alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Dipicu Suara Knalpot Brong, Pelajar Tawuran di Jalur Pantura

SUBOH, Radar Situbondo – Video aksi tawuran sejumlah siswa SMK Negeri 1 Suboh yang viral di media sosial (medsos) berakhir damai, Jumat (24/6). Orang tua siswa yang terlibat tawuran dihadirkan  ke sekolah. Anggota Polsek Suboh juga hadir dalam mediasi tersebut.

Tawuran antar siswa terjadi di pinggir jalan pantura. Tepatnya di depan gerbang sekolah SMK Suboh. Sehingga, sempat membuat jalan yang padat arus lalu lintas tersebut sempat macet. Sejumlah siswa banyak yang berkumpul dan ikut menyaksikan.  Demikian juga dengan pengendara. Mereka banyak yang berhenti melihat aksi saling pukul tersebut.

Usai peristiwa yang terjadi Kamis lalu (23/6) itu, pihak Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah mencari siapa saja yang berkelahi. Sehingga, satu persatu siswa banyak yang mengungkapkan siapa saja yang terlibat. Di antaranya FR, CA dan Tl. Akhirnya ketiga siswa itu langsung dikumpulkan. Orang tua mereka diminta hadir ke sekolah.

Baca Juga :  Minta Masyarakat Lebih Konsentrasi Melihat Jalan Raya
Video yang memperlihatkan aksi tawuran yang melibarkan kalangan pelajar di pinggir jalan Pantura, Situbondo. (Foto: Tangkapan Layar)

Wakasek Bidang Kesiswaan SMKN 1 Suboh, Muntaha menjelaskan, perkelahian itu merupakan buntut kesalahpahaman yang terjadi beberapa hari lalu. Waktu itu ada kegiatan class meeting. Sehingga, semua siswa pulang bersamaan. Nah pas di gerbang sekolah, ada yang siswa yang memblayer gas sepeda motor. Sehingga, ada salah satu siswa yang tidak menerima.

“Nah, buntut dari itu yang menjadi penyebab hingga perkelahian ketiga siswa itu terjadi. Saat kejadian, siswa itu masih berseragam sekolah. Kondisi siswa yang terlibat perkelahian sehat tak kurang suatu apa setelah kejadian tersebut,” terang Muntaha.

Kanit Binmas Polsek Suboh, Aiptu Nanang berharap wali murid melarang anaknya memakai knalpot brong di sepeda motor yang mereka pakai. Agar tidak membuat orang lain bising dan terganggu. “semoga ketiga anak itu tidak mengulangi perbutannya, dan orang tua bisa melarang anaknya menggunakan knalpot brong,” pungkas Aiptu Nanang. (hum/pri)

Baca Juga :  Ber-Make-Up Seperti Model Internasional, Gadis Gelung Viral di Medsos

SUBOH, Radar Situbondo – Video aksi tawuran sejumlah siswa SMK Negeri 1 Suboh yang viral di media sosial (medsos) berakhir damai, Jumat (24/6). Orang tua siswa yang terlibat tawuran dihadirkan  ke sekolah. Anggota Polsek Suboh juga hadir dalam mediasi tersebut.

Tawuran antar siswa terjadi di pinggir jalan pantura. Tepatnya di depan gerbang sekolah SMK Suboh. Sehingga, sempat membuat jalan yang padat arus lalu lintas tersebut sempat macet. Sejumlah siswa banyak yang berkumpul dan ikut menyaksikan.  Demikian juga dengan pengendara. Mereka banyak yang berhenti melihat aksi saling pukul tersebut.

Usai peristiwa yang terjadi Kamis lalu (23/6) itu, pihak Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah mencari siapa saja yang berkelahi. Sehingga, satu persatu siswa banyak yang mengungkapkan siapa saja yang terlibat. Di antaranya FR, CA dan Tl. Akhirnya ketiga siswa itu langsung dikumpulkan. Orang tua mereka diminta hadir ke sekolah.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Maling Tabung Gas Viral di Medsos
Video yang memperlihatkan aksi tawuran yang melibarkan kalangan pelajar di pinggir jalan Pantura, Situbondo. (Foto: Tangkapan Layar)

Wakasek Bidang Kesiswaan SMKN 1 Suboh, Muntaha menjelaskan, perkelahian itu merupakan buntut kesalahpahaman yang terjadi beberapa hari lalu. Waktu itu ada kegiatan class meeting. Sehingga, semua siswa pulang bersamaan. Nah pas di gerbang sekolah, ada yang siswa yang memblayer gas sepeda motor. Sehingga, ada salah satu siswa yang tidak menerima.

“Nah, buntut dari itu yang menjadi penyebab hingga perkelahian ketiga siswa itu terjadi. Saat kejadian, siswa itu masih berseragam sekolah. Kondisi siswa yang terlibat perkelahian sehat tak kurang suatu apa setelah kejadian tersebut,” terang Muntaha.

Kanit Binmas Polsek Suboh, Aiptu Nanang berharap wali murid melarang anaknya memakai knalpot brong di sepeda motor yang mereka pakai. Agar tidak membuat orang lain bising dan terganggu. “semoga ketiga anak itu tidak mengulangi perbutannya, dan orang tua bisa melarang anaknya menggunakan knalpot brong,” pungkas Aiptu Nanang. (hum/pri)

Baca Juga :  Ber-Make-Up Seperti Model Internasional, Gadis Gelung Viral di Medsos

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/