alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Terancam Dibunuh Adik Ipar, Pasutri Lapor Polisi

MANGARAN, Radar Situbondo Asmawar  dan Saniyati, warga Dusun Pecinan, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, mendatangi Mapolres Situbondo, Senin (27/6). Pasangan suami istri (pasutri) itu ketakutan setelah diancam oleh TR, 45, adik iparnya, menggunakan senjata tajam .

Asmawar menyebutkan, perkara yang mengakibatkan pertengkaran tersebut diduga kuat karena TR memiliki rasa cemburu terhadap istrinya sendiri. Padahal, Bhurawi (suami TR) adalah  adik iparnya  yang setiap ada persoalan selalu meminta bantuannya. “Kan wajar kalau saudara bermain ke warung saya. Waktu itu TR datang ke warung dan melontarkan kalimat yang sangat tidak sopan. Kenapa Bhurawi sering ada di sini?,” tutur Asmawar menirukan ucapan TR.

Mendengar perkataan yang tidak sopan, istrinya langsung marah dan membentak TR agar tidak mengucapkan kalimat kotor. Usai dibentak, tangan kanan TR tiba-tiba melayang dan menampar istrinya. Akhirnya mereka saling memukul dan gulat disaksikan banyak orang.

Baca Juga :  Geng Motor Beraksi di Benculuk, Tujuh Pelaku Diciduk, 4 Orang Baru Lulus SMP

Keduanya akhirnya dikumpulkan di balai desa setempat dan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. “Persoalan ini sudah seleesai di desa.  TR sudah menandatangani surat pernyataan dan tidak akan melakukan perbuatan yang sama. Kami  sama-sama saling memaafkan,” imbuh Asmawar.

Sayangnya, perdamaian bertepuk sebelah tangan. TR masih melakukan hal yang sama, bahkan mengancam akan membunuh. Ancaman tersebut dilakukan di pinggir jalan saat Asmawar dan istrinya berada di warung miliknya.

Ancaman tersebut bukan hanya gertak sambal belaka. Suami TR sendiri sempat dibacok mengunakan sabit. “TR orangnya keras, saya takut kalau TR melakukan penusukan dari belakang. Makanya saya langsung lapor ke polisi agar perempuan itu diamankan,” tegas Asmawar.

Baca Juga :  Tetap Layani Penyeberangan pada Tanggal 6-17 Mei

Alasan  Asmawar melaporkan, agar ada penengah dari konflik tersebut. Kalau diselesaikan secara kekeluargaan masih tidak  cukup. ”Kalau laporan tidak ditindak lanjuti, saya dan istri merasa terancam. Saya mau TR dipanggil, kalau perlu langsung diamankan. Saya takut beneran,” kata  Asmawar.

Kasihumas Polres Situbondo Iptu Ahmad Sutrisno membenarkan laporan pasutri tersebut.  Penyidik akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.  “Kita masih menerima laporan saja. Kalau ancaman masih membutuhkan saksi-saksi untuk didatangkan,” tegas Sutrisno. (hum/aif)

MANGARAN, Radar Situbondo Asmawar  dan Saniyati, warga Dusun Pecinan, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, mendatangi Mapolres Situbondo, Senin (27/6). Pasangan suami istri (pasutri) itu ketakutan setelah diancam oleh TR, 45, adik iparnya, menggunakan senjata tajam .

Asmawar menyebutkan, perkara yang mengakibatkan pertengkaran tersebut diduga kuat karena TR memiliki rasa cemburu terhadap istrinya sendiri. Padahal, Bhurawi (suami TR) adalah  adik iparnya  yang setiap ada persoalan selalu meminta bantuannya. “Kan wajar kalau saudara bermain ke warung saya. Waktu itu TR datang ke warung dan melontarkan kalimat yang sangat tidak sopan. Kenapa Bhurawi sering ada di sini?,” tutur Asmawar menirukan ucapan TR.

Mendengar perkataan yang tidak sopan, istrinya langsung marah dan membentak TR agar tidak mengucapkan kalimat kotor. Usai dibentak, tangan kanan TR tiba-tiba melayang dan menampar istrinya. Akhirnya mereka saling memukul dan gulat disaksikan banyak orang.

Baca Juga :  Molor Lagi, Molor Lagi Giling Tebu di PG Asembagus

Keduanya akhirnya dikumpulkan di balai desa setempat dan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. “Persoalan ini sudah seleesai di desa.  TR sudah menandatangani surat pernyataan dan tidak akan melakukan perbuatan yang sama. Kami  sama-sama saling memaafkan,” imbuh Asmawar.

Sayangnya, perdamaian bertepuk sebelah tangan. TR masih melakukan hal yang sama, bahkan mengancam akan membunuh. Ancaman tersebut dilakukan di pinggir jalan saat Asmawar dan istrinya berada di warung miliknya.

Ancaman tersebut bukan hanya gertak sambal belaka. Suami TR sendiri sempat dibacok mengunakan sabit. “TR orangnya keras, saya takut kalau TR melakukan penusukan dari belakang. Makanya saya langsung lapor ke polisi agar perempuan itu diamankan,” tegas Asmawar.

Baca Juga :  Ortu Disky Ardiayansa Minta Keadilan, Desak Pelaku Pemukulan Diproses Hukum

Alasan  Asmawar melaporkan, agar ada penengah dari konflik tersebut. Kalau diselesaikan secara kekeluargaan masih tidak  cukup. ”Kalau laporan tidak ditindak lanjuti, saya dan istri merasa terancam. Saya mau TR dipanggil, kalau perlu langsung diamankan. Saya takut beneran,” kata  Asmawar.

Kasihumas Polres Situbondo Iptu Ahmad Sutrisno membenarkan laporan pasutri tersebut.  Penyidik akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.  “Kita masih menerima laporan saja. Kalau ancaman masih membutuhkan saksi-saksi untuk didatangkan,” tegas Sutrisno. (hum/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/