alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Antisipasi Dampak Lingkungan Aktivitas Tambang

RadarBanyuwangi.id – Aktivitas tambang di Situbondo diperkirakan akan semakin marak. Apalagi jika pekerjaan jalan tol sudah dimulai. Karena itu, perlu dilakukan antisipasi untuk mencegah gangguan dampak lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Kholil menerangkan, pihaknya tidak mengetahui kapan pekerjaan jalan tol dimulai. Sebab, ini merupakan kewenangan pusat. Karena belum ada  kepastian itulah, sampai saat ini belum ada kemunculan perusahaan tambang berlebihan. “Sekarang sekitar 26 perusahaan tambang,” jelasnya.

Karena itu, belum ada dampak gangguan lingkungan mengkhawatirkan dari aktivitas tambang tersebut. Meski begitu, mulai saat ini perlu ada upaya-upaya antisipasi. “Kami sedang mempersiapkan forum koordinasi untuk mempelajari kemungkina konflik yang berpotensi terjadi ketika tambang tol beroperasi,” ujar Kholil kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Kesandung Galian C Ilegal, Kades Bedewang Divonis Enam Bulan

Umumnya, ketika ada aktivitas tambang, akan menyebabkan kebisingan di sekitarnya. Termasuk juga kerusakan jalan maupun menyebabkan jalan berbedu yang mengakibatkan ketidaknyamanan masyarakat.

Terkait langkah antisipasi tersebut, perlu ada koordinasi dari pihak-pihak terkait. Termasuk dengan aparat penegak hukum, anggota DPRD, dan pelaku usaha tambang. “Akan kami koordinasikan supaya ada satu penyelesaian dengan format sama,” tambah Kholil.

Karena itu, dalam waktu dekat ini akan dilakukan pertemuan. Dia mengatakan, DLH menginginkan ada masukkan dari pihak-pihak terkait dalam rangka meminimalisir gangguan lingkungan. “Kami akan samakan persepsi,” pungkasnya. (bib)

RadarBanyuwangi.id – Aktivitas tambang di Situbondo diperkirakan akan semakin marak. Apalagi jika pekerjaan jalan tol sudah dimulai. Karena itu, perlu dilakukan antisipasi untuk mencegah gangguan dampak lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Kholil menerangkan, pihaknya tidak mengetahui kapan pekerjaan jalan tol dimulai. Sebab, ini merupakan kewenangan pusat. Karena belum ada  kepastian itulah, sampai saat ini belum ada kemunculan perusahaan tambang berlebihan. “Sekarang sekitar 26 perusahaan tambang,” jelasnya.

Karena itu, belum ada dampak gangguan lingkungan mengkhawatirkan dari aktivitas tambang tersebut. Meski begitu, mulai saat ini perlu ada upaya-upaya antisipasi. “Kami sedang mempersiapkan forum koordinasi untuk mempelajari kemungkina konflik yang berpotensi terjadi ketika tambang tol beroperasi,” ujar Kholil kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Kemenpan RB Apresiasi Inovasi Pemkab Situbondo

Umumnya, ketika ada aktivitas tambang, akan menyebabkan kebisingan di sekitarnya. Termasuk juga kerusakan jalan maupun menyebabkan jalan berbedu yang mengakibatkan ketidaknyamanan masyarakat.

Terkait langkah antisipasi tersebut, perlu ada koordinasi dari pihak-pihak terkait. Termasuk dengan aparat penegak hukum, anggota DPRD, dan pelaku usaha tambang. “Akan kami koordinasikan supaya ada satu penyelesaian dengan format sama,” tambah Kholil.

Karena itu, dalam waktu dekat ini akan dilakukan pertemuan. Dia mengatakan, DLH menginginkan ada masukkan dari pihak-pihak terkait dalam rangka meminimalisir gangguan lingkungan. “Kami akan samakan persepsi,” pungkasnya. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/