alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Bupati Karna Pantau Pembelajaran Tatap Muka

RadarBanyuwangi.id – Bupati Situbondo, Drs Karna Suswandi bersama jajaran Forkopimda memantau pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah jenjang SMA/SMK, Kamis (26/8) kemarin. Orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu menekankan agar persiapan matang harus sudah mulai dilakukan oleh sekolah sebelum PTM berlangsung. Sehingga, akan memberikan rasa aman pada peserta didik,orang tua/wali, dan tenaga pendidikan.

Kata Bupati, dari hasil peninjauan, semua berjalan sesuai ketentuan. “Sekolah sudah melaksanakan ketentuan yang ada, siswa sudah menggunakan masker, ada tempat cuci tangan, dan tempat duduk siswa sudah diberi jarak,” kata Bung Karna.

Dikatakan, sebagian besar sekolah-sekolah yang di kunjungi telah siap untuk melaksanakan PTM. Selain itu, pihaknya juga memantau pelaksanaan kegiatan praktek dan kegiatan vaksinasi. “Hari ini kita melakukan pemantauan terhadap PTM di tiga sekolah yang dilaksanakan secara terbatas. Diantaranya SMKN 2 Situbondo, SMAN 1 Panji dan SMKN 1 Panji, dan sampai saat ini baru kita buka 50 persen,” terang Bupati.

Kata Bung Karna, pihaknya terus berupaya bagaimana menyadarkan siswa, orangtua/wali, agar vaksinasi Covid 19 bisa sesuai dengan target 70 persen dari total target 542 ribu masyarakat Situbondo. “Untuk saat ini masyarakat masih percaya berita-berita hoaks yang ada di media sosial, mudah-mudahan kita bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat , agar percaya akan pentingnya dan manfaat dari vaksinasi,” imbuhnya.

Bung Karna menyampaikan, saat ini Situbondo berada di zona kuning, dan perkembangan Covid-19 di Situbondo sudah membaik. Bahkan terendah ke dua di Jawa Timur. “Kita berharap akan terus menjadi kabupaten terendah di Jawa Timur. Mohon doanya dan partisipasi seluruh masyarakat Situbondo, kita tidak boleh lengah dengan Covid-19 ini, kita harus hati-hati dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Situbondo Bondowoso, Mahrus Syamsul, mengatakan sesuai Permendagri Nomor 30-34 tahun 2021, bahwa pembelajaran bisa dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dan atau daring. “Jika memungkinkan sekolah tersebut melakukan tatap muka terbatas atau daring. Dari hasil pantauan,  semua sekolah rata-rata melakukan PTM,” pungkasnya. (jon/pri)

RadarBanyuwangi.id – Bupati Situbondo, Drs Karna Suswandi bersama jajaran Forkopimda memantau pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah jenjang SMA/SMK, Kamis (26/8) kemarin. Orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu menekankan agar persiapan matang harus sudah mulai dilakukan oleh sekolah sebelum PTM berlangsung. Sehingga, akan memberikan rasa aman pada peserta didik,orang tua/wali, dan tenaga pendidikan.

Kata Bupati, dari hasil peninjauan, semua berjalan sesuai ketentuan. “Sekolah sudah melaksanakan ketentuan yang ada, siswa sudah menggunakan masker, ada tempat cuci tangan, dan tempat duduk siswa sudah diberi jarak,” kata Bung Karna.

Dikatakan, sebagian besar sekolah-sekolah yang di kunjungi telah siap untuk melaksanakan PTM. Selain itu, pihaknya juga memantau pelaksanaan kegiatan praktek dan kegiatan vaksinasi. “Hari ini kita melakukan pemantauan terhadap PTM di tiga sekolah yang dilaksanakan secara terbatas. Diantaranya SMKN 2 Situbondo, SMAN 1 Panji dan SMKN 1 Panji, dan sampai saat ini baru kita buka 50 persen,” terang Bupati.

Kata Bung Karna, pihaknya terus berupaya bagaimana menyadarkan siswa, orangtua/wali, agar vaksinasi Covid 19 bisa sesuai dengan target 70 persen dari total target 542 ribu masyarakat Situbondo. “Untuk saat ini masyarakat masih percaya berita-berita hoaks yang ada di media sosial, mudah-mudahan kita bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat , agar percaya akan pentingnya dan manfaat dari vaksinasi,” imbuhnya.

Bung Karna menyampaikan, saat ini Situbondo berada di zona kuning, dan perkembangan Covid-19 di Situbondo sudah membaik. Bahkan terendah ke dua di Jawa Timur. “Kita berharap akan terus menjadi kabupaten terendah di Jawa Timur. Mohon doanya dan partisipasi seluruh masyarakat Situbondo, kita tidak boleh lengah dengan Covid-19 ini, kita harus hati-hati dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Situbondo Bondowoso, Mahrus Syamsul, mengatakan sesuai Permendagri Nomor 30-34 tahun 2021, bahwa pembelajaran bisa dilakukan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dan atau daring. “Jika memungkinkan sekolah tersebut melakukan tatap muka terbatas atau daring. Dari hasil pantauan,  semua sekolah rata-rata melakukan PTM,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/