alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Diterjang Angin, Pohon Gamelina Timpa Rumah Janda

BANYUPUTIH, Radar Situbondo Rumah milik Sakdiah, warga Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, rusak parah, Senin (27/6). Rumah perempuan berusia 54 tahun itu tertimpa reruntuhan pohon gamelina. Saat kejadian, Sakdiah tidur di kamar.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriyono menyebutkan, bencana yang meninmpa rumah Sakdiah terjadi pukul 10.00. Kala itu Sakdia sedang tidur di dalam kamarnya karena lelah setelah pulang mencari rumput. “Sakdiah mengaku kaget, dia  lari ke luar rumah. Rumah yang tertimpa  pohon seperti goyang. Dia keluar rumah sembari berteriak minta tolong warga,” ungkap Puriyono.

Warga yang datang tidak bisa mengevakuasi pohon roboh karena tidak punya gergaji mesin. Begitu anggota Pusdalops dan  Polsek datang, kayu pohon yang menimpa rumah bisa dievakuasi.   ”Kami kesulitan ketika naik ke atas atap. Soalnya, banyak kayu yang sudah keropos dan mudah patah,” imbuh Puriyono.

Baca Juga :  Bersih-Bersih Lumpur Hampir Rampung, Hari Ini Jalan Menuju Ijen Bisa Dilewati

Berdasarkan  kaji cepat yang di lakukan anggota BPBD, kerugian material ditaksir  Rp 10 juta. “Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, rumah yang ditempati Sakdiah rusak berat,” pungkas Puriyono. (hum/aif)

BANYUPUTIH, Radar Situbondo Rumah milik Sakdiah, warga Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, rusak parah, Senin (27/6). Rumah perempuan berusia 54 tahun itu tertimpa reruntuhan pohon gamelina. Saat kejadian, Sakdiah tidur di kamar.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriyono menyebutkan, bencana yang meninmpa rumah Sakdiah terjadi pukul 10.00. Kala itu Sakdia sedang tidur di dalam kamarnya karena lelah setelah pulang mencari rumput. “Sakdiah mengaku kaget, dia  lari ke luar rumah. Rumah yang tertimpa  pohon seperti goyang. Dia keluar rumah sembari berteriak minta tolong warga,” ungkap Puriyono.

Warga yang datang tidak bisa mengevakuasi pohon roboh karena tidak punya gergaji mesin. Begitu anggota Pusdalops dan  Polsek datang, kayu pohon yang menimpa rumah bisa dievakuasi.   ”Kami kesulitan ketika naik ke atas atap. Soalnya, banyak kayu yang sudah keropos dan mudah patah,” imbuh Puriyono.

Baca Juga :  Sekolah Dimerger, Wali Murid Protes Guru yang Dimutasi

Berdasarkan  kaji cepat yang di lakukan anggota BPBD, kerugian material ditaksir  Rp 10 juta. “Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, rumah yang ditempati Sakdiah rusak berat,” pungkas Puriyono. (hum/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/