alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kesadaran Tinggi, Angka ODF Turun Hingga 72 Persen

RADAR SITUBONDO – Pemkab Situbondo menargetkan angka Open Defecation Free ( ODF) atau buang air besar (BAB) sembarang  tahun 2024 mendatang bisa mencapai nol persen. Sebab saat ini  angka ODF sudah berkurang sekitar 72 persen dari jumlah 136 desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, tujuan penurunan angka ODF  dalam rangka agar Situbondo menjadi Kota Sehat tanpa ODF. Sehingga faktor lingkungan akan terjaga dengan baik. “Untuk menyelesaikan semua itu, tentu kami akan mengawali stop untuk ODF dari berbagai desa,” ucap Dwi Herman Susilo, Kamis (23/6).

Dwi mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mengatasi permasalah tersebut. Salah satunya penyediaan MCK umum. “Untuk ketersediaan MCK sudah kami melakukan kerjasama dengan pejabat lintas sektoral,” katanya.

Baca Juga :  Kompak Halal Bi Halal Bersama Warga

Dwi menyebutkan, untuk desa yang angka ODF-nya mencapai 80 persen, maka akan dilakukan proses pembangunan jamban pada tahun 2023 mendatang. “Kami utamakan yang angka ODF-nya 80 persen. Karena menyangkut keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, pada tahun 2024, desa yang angka ODF nya 60 persen, maka akan dilakukan pembangunan serentak. Sebab, jumlahnya sudah tidak begitu banyak. “Semoga tahun 2024 harapan kita Situbondo non ODF bisa terwujud,” harapnya.

Diakui, tidak mudah membuat Situbondo tanpa ODF. Karena tidak semua warga mau untuk membuang air besar di tempat yang telah disediakan. “Karena kebiasaan warga masih suka buang air besar di sungai itu yang masih sulit ditangani. Namun kami berupaya agar mereka mau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan,” pungkasnya. (wan/pri)

Baca Juga :  Kisah Jumadin, Mantan Nelayan Jangkar yang Beralih Usaha Ikan Kering

RADAR SITUBONDO – Pemkab Situbondo menargetkan angka Open Defecation Free ( ODF) atau buang air besar (BAB) sembarang  tahun 2024 mendatang bisa mencapai nol persen. Sebab saat ini  angka ODF sudah berkurang sekitar 72 persen dari jumlah 136 desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, tujuan penurunan angka ODF  dalam rangka agar Situbondo menjadi Kota Sehat tanpa ODF. Sehingga faktor lingkungan akan terjaga dengan baik. “Untuk menyelesaikan semua itu, tentu kami akan mengawali stop untuk ODF dari berbagai desa,” ucap Dwi Herman Susilo, Kamis (23/6).

Dwi mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mengatasi permasalah tersebut. Salah satunya penyediaan MCK umum. “Untuk ketersediaan MCK sudah kami melakukan kerjasama dengan pejabat lintas sektoral,” katanya.

Baca Juga :  Waspadai Prostitusi Online, Komisi I DPRD Studi Banding ke Kota Malang

Dwi menyebutkan, untuk desa yang angka ODF-nya mencapai 80 persen, maka akan dilakukan proses pembangunan jamban pada tahun 2023 mendatang. “Kami utamakan yang angka ODF-nya 80 persen. Karena menyangkut keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, pada tahun 2024, desa yang angka ODF nya 60 persen, maka akan dilakukan pembangunan serentak. Sebab, jumlahnya sudah tidak begitu banyak. “Semoga tahun 2024 harapan kita Situbondo non ODF bisa terwujud,” harapnya.

Diakui, tidak mudah membuat Situbondo tanpa ODF. Karena tidak semua warga mau untuk membuang air besar di tempat yang telah disediakan. “Karena kebiasaan warga masih suka buang air besar di sungai itu yang masih sulit ditangani. Namun kami berupaya agar mereka mau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan,” pungkasnya. (wan/pri)

Baca Juga :  Bupati Karna Usul Perusda Banongan dan Pasir Putih Dibubarkan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/