alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Ajak Masyarakat Untuk Jaga Lingkungan Sosial dengan Agama

SITUBONDO- Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad di Alun-Alun Kota berlangsung khusuk, meskipun dalam kondisi mendung dan cuaca yang dingin, Selasa malam (21/11). Ribuan orang yang datang  berasal dari puluhan pondok pesantren yang tersebar di Situbondo maupun masyarakat umum.

Bupati Dadang Wigiarto, Maulid Nabi menjadi momen memperkokoh hubungan ulama dan umaro. Hal tersebut sebagai cara untuk mengatasi tantangan kehidupan yang semakin besar. “Tidak hanya urusan lahiriah saja yang kita perjuangkan, namun juga urusan ruhaniah perlu kita ikhtiarkan,” ulasnya.

Pemerintah daerah menghadirkan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia  (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU), KH Agus Sunyoto sebagai penceramah. Selain itu juga hadir KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin, para habaib, dan alim  ulama lainnya. “Saya berterimaksih kepada segenap kiai dan alim ulama maupun masyarakat yang telah hadir. KH. Agus jauh dari luar kota datang kemari karena ingin menyapa warga Situbondo yang sama-sama NU,” paparnya.

Baca Juga :  Dapat Julukan Jarum Super

Dadang menyatakan, KH. Agus akan menceritakan cerita sejarah masuknya Islam ke Indonesia, melalui para wali-wali. Bagaimana hubungan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya harap dari apa yang beliau sampaikan, kita dapat memetik buah cerita sejarah untuk memperkuat kecintaan kepada negara ini,” jelasnya.

Dadang mengungkapkan, para kiai dan leluhur sangat mencintai bangsa Indonesia. Bahkan, mereka rela mati untuk mendapatkan kemerdekaan pada 1945 silam. “Salah satu wujud terimakasih dan bakti kita kepada para kiai dan alim ulama yang gugur dalam peperangan, adalah menjalin hubungan baik dengan  kiai yang ada saat ini,”bebernya.

Dikatakan, selama ini urusan nasionalisme seolah-olah tidak ada benang merahnya sama sekali dengan kiai. Padahal yang sebenarnya terjadi,  bahwa hidup berbangsa dan bernegara tidak akan pernah lepas dari agama. “Saya harapkan materi KH Agus  bisa memberikan tambahan ilmu dan menumbuhkan kesadaran bagi kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Lulusan SMA/SMK Situbondo-Bondowoso Kuliah Gratis di Unars

Dadang berpesan, agar masyarakat turut menjaga lingkungan sosialnya. Menumbuhkan lingkungan beragama yang kuat. Sebab, agama menjadi landasan dan akar dari semua permasalahan yang ada. “Terus memohon pertolongan Allah SWT melalui kanjeng Nabi, upaya-upaya yang kita lakukan membuahkan hasil. Kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya semakin menurun,” tandsnya.

SITUBONDO- Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad di Alun-Alun Kota berlangsung khusuk, meskipun dalam kondisi mendung dan cuaca yang dingin, Selasa malam (21/11). Ribuan orang yang datang  berasal dari puluhan pondok pesantren yang tersebar di Situbondo maupun masyarakat umum.

Bupati Dadang Wigiarto, Maulid Nabi menjadi momen memperkokoh hubungan ulama dan umaro. Hal tersebut sebagai cara untuk mengatasi tantangan kehidupan yang semakin besar. “Tidak hanya urusan lahiriah saja yang kita perjuangkan, namun juga urusan ruhaniah perlu kita ikhtiarkan,” ulasnya.

Pemerintah daerah menghadirkan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia  (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU), KH Agus Sunyoto sebagai penceramah. Selain itu juga hadir KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin, para habaib, dan alim  ulama lainnya. “Saya berterimaksih kepada segenap kiai dan alim ulama maupun masyarakat yang telah hadir. KH. Agus jauh dari luar kota datang kemari karena ingin menyapa warga Situbondo yang sama-sama NU,” paparnya.

Baca Juga :  Lulusan SMA/SMK Situbondo-Bondowoso Kuliah Gratis di Unars

Dadang menyatakan, KH. Agus akan menceritakan cerita sejarah masuknya Islam ke Indonesia, melalui para wali-wali. Bagaimana hubungan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya harap dari apa yang beliau sampaikan, kita dapat memetik buah cerita sejarah untuk memperkuat kecintaan kepada negara ini,” jelasnya.

Dadang mengungkapkan, para kiai dan leluhur sangat mencintai bangsa Indonesia. Bahkan, mereka rela mati untuk mendapatkan kemerdekaan pada 1945 silam. “Salah satu wujud terimakasih dan bakti kita kepada para kiai dan alim ulama yang gugur dalam peperangan, adalah menjalin hubungan baik dengan  kiai yang ada saat ini,”bebernya.

Dikatakan, selama ini urusan nasionalisme seolah-olah tidak ada benang merahnya sama sekali dengan kiai. Padahal yang sebenarnya terjadi,  bahwa hidup berbangsa dan bernegara tidak akan pernah lepas dari agama. “Saya harapkan materi KH Agus  bisa memberikan tambahan ilmu dan menumbuhkan kesadaran bagi kita,” jelasnya.

Baca Juga :  Peringatan Maulid Khas Kelurahan Lateng

Dadang berpesan, agar masyarakat turut menjaga lingkungan sosialnya. Menumbuhkan lingkungan beragama yang kuat. Sebab, agama menjadi landasan dan akar dari semua permasalahan yang ada. “Terus memohon pertolongan Allah SWT melalui kanjeng Nabi, upaya-upaya yang kita lakukan membuahkan hasil. Kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya semakin menurun,” tandsnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/