alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Kisah Riskiyah, Dianiaya Suami hingga Patah Tulang dan Luka Lebam

ASEMBAGUS, Radar Situbondo – Riskiyah, seorang ibu rumah tangga, warga Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, mendatangi Mapolres Situbondo, Kamis (26/5). Dia menjadi korban penganiayaan suaminya sendiri.

Riskiyah tak pernah membayangkan akan mengalami penderitaan sedemikian rupa. Dia disakiti oleh orang yang diharapkan akan mampu melindunginya. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Riskiyah menjadi korban penganiayaan oleh suaminya sendiri.

Akibatnya, Riskiyah mengalami patah tulang di bagian lengan. Tidak hanya itu, perempuan 42 tahun itu diinjak-injak dan dicekik  hingga mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya. Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa itu bermula pada saat Riski dipergoki suaminya melakukan komunikasi dengan teman lelakinya, melalui aplikasi WhatsApp.

Pasangan suami-istri (pasutri) itu sempat cekcok. Selanjutnya, sang suami mencoba untuk mengambil ponsel milik Riski. Tapi, Riski mengelak dan tidak memberikan ponselnya. Kemarahan suaminya pun memuncak. Sehingga, langsung melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong. Tak hanya memukul, tapi juga menginjak-injak Riski.

Akibatnya, Riski mengalami patah tulang di bagian lengan kanan dan luka lebam bekas cakaran dan cekikan di bagian wajah dan leher. “Saya dipukul bukan hanya satu kali mas, tapi sering. Sekarang saya sudah tidak kuat. Makanya saya berani melaporkan,” ungkap Riski.

Kata Riski, suaminya hanya mau menang sendiri, tanpa mengetahui secara pasti siapa yang dihubungi. “Saya tidak selingkuh, suami saya saja yang terlalu pemarah,” jelasnya.

Kasihumas Polres Situbondo Iptu Ahmad Sutrino menyebutkan untuk mendalami kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap terlapor dan beberapa saksi. “Tim penyidik akan melakukan pemanggilan saksi dan terlapor,” pungkas Sutrisno. (hum/pri)

ASEMBAGUS, Radar Situbondo – Riskiyah, seorang ibu rumah tangga, warga Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, mendatangi Mapolres Situbondo, Kamis (26/5). Dia menjadi korban penganiayaan suaminya sendiri.

Riskiyah tak pernah membayangkan akan mengalami penderitaan sedemikian rupa. Dia disakiti oleh orang yang diharapkan akan mampu melindunginya. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Riskiyah menjadi korban penganiayaan oleh suaminya sendiri.

Akibatnya, Riskiyah mengalami patah tulang di bagian lengan. Tidak hanya itu, perempuan 42 tahun itu diinjak-injak dan dicekik  hingga mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya. Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa itu bermula pada saat Riski dipergoki suaminya melakukan komunikasi dengan teman lelakinya, melalui aplikasi WhatsApp.

Pasangan suami-istri (pasutri) itu sempat cekcok. Selanjutnya, sang suami mencoba untuk mengambil ponsel milik Riski. Tapi, Riski mengelak dan tidak memberikan ponselnya. Kemarahan suaminya pun memuncak. Sehingga, langsung melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong. Tak hanya memukul, tapi juga menginjak-injak Riski.

Akibatnya, Riski mengalami patah tulang di bagian lengan kanan dan luka lebam bekas cakaran dan cekikan di bagian wajah dan leher. “Saya dipukul bukan hanya satu kali mas, tapi sering. Sekarang saya sudah tidak kuat. Makanya saya berani melaporkan,” ungkap Riski.

Kata Riski, suaminya hanya mau menang sendiri, tanpa mengetahui secara pasti siapa yang dihubungi. “Saya tidak selingkuh, suami saya saja yang terlalu pemarah,” jelasnya.

Kasihumas Polres Situbondo Iptu Ahmad Sutrino menyebutkan untuk mendalami kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap terlapor dan beberapa saksi. “Tim penyidik akan melakukan pemanggilan saksi dan terlapor,” pungkas Sutrisno. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/