alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Tiba-tiba Putar Arah Mini Bus Dihantam Dua Motor

SITUBONDO – Jalan Argopuro, Kelurahan mimbaan, Kecamatan Panji sempat macet Sabtu kemarin (27/01). Hal itu disebabkan oleh kecelakaan yang melibatkan pengendara mini bus dan dua pengendara motor. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja kedua sepeda motor mengalami rusak cukup parah.

Menurut Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso, kejadian itu berawal dari dua sepeda motor yang dikendarai oleh Mohammad Angga Saputra dan Imron Jasuli melaju dari arah utara. Di depan mereka, terdapat mini bus dengan nopol T 1558 EF juga melaju dari arah yang sama. Saat tiba dilokasi kejadian, mini bus didepan mereka tiba-tiba berbelok bermaksud berputar arah. Keduanya kaget dan mencoba menghindar. Akan tetapi, karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan tak dapat dihindari.  Kedua pengendara sepeda motor nopol P 4170 FG dan nopol DL 4101 HV itu langsung menghatam sisi kanan mini bus. Akibatnya mini bus yang dikendarai Mahfudz mengalami penyok di pintu bagian kanan.

“Kendaraan sepeda motor kerusakan cukup parah. Sedangkan untuk mini bus mengalami penyok pada bodi pintu depan, samping kanan. Juga kaca depan dan samping kanan juga pecah,” ungkap Teguh saat diwawancarai kemarin (28/01).

Sedangkan, Angga, pengendara motor asal Desa Dawuhan, Kecamatan Situbondo mengalami patah tulang di kaki dan lengan kiri. Kawannya, Imron Jasuli hanya mengalami luka robek pada kaki kiri, lengan tangan dan paha kanan.

Menurut teguh, kecelakaan tersebut tidak hanya dilatar belakangi oleh kelalaian terhadap arus lalu lintas. Akan tetapi juga disebabkan oleh tidak sesuainya kendaaran sepeda motor terhadap standar yang ada. “Salah satu kendaraan sepeda motor rodanya kecil, sudah tidak sesuai standart. Dan itu cukup membahayakan. Ketika mobil itu hendak berbelok, roda yang kecil tidak akan cukup kuat untuk langsung berhenti,” ungkap teguh.

Teguh mengaku pihaknya telah berkali-kali menghimbau agar para pengendara taat dalam lalu lintas. “Berapa kali kami telah melakukan sosialisasi. Menggunakan media massa, di sekolah-sekolah, hingga oleh kepolisian dilakukan operasi. Tapi tetap banyak yang masih tiak sesuai standart. Karenanya atas kejadian ini, sekali lagi saya menghimbau kepada masarakat Situbondo untuk taat dalam berkendara. Sesuaikan sepeda motor dengan standat yang ada. Ini demi keamanan bersama,” himbau Teguh. (cw1)

SITUBONDO – Jalan Argopuro, Kelurahan mimbaan, Kecamatan Panji sempat macet Sabtu kemarin (27/01). Hal itu disebabkan oleh kecelakaan yang melibatkan pengendara mini bus dan dua pengendara motor. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja kedua sepeda motor mengalami rusak cukup parah.

Menurut Kanit Laka Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso, kejadian itu berawal dari dua sepeda motor yang dikendarai oleh Mohammad Angga Saputra dan Imron Jasuli melaju dari arah utara. Di depan mereka, terdapat mini bus dengan nopol T 1558 EF juga melaju dari arah yang sama. Saat tiba dilokasi kejadian, mini bus didepan mereka tiba-tiba berbelok bermaksud berputar arah. Keduanya kaget dan mencoba menghindar. Akan tetapi, karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan tak dapat dihindari.  Kedua pengendara sepeda motor nopol P 4170 FG dan nopol DL 4101 HV itu langsung menghatam sisi kanan mini bus. Akibatnya mini bus yang dikendarai Mahfudz mengalami penyok di pintu bagian kanan.

“Kendaraan sepeda motor kerusakan cukup parah. Sedangkan untuk mini bus mengalami penyok pada bodi pintu depan, samping kanan. Juga kaca depan dan samping kanan juga pecah,” ungkap Teguh saat diwawancarai kemarin (28/01).

Sedangkan, Angga, pengendara motor asal Desa Dawuhan, Kecamatan Situbondo mengalami patah tulang di kaki dan lengan kiri. Kawannya, Imron Jasuli hanya mengalami luka robek pada kaki kiri, lengan tangan dan paha kanan.

Menurut teguh, kecelakaan tersebut tidak hanya dilatar belakangi oleh kelalaian terhadap arus lalu lintas. Akan tetapi juga disebabkan oleh tidak sesuainya kendaaran sepeda motor terhadap standar yang ada. “Salah satu kendaraan sepeda motor rodanya kecil, sudah tidak sesuai standart. Dan itu cukup membahayakan. Ketika mobil itu hendak berbelok, roda yang kecil tidak akan cukup kuat untuk langsung berhenti,” ungkap teguh.

Teguh mengaku pihaknya telah berkali-kali menghimbau agar para pengendara taat dalam lalu lintas. “Berapa kali kami telah melakukan sosialisasi. Menggunakan media massa, di sekolah-sekolah, hingga oleh kepolisian dilakukan operasi. Tapi tetap banyak yang masih tiak sesuai standart. Karenanya atas kejadian ini, sekali lagi saya menghimbau kepada masarakat Situbondo untuk taat dalam berkendara. Sesuaikan sepeda motor dengan standat yang ada. Ini demi keamanan bersama,” himbau Teguh. (cw1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/