alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Lintasi Medan 13 Hari, Tempuh Jarak 300 KM dari Banyuwangi-Surabaya

RadarBanyuwangi.id – Sebanyak 523 taruna dan siswa pendidikan komando calon prajurit-prajurit petarung Korps Marinir TNI AL hingga saat ini masih ada di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Banyuputih. Untuk sekian lama mereka akan terus digembleng di ‘kawah candradimuka’ itu.

Sebanyak 523 personel yang sedang melaksanakan pendidikan komando Angkatan 166 itu terdiri dari 23 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-68, 200 Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Marinir Angkatan 40/1 dan 300 Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Marinir Angkatan 40/2. Kegiatan mereka di Situbondo tinggal kisaran sepuluh hari lagi. Selanjutnya mereka akan bergeser ke Silogiri, Banyuwangi untuk melanjutkan pendidikan.

Para calon Prajurit Baret Ungu tersebut sedang menjalani materi Dasar Komando. Di antaranya rappeling, fastrope, meluncur, river crossing, merayap tali, naik turun tali, meniti tali, free climbing. Selain itu, juga lempar pisau kapak, IMMP dan jarak langkah. Mereka juga mendapatkan pengetahuan botani dan hewan hutan, pengetahuan bahan bahan peledak, P3K, tembak tempur malam, lempar granat, komunikasi, beladiri militer (BDM), jurit malam dan jurit komando (Jurko).

Pendidikan juga meliputi tahap Laut selama 14 hari, Tahap hutan dan gunung selama 22 hari, tahap GLG selama delapan hari dan akhiri tahap lintas medan (Limed) selama 13 hari dari Banyuwangi hingga  Surabaya sejauh 300 km.

Saat berkunjung ke Situbondo, 21 Agustus lalu, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) RI, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. sempat meninjau pendidikan komando calon prajurit petarung marinir tersebut. Selain memberikan pengarahan, Jenderal berbintang empat tersebut mengajak seluruh calon Prajurit Petarung pengawal samudera untuk melaksanakan Salat Duhur berjamaah dan makan siang bersama.

“Mereka dilatih dengan keras. Situasi yang panas seperti ini harus mampu mereka melalui. Kegiatan dasar seperti ini, juga dijalani oleh senior mereka terlebih dahulu,” jelas Laksamana TNI Yudo.

Sekedar tahu, Pusat Latihan Tempur Marinir 5 Baluran adalah satuan pelaksana di bawah kendali Komando Latih Marinir (Kolatmar). Puslatpurmar 5 Baluran sebagai satuan pelaksana yang mempunyai tugas pokok, yaitu melaksanakan latihan beraspek operasi amfibi.

Selain itu, operasi khusus, mendukung terlaksananya Pendidikan Komando (Dikko) Korps Marinir, menguji satuan satuan tempur yang berada di jajaran Korps Marinir TNI AL. Tempat ini sudah beberapa kali juga digunakan sebagai latihan gabungan TNI. (jon/pri)

RadarBanyuwangi.id – Sebanyak 523 taruna dan siswa pendidikan komando calon prajurit-prajurit petarung Korps Marinir TNI AL hingga saat ini masih ada di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Banyuputih. Untuk sekian lama mereka akan terus digembleng di ‘kawah candradimuka’ itu.

Sebanyak 523 personel yang sedang melaksanakan pendidikan komando Angkatan 166 itu terdiri dari 23 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-68, 200 Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Marinir Angkatan 40/1 dan 300 Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Marinir Angkatan 40/2. Kegiatan mereka di Situbondo tinggal kisaran sepuluh hari lagi. Selanjutnya mereka akan bergeser ke Silogiri, Banyuwangi untuk melanjutkan pendidikan.

Para calon Prajurit Baret Ungu tersebut sedang menjalani materi Dasar Komando. Di antaranya rappeling, fastrope, meluncur, river crossing, merayap tali, naik turun tali, meniti tali, free climbing. Selain itu, juga lempar pisau kapak, IMMP dan jarak langkah. Mereka juga mendapatkan pengetahuan botani dan hewan hutan, pengetahuan bahan bahan peledak, P3K, tembak tempur malam, lempar granat, komunikasi, beladiri militer (BDM), jurit malam dan jurit komando (Jurko).

Pendidikan juga meliputi tahap Laut selama 14 hari, Tahap hutan dan gunung selama 22 hari, tahap GLG selama delapan hari dan akhiri tahap lintas medan (Limed) selama 13 hari dari Banyuwangi hingga  Surabaya sejauh 300 km.

Saat berkunjung ke Situbondo, 21 Agustus lalu, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) RI, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. sempat meninjau pendidikan komando calon prajurit petarung marinir tersebut. Selain memberikan pengarahan, Jenderal berbintang empat tersebut mengajak seluruh calon Prajurit Petarung pengawal samudera untuk melaksanakan Salat Duhur berjamaah dan makan siang bersama.

“Mereka dilatih dengan keras. Situasi yang panas seperti ini harus mampu mereka melalui. Kegiatan dasar seperti ini, juga dijalani oleh senior mereka terlebih dahulu,” jelas Laksamana TNI Yudo.

Sekedar tahu, Pusat Latihan Tempur Marinir 5 Baluran adalah satuan pelaksana di bawah kendali Komando Latih Marinir (Kolatmar). Puslatpurmar 5 Baluran sebagai satuan pelaksana yang mempunyai tugas pokok, yaitu melaksanakan latihan beraspek operasi amfibi.

Selain itu, operasi khusus, mendukung terlaksananya Pendidikan Komando (Dikko) Korps Marinir, menguji satuan satuan tempur yang berada di jajaran Korps Marinir TNI AL. Tempat ini sudah beberapa kali juga digunakan sebagai latihan gabungan TNI. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/