehingga, dalam perjalanannya kemudian bisa konsisten sebagaimana yang menjadi amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no 226 tahun 2021.  “Kita kemudian dipandang berhasil karena perencanaan yang proporsional yang kita susun,” terang Kepala Bappeda Situbondo, Sugiono.

Kata dia, perencanan yang benar maka akan sangat memiliki dampak besar terhadap sukses tidaknya sebuah program. “Misalnya perencanaan DBHCHT ini kita lakukan sebaik-baiknya, sehingga efek terhadap masyarakat benar-benar bisa memenuhi apa yang tujuan diberikannya DBHCHT oleh pemerintah,” imbuh Sugiono.

Mantan kepala Dinas Koperasi dan UKM itu menyebutkan, di Bappeda dana DBHCHT digunakan untuk beberapa kegiatan. Di antaranya sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai. Misalnya sosialisasi ketentuan di bidang cukai pedagang eceran dengan peserta masyarakat dan OPD. Ada juga sosialisasi melalui sharing study tentang tembakau di UPT PSMB Jember. Yang menjadi sasaran adalah petani/pelaku usaha tembakau. Kemudian sosialisasi penggunaan DBHCHT kepada OPD. (jon/pri/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/