alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Selama PPKM, Perusda Pasir Putih Kehilangan Pendapatan Rp 700 Juta

RadarBanyuwangi.id – Perusda Pasir Putih  kehilangan pendapatan hingga Rp 700 juta dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, sejak diterapkannya PPKM, salah satu mesin PAD Pemkab Situbondo ini harus kehilangan pendapatan di berbagai momentum.

Keadaan ini tentu saja sangat merugikan bagi Perusda Pasir Putih. Sebab, sangat berdampak terhadap kelangsungan usaha ke depan. Saat ini saja, biaya listrik dan upah untuk karyawan kebersihan terus berjalan.

Yasin Ma’sum, Direktur Perusda Pasir putih, menyampaikan bahwa kerugian pendapatan yang dialami selama dua bulan terahir ini benar benar membuat dirinya kebingungan. Kerugian yang ditanggungnya sangat banyak jika dihitung sejak masa pandemi.

“Namun saya tidak bisa mengkalkulasi keseluruhan. Tapi selama PPKM diterapkan dua bulan yang lalu hingga sekarang ini Sangat berdampak terhadap omset pendapatan. Jadi pendapatan yang terbuang itu sebanyak tujuh ratus juta rupiah,” ujarnya, Rabu ( 25/8) kemarin.

Menurutnya, kerugian tersebut belum termasuk teman mitra pengusaha yang berada di lokasi Pasir Putih. Kerugian itu hanya omset dari wisata dan hotel saja.

“Untuk hotel sendiri sebenarnya tetap beroperasi, hanya saja pengunjung sangat minim. Dalam sehari paling cuman dua bahkan tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Sedangkan 336 pengusaha yang beroperasi di sekitar Pasir putih juga mengalami kerugian.  sebagian sudah tidak buka lagi.

“Mungkin yang masih buka itu sebagian  pengusaha yang berjualan makanan untuk yang lainnya seperti pengrajin kerang dan lain lain sudah tutup,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Yasin Ma’sum, walaupun Minggu ini Kabupaten Situbondo sudah masuk di level tiga, namun wisata tetap tidak boleh dibuka. Kecuali, level covid-19 menurun ke level dua, maka  wisata baru boleh untuk di buka.

“Mengingat apa yang sudah menjadi aturan pemerintah, meskipun keadaan Covid-19 di Situbondo menurun di angka 3, tetap saja pemerintah tidak membolehkan wisata beroperasi, meski boleh dibuka masih menunggu level dua itupun harus ada batasan-batasan tertentu,” pungkasnya. (mg1/pri)

RadarBanyuwangi.id – Perusda Pasir Putih  kehilangan pendapatan hingga Rp 700 juta dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, sejak diterapkannya PPKM, salah satu mesin PAD Pemkab Situbondo ini harus kehilangan pendapatan di berbagai momentum.

Keadaan ini tentu saja sangat merugikan bagi Perusda Pasir Putih. Sebab, sangat berdampak terhadap kelangsungan usaha ke depan. Saat ini saja, biaya listrik dan upah untuk karyawan kebersihan terus berjalan.

Yasin Ma’sum, Direktur Perusda Pasir putih, menyampaikan bahwa kerugian pendapatan yang dialami selama dua bulan terahir ini benar benar membuat dirinya kebingungan. Kerugian yang ditanggungnya sangat banyak jika dihitung sejak masa pandemi.

“Namun saya tidak bisa mengkalkulasi keseluruhan. Tapi selama PPKM diterapkan dua bulan yang lalu hingga sekarang ini Sangat berdampak terhadap omset pendapatan. Jadi pendapatan yang terbuang itu sebanyak tujuh ratus juta rupiah,” ujarnya, Rabu ( 25/8) kemarin.

Menurutnya, kerugian tersebut belum termasuk teman mitra pengusaha yang berada di lokasi Pasir Putih. Kerugian itu hanya omset dari wisata dan hotel saja.

“Untuk hotel sendiri sebenarnya tetap beroperasi, hanya saja pengunjung sangat minim. Dalam sehari paling cuman dua bahkan tidak ada sama sekali,” ucapnya.

Sedangkan 336 pengusaha yang beroperasi di sekitar Pasir putih juga mengalami kerugian.  sebagian sudah tidak buka lagi.

“Mungkin yang masih buka itu sebagian  pengusaha yang berjualan makanan untuk yang lainnya seperti pengrajin kerang dan lain lain sudah tutup,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Yasin Ma’sum, walaupun Minggu ini Kabupaten Situbondo sudah masuk di level tiga, namun wisata tetap tidak boleh dibuka. Kecuali, level covid-19 menurun ke level dua, maka  wisata baru boleh untuk di buka.

“Mengingat apa yang sudah menjadi aturan pemerintah, meskipun keadaan Covid-19 di Situbondo menurun di angka 3, tetap saja pemerintah tidak membolehkan wisata beroperasi, meski boleh dibuka masih menunggu level dua itupun harus ada batasan-batasan tertentu,” pungkasnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Masih Banyak Anak-Anak Bermain Layangan

Program PPWK Diapresiasi BPIP

Janji Ditambal sebelum Lebaran

Artikel Terbaru

/