alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Intensitas Hujan Tinggi, TMA DAM Pintu 5 Sering Naik

SITUBONDO – Masyarakat Situbondo harus tetap waspada dengan potensi banjir. Sebab, belakangan ini, fluktuasi air di DAM pintu 5 naik turun. Ini diakibatkan karena intensitas hujan terus tinggi.

Kabid Pencegahan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan mengatakan, volume air di DAM pintu 5 dipengaruhi curah hujan di selatan Situbondo. Terutama Kabupaten Bondowoso. “Makin tinggi curah hujan, makin tinggi air bendungan pintu lima,” ujarnya.

Gatot mengatakan, tinggi muka air (TMA) di DAM  pintu 5 saat ini rata-rata 230-240 centimter. Meski masih dikategorikan aman, masyarakat harus waspada dengan bencana banjir. Sebab, ketinggiannya sudah melewati TMA biasanya.     

Dengan ketinggian itu, berarti sudah mendekati status waspada atau berwarna kuning. Pada ketinggian 300 centimeter sudah menunjukan warna kuning. “Biasanya, ketinggian permukaan air 160-200 sentimeter,” ujar Gatot.

TMA pada angka 110 sampai 250 sentimeter masih berwarna hijau atau aman. Sedangkan angka 300-400 sentimeter berwarna kuning atau waspada. Di atas angka itu sudah berwarna merah atau dikategorikan wasa.

Gatot menerangkan, ketinggiannya tidak menutup kemungkinan akan naik terus. Karena durasi hujan di Situbondo dan Bondowosa sering agak lama. “Apalagi air laut panarukan tinggi misalnya. Ini sangat berpengaruh terhadap kenaikan di DAM pintu 5,” ujar Gatot.

Karena itulah, Gatot meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Dia juga menyarankan agar selalu memantau ketinggian air. “Karena kalau air dari selatan dan air laut panarukan tinggi, ini sudah berpotensi banjir di daerah Situbondo. masyarakat harus hati,” tambahnya.

Gaotot menerangkan, BPBD mengupdate ketinggian permukaan air ketika terjadi hujan setiap 15 menit. Pihaknya juga memberikan selalu menginformasikan kepada masyarakat setiap ada kenaikan air. “Update dari kami bisa terus dipantau masyarakat,” pungkasnya. (bib)

SITUBONDO – Masyarakat Situbondo harus tetap waspada dengan potensi banjir. Sebab, belakangan ini, fluktuasi air di DAM pintu 5 naik turun. Ini diakibatkan karena intensitas hujan terus tinggi.

Kabid Pencegahan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan mengatakan, volume air di DAM pintu 5 dipengaruhi curah hujan di selatan Situbondo. Terutama Kabupaten Bondowoso. “Makin tinggi curah hujan, makin tinggi air bendungan pintu lima,” ujarnya.

Gatot mengatakan, tinggi muka air (TMA) di DAM  pintu 5 saat ini rata-rata 230-240 centimter. Meski masih dikategorikan aman, masyarakat harus waspada dengan bencana banjir. Sebab, ketinggiannya sudah melewati TMA biasanya.     

Dengan ketinggian itu, berarti sudah mendekati status waspada atau berwarna kuning. Pada ketinggian 300 centimeter sudah menunjukan warna kuning. “Biasanya, ketinggian permukaan air 160-200 sentimeter,” ujar Gatot.

TMA pada angka 110 sampai 250 sentimeter masih berwarna hijau atau aman. Sedangkan angka 300-400 sentimeter berwarna kuning atau waspada. Di atas angka itu sudah berwarna merah atau dikategorikan wasa.

Gatot menerangkan, ketinggiannya tidak menutup kemungkinan akan naik terus. Karena durasi hujan di Situbondo dan Bondowosa sering agak lama. “Apalagi air laut panarukan tinggi misalnya. Ini sangat berpengaruh terhadap kenaikan di DAM pintu 5,” ujar Gatot.

Karena itulah, Gatot meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Dia juga menyarankan agar selalu memantau ketinggian air. “Karena kalau air dari selatan dan air laut panarukan tinggi, ini sudah berpotensi banjir di daerah Situbondo. masyarakat harus hati,” tambahnya.

Gaotot menerangkan, BPBD mengupdate ketinggian permukaan air ketika terjadi hujan setiap 15 menit. Pihaknya juga memberikan selalu menginformasikan kepada masyarakat setiap ada kenaikan air. “Update dari kami bisa terus dipantau masyarakat,” pungkasnya. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/