alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Toko Disatroni Maling, Rugi Puluhan Juta

ASEMBAGUS– Toko milik Hariyanto, yang terletak di Kampung Krajan Timur, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus menjadi sasaran pencurian. Tak tanggung-tanggung, kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.

  Peristiwa pembobolan pintu toko pertama kali ditemukan oleh Devi Rizki Oktaviyantini, yang tak lain merupakan puteri Hariyanto,. Saat itu, sekitar pukul 05.00, Devi yang hendak menunaikan ibadah Salat Subuh tanpa sengaja melihat pintu jendela rumahnya terbuka dan rusak. Serta posisi kursi tamu berantakan.

Devi pun melapor kepada ayahnya. Khawatir ada maling masuk, Hariyanto pun langsung mengecek pintu depan toko. Ternyata pintu toko juga rusak. Selanjutnya Hariyanto masuk ke dalam toko dan menghitung barang dagangannya. Sebagian barang dagangan juga ditemukan sudah tidak ada di tempatnya. Tidak hanya itu, sejumlah uang yang disimpan di dalam toko juga hilang.

Tak puas, Hariyanto memeriksa gudang yang terletak di belakang rumahnya. Pintu tempat penyimpanan kendaraan itu juga rusak. Setelah dilihat ke dalam gudang, dua unit sepeda motor miliknya juga sirna.

  Hariyanto yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Asembagus. Pria 57 tahun ini berharap polisi dapat segera menangkap pelaku pencurian yang telah mengambil barang-barangnya.

  Kapolsek Asembagus, AKP. Sugiono mengatakan, pelaku hingga saat ini masih dalam penyelidikan. “Kami masih melakukan pemeriksaan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Kami berharap dengan keterangan tersebut, pelaku dapat segera kami ringkus,” ungkapnya, kemarin (24/6).

  Mengenai total kerugian materi yang dialami Hariyanto, menurut AKP. Sugiono, mencapai RP. 30 Juta.“Barang-barang yang hilang yakni satu unit sepeda motor honda Beat, warna Merah dengan Nopol P 6682 dengan tafsir kerugian sekitar Rp 9 juta. Juga satu unit honda Vario, warna putih dengan nopol : P 2991 FN. Dengan tafsiran kerugian sekitar Rp 15. Juta,” bebernya.

Bukan itu saja, uang tunai sebesar Rp. 600 ribu yang di simpan dilaci kotak toko korban  dan uang simpanan sebesar Rp. 2 Juta yang diletakkan di atas lemari toko juga raib. “Sedangkan barang dagangan milik korban seperti rokok, bedak dam sebagainya yang hilang jika diuangkan sekitar Rp 4,2 Juta,” jelasnya. (zul/pri)

ASEMBAGUS– Toko milik Hariyanto, yang terletak di Kampung Krajan Timur, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus menjadi sasaran pencurian. Tak tanggung-tanggung, kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah.

  Peristiwa pembobolan pintu toko pertama kali ditemukan oleh Devi Rizki Oktaviyantini, yang tak lain merupakan puteri Hariyanto,. Saat itu, sekitar pukul 05.00, Devi yang hendak menunaikan ibadah Salat Subuh tanpa sengaja melihat pintu jendela rumahnya terbuka dan rusak. Serta posisi kursi tamu berantakan.

Devi pun melapor kepada ayahnya. Khawatir ada maling masuk, Hariyanto pun langsung mengecek pintu depan toko. Ternyata pintu toko juga rusak. Selanjutnya Hariyanto masuk ke dalam toko dan menghitung barang dagangannya. Sebagian barang dagangan juga ditemukan sudah tidak ada di tempatnya. Tidak hanya itu, sejumlah uang yang disimpan di dalam toko juga hilang.

Tak puas, Hariyanto memeriksa gudang yang terletak di belakang rumahnya. Pintu tempat penyimpanan kendaraan itu juga rusak. Setelah dilihat ke dalam gudang, dua unit sepeda motor miliknya juga sirna.

  Hariyanto yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Asembagus. Pria 57 tahun ini berharap polisi dapat segera menangkap pelaku pencurian yang telah mengambil barang-barangnya.

  Kapolsek Asembagus, AKP. Sugiono mengatakan, pelaku hingga saat ini masih dalam penyelidikan. “Kami masih melakukan pemeriksaan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Kami berharap dengan keterangan tersebut, pelaku dapat segera kami ringkus,” ungkapnya, kemarin (24/6).

  Mengenai total kerugian materi yang dialami Hariyanto, menurut AKP. Sugiono, mencapai RP. 30 Juta.“Barang-barang yang hilang yakni satu unit sepeda motor honda Beat, warna Merah dengan Nopol P 6682 dengan tafsir kerugian sekitar Rp 9 juta. Juga satu unit honda Vario, warna putih dengan nopol : P 2991 FN. Dengan tafsiran kerugian sekitar Rp 15. Juta,” bebernya.

Bukan itu saja, uang tunai sebesar Rp. 600 ribu yang di simpan dilaci kotak toko korban  dan uang simpanan sebesar Rp. 2 Juta yang diletakkan di atas lemari toko juga raib. “Sedangkan barang dagangan milik korban seperti rokok, bedak dam sebagainya yang hilang jika diuangkan sekitar Rp 4,2 Juta,” jelasnya. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/