alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Bimtek Quick Count untuk Tenaga Operator

SITUBONDO– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Situbondo menggelar bimbingan tekhnis kepada tenaga operator quick count telepresence kecamatan se-Situbondo, kemarin (25/04). Kegiatan yang ditempatkan di aula lantaI II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo itu diikuti 68 peserta. Terdiri dari 51 kepala organisasi perangkat daerah dan 17 tenaga opesator quick count kecamatan.

Acara dibuka Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Yakni sejak tanggal 25 hingga 26 Aril 2018. Dalam sambutannya, Wabup memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan Bakesbangpol. Meskipun menurutnya, beberapa alat yang digunakan untuk quick count masih menyewa.

“Saya berharap ke depan sudah tidak menyewa lagi. Atau dianggarkan di APBD demi kemajuan tekhnologi informasi biroksasi. Bagaimanapun juga, pemerintah harus menyajikan informasi yang cepat dan akurat. Untuk itu perlu adanya alat-alat yang canggih,” ungkap orang nomor dua di Pemkab Situbondo itu.

Baca Juga :  BST Milik 35 Warga Jatisari Diduga Dikorupsi

Yoyok menambahkan, dahulu quick count banyak dilakukan oleh kalangan swasta.Dimana margin eror-nya antara tiga sampai lima persen. Namun kali ini, quick count yang digunakan pemerintah melalui  Bakesbangpol tidak terdapat margin eror sama sekali.

“Namun persoalannya, sekarang tenaga-tenaga operator yang kita gunakan merupakan tenaga yang ada di kecamatan dan OPD. Artinya hanya mengabdi demi kepentingan negara dan masyarakat. Karena itu, perlu keikhlasan penuh dalam hati. Sehingga dalam melaksanakan tugas benar benar semangat dan menghasilkan data yang sesuai di masing-masing TPS. Kemudian masuk quick count sudah benar dan valid,”  tutur Wabup.

Yoyok juga menegaskan, agar jangan sampai petugas operator yang bertugas kemudian merubah data yang disampaikan oleh petugas KPPS.  Sebab, kata Yoyok, jika hal itu terjadi, yang malu tidak hanya Bakesbangpol. Melainkan bupati dan wakil bupati.

Baca Juga :  Bakesbangpol Harapkan Ormas-LSM Berperan dalam Pembangunan

“Tapi kami optimis. Karena petugas operator yang diberi tugas adalah ASN yang mempunyai loyalitas tinggi kepada pemerintah kabupaten, insyaallah  dalam menjalankan tugasnya, mereka bisa amanah. Namun yang lebih penting Bakesbangpol bisa memberikan jalan keluar untuk memberikan insentif kepada petugas operator,” jelasnya.

Karena itu, demi mendapatkan hasil yang cepat dan akurat, pemerintah kabupaten akan melakukan pemantauan pada proses perhitungan yang dilakukan di setiap kecamatan.Yakni, dengan menggunakan telepresence.

“Oleh karena itu perlu adanya bimbingan teknis bagi pejabat pemantauan pemilihan gubernur dan staf teknis yang bertugas di setiap  kecamatan. Agar mereka mempunyai bekal dan pengetahuan tentang aplikasi telepresence. Bakesbangpol dapat menjalankan aplikasi telepresence tersebut dengan baik sehingga tujuan pemantauan pemilihan gubernur dapat terlaksana,” ungkapnya. (zul)

SITUBONDO– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Situbondo menggelar bimbingan tekhnis kepada tenaga operator quick count telepresence kecamatan se-Situbondo, kemarin (25/04). Kegiatan yang ditempatkan di aula lantaI II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo itu diikuti 68 peserta. Terdiri dari 51 kepala organisasi perangkat daerah dan 17 tenaga opesator quick count kecamatan.

Acara dibuka Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari. Yakni sejak tanggal 25 hingga 26 Aril 2018. Dalam sambutannya, Wabup memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan Bakesbangpol. Meskipun menurutnya, beberapa alat yang digunakan untuk quick count masih menyewa.

“Saya berharap ke depan sudah tidak menyewa lagi. Atau dianggarkan di APBD demi kemajuan tekhnologi informasi biroksasi. Bagaimanapun juga, pemerintah harus menyajikan informasi yang cepat dan akurat. Untuk itu perlu adanya alat-alat yang canggih,” ungkap orang nomor dua di Pemkab Situbondo itu.

Baca Juga :  Kebut Pembahasan KUA PPAS, Disahkan Pekan Depan

Yoyok menambahkan, dahulu quick count banyak dilakukan oleh kalangan swasta.Dimana margin eror-nya antara tiga sampai lima persen. Namun kali ini, quick count yang digunakan pemerintah melalui  Bakesbangpol tidak terdapat margin eror sama sekali.

“Namun persoalannya, sekarang tenaga-tenaga operator yang kita gunakan merupakan tenaga yang ada di kecamatan dan OPD. Artinya hanya mengabdi demi kepentingan negara dan masyarakat. Karena itu, perlu keikhlasan penuh dalam hati. Sehingga dalam melaksanakan tugas benar benar semangat dan menghasilkan data yang sesuai di masing-masing TPS. Kemudian masuk quick count sudah benar dan valid,”  tutur Wabup.

Yoyok juga menegaskan, agar jangan sampai petugas operator yang bertugas kemudian merubah data yang disampaikan oleh petugas KPPS.  Sebab, kata Yoyok, jika hal itu terjadi, yang malu tidak hanya Bakesbangpol. Melainkan bupati dan wakil bupati.

Baca Juga :  Kasus Demam Berdarah Tinggi, Warga Perlu Hati-hati

“Tapi kami optimis. Karena petugas operator yang diberi tugas adalah ASN yang mempunyai loyalitas tinggi kepada pemerintah kabupaten, insyaallah  dalam menjalankan tugasnya, mereka bisa amanah. Namun yang lebih penting Bakesbangpol bisa memberikan jalan keluar untuk memberikan insentif kepada petugas operator,” jelasnya.

Karena itu, demi mendapatkan hasil yang cepat dan akurat, pemerintah kabupaten akan melakukan pemantauan pada proses perhitungan yang dilakukan di setiap kecamatan.Yakni, dengan menggunakan telepresence.

“Oleh karena itu perlu adanya bimbingan teknis bagi pejabat pemantauan pemilihan gubernur dan staf teknis yang bertugas di setiap  kecamatan. Agar mereka mempunyai bekal dan pengetahuan tentang aplikasi telepresence. Bakesbangpol dapat menjalankan aplikasi telepresence tersebut dengan baik sehingga tujuan pemantauan pemilihan gubernur dapat terlaksana,” ungkapnya. (zul)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/